Lathi Challenge = Tantangan Unfaedah
Oleh: Sayyid Ibadurrahman (Komunitas Remaja Kuy Hijrah)
Baru-baru ini viral tagar #LathiChallenge. Dimana Jharna Bhagwani, seorang influencer berusia 17 tahun berhasil mendapatkan 3 juta follower karena videonya yang sukses memoles wajahnya bak pengantin Sunda lengkap dengan sigernya. Tiba-tiba, penampilannya berubah dengan gaya makeup yang bernuansa mistis sehingga meninggalkan kesan horor karena konon katanya menyerupai wajah setan atau iblis, kayak pernah lihat setan saja?
Challenge semacam ini bukanlah yang pertama kali ada gaes. Masih ingat Falling stars challenge? Itu lo adegan jatuh berkelas lengkap dengan barang barang mewah, ngapain coba? Ada lagi keke challenge dimana seseorang wajib menari sambil mengikuti mobil yang sedang berjalan dengan pintu terbuka, waduh bahaya banget kan gaes? Belum lagi mannequin challenge, diam kayak patung. Hampir semua remaja di Indonesia mengikuti challenge ini, termasuk kamu nggak? Iya kamu he he. Parahnya lagi gaes ada tantangan cium ketek pacar yang katanya sebagai tanda bukti kesetiaan. What! Omong kosong apa ini?
Setelah viral di jagat maya, sontak membuat netizen berlomba-lomba untuk turut serta mengikutinya khususnya netizen remaja yang banyak nganggurnya tapi miskin kuota. Beginilah kehidupan era digital, membuat apa-apa yang viral menjadi sesuatu yang wajib dan seolah sayang, jika ditinggalkan begitu saja. Takut dikatain kudetlah, takut dikatain kuperlah dan lain lain. Iya Gue kuper mau apa loe? Gue kuper sama pergaulan unfaedah kayak gini tapi update banget sama pergaulan islam, mantap.
Ngeri ya gaes saat generasi usia produktif seperti kita tidak memiliki pedoman kuat. Bisa dipastikan akan terpantik mengikuti sesuatu yang ternyata jauh dari tuntunan Rasulullah sebagai teladan.
Sebagai remaja muslim, seharusnya itu kita menjadi generasi yang berbeda, generasi yang tidak latah. Generasi yang terlahir yang harusnya menjadikan diri kita bangga terhadap Islam. Remaja muslim itu seharusnya menjadi pelopor perubahan dengan berani ngaji Islam, berani hijrah bukan justru ikut dalam challenge-challenge unfaedah. Agar kelak kita dapat berhujah di hadapan Allah SWT, untuk apa usia muda kita dihabiskan. So aku tantang kalian semua dengan tantangan berani ngaji, berani hijrah, berani dakwah, berani menulis opini, siapa takut? (reper/az)


Posting Komentar untuk "Lathi Challenge = Tantangan Unfaedah"