Kisah Inspiratif dari Sa'ad bin Abi Waqash
Oleh: Mochamad Efendi
Sungguh luar biasa kisah hidup dari sahabat Rasullulah yang satu ini bahkan beliau dijamin masuk surga. Dia adalah Sa'ad bin Abi Waqash, seorang pemuda tampan dari keluarga bangsawan memutuskan masuk Islam meskipun bertentang dengan keyakinan orang tuanya. Bayangkan gaes, hidup mapan, kehormatan dan limpahan materi melingkupi hidupnya yang pasti menyenangkan. Tapi, setelah pertemuannya dengan Rasullulah melalui perantara Abu Bakar Ash-Shiddiq, dia memutuskan menerima ajaran yang dibawa Rasullulah dan memeluk Islam sepenuh hati.
Inilah kehebatan dari Sa'ad yang imannya kokoh dan kuat, bahkan saat ibu tercintanya mengancam untuk tidak makan hanya ingin anaknya mau meninggalkan ajaran yang dibawa nabi Muhammad SAW, dia tidak bergeming. Dia berkata pada ibunya, “Demi Allah, aku tidak akan meninggalkan agamaku! Wahai Ibunda, demi Allah, seandainya engkau memiliki 70 nyawa dan keluar satu per satu, aku tidak akan pernah mau meninggalkan agamaku selamanya!” tegas Sa'ad.
Allah SWT mengabadikan peristiwa yang dialami Sa’ad dalam ayat Al-Qur’an, “Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik.” (QS. Luqman: 15).
Sa'ad yang selama ini sangat mencintai ibunya tidak goyah dengan keimanannya, meskipun ibu tercintanya mengancam mogok makan jika dia tidak mau meninggalkan agamanya dan kembali pada agama nenek moyang, menyembah berhala.
Sungguh ini berat bagi anak yang masih remaja 17 tahun yang kebanyakan masih tergantung dengan kedua orang tuanya. Tapi tidak bagi Sa'ad dia rela meninggalkan semua kemudahan dan kemewahan yang dimiliki demi agama yang baru dipeluknya dan diyakini benar dan bahkan rela mati untuk memperjuangkan keyakinannya. Dia bahkan dia berani turun ke medan jihat meskipun nyawa taruhannya untuk berjuang di jalan Allah.
Bagaimana dengan kamu gaes, apakah kamu mau berjuang demi membela agama Allah? Padahal hidupmu biasa-biasa saja, tidak dalam kemewahan. Tidak pula banyak yang harus dikorbankan karena pasti orang tua juga mendukung perjuanganmu kan gaes. Jikalau ada sesuatu yang dikorbankan, pasti pengorbannya tidak sebesar dan seberat apa yang telah dilakukan Sa'ad.
Gaes, kenapa dia mau meninggalkan semua kenikmatan dunia demi agama Islam yang baru dikenalnya? Keyakinan yang mendalam atas satu kebenaran yang tidak hanya tumbuh dari perasaan tapi juga pemikirannya membuatnya rela berbuat apa saja demi sesuatu yang diyakini benar. Imannya mengakar kuat di dalam dirinya karena terbentuk melalui proses berfikir yang menyentuh pemahamannya tidak hanya perasaan tetapi juga pemikirannya. Sa'ad yang baru berusia 17 tahun mampu berfikir cemerlang dengan Islam. Dia mampu mengkaitkan kehidupan dunia dengan sesuatu yang datang sebelum dan sesudahnya, sehingga dia bisa memahami tujuan hidupnya tidak hanya untuk dunia saja. Tempat kembali manusia adalah kehidupan akhirat yang kekal. Dalam hidup jangan sampai terlena oleh perhiasan dunia yang menipu dan tujuan hidup yang sebenarnya yakni beribadah kepada Allah.
Gaes, jangan kita menukar kehidupan akhirat kita dengan secuil kenikmatan dunia. Berfikirlah cemerlang, agar kamu bisa melihat kebenaran yang hakiki dan melakukan yang benar dengan tuntunan ajaran yang lurus dan mulia, Islam yang berasal dari Yang Maha Benar dan pasti baik untuk manusia. Dengan Islam seorang remaja yang hidupnya biasanya hura-hura, labil, bisa berfikir cerdas dan mampu memandang kehidupan secara benar. Mereka adalah remaja hebat dan luar biasa. Mereka bagaikan mutiara yang selalu bersinar dan membawa pencerahan bagi yang lain.
Gaes, Islam bisa menjadikan manusia sebaik-baik umat dengan akalnya yang mau berfikir dan mengambil hikmah disetiap kejadian secara benar. Sebaliknya, banyak remaja tidak memiliki karakter kuat, suka ikut-ikutan saat Islam ditinggalkan. Tidakkah kita ingin menjadi umat terbaik seperti Sa'ad dan generasi kuat dan hebat seperti generasi para sahabat.
Di tangan generasi hebat yang siap memimpin negeri ini dengan Islam akan terbentuk Indonesia yang gemilang. Negara hebat, kuat dan membawa kebaikan keseluruh penjuru dunia jika remajanya disiapkan dari sekarang untuk menyongsong masa depan gemilang dengan diterapkannya Islam secara kaffah dalam kehidupan nyata, dan kembali kita akan rasakan kehidupan Islami yang dulu pernah ada dalam sistem pemerintahan khilafah bukan sistem demokrasi saat ini yang membawa kerusakan pada semua aspek kehidupan. (reper/az)


Posting Komentar untuk "Kisah Inspiratif dari Sa'ad bin Abi Waqash"