Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

NgePrank? Untuk apa?


Oleh: Wa Aiy (The Voice of Muslimah Papua Barat)

Semakin pesatnya teknologi maka semakin mempermudah manusia dalam berbagai hal, salah satunya adalah channel youtube ini yang memudahkan setiap orang mengakses dan juga men-share segala aktivitas dalam bentuk konten-konten video yang diunggah di youtube. Youtube ini juga menjadi salah satu aplikasi yang dapat menghasilkan uang.

Salah satu caranya adalah Meningkatkan subscribers dan viewers. pasalnya semakin banyak subscriber dan viewers maka youtubers bisa menghasilkan lebih banyak pundi-pundi uang. Oleh sebab itu para youtuber berlomba-lomba untuk membuat konten yang menarik agak banyak subscriber dan viewers. Termasuk konten-konten yang tak masuk akal dengan cara “ngeprank” seperti yang dilakukan oleh salah satu youtuber ini.

Yaitu membuat video prank  memberikan sembako berisi sampah ramai. Dilihat dari video yang beredar, Minggu, 3 Mei 2020, tampak dua pemuda itu mempersiapkan sejumlah dus mie instan di dalam mobil mereka untuk dibagikan kepada warga di pinggir jalan. Sempat menjadi buron polisi atas tindakannya tersebut, kini sang YouTuber dikabarkan telah diamankan pihak kepolisian pada Jumat (8/5/2020) dini hari. Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Saptono Erlangga, mengatakan bahwa motif utama Sang Youtuber adalah membuat video tersebut adalah untuk meningkatkan jumlah subscribers. (https://suryamalang.tribunnews.com/)

Tak hanya semakin memudahkan setiap orang dengan segala aktivitasnya, perkembangan teknologi ini pun harus dibarengi dengan pengokohan Aqidah sebagai landasan dalam melakukan aktivitas baik di dunia maya maupun di dunia nyata sehingga dalam melakukan aktivitas seseorang tersebut akan memikirkan pahala atau dosa yang akan ia terima di akhirat kelak. Berbeda dengan kebanyakan orang hari ini melakukan aktivitasnya dengan landasan keuntungan semata karena system kapitalis ini membentuk pola pikir seseorang menjadi para pesaing dan tolak ukur keberhasilan persaingan ini jika ia dapat menghasilkan uang sebanyak-banyaknya sehingga apapun yang ia lakukan jika bisa menghasilkan uang maka akan ia lakukan tanpa memikirkan pahala dan dosa, baik dan buruk. Maka yang dilakukan oleh sebut saja Youtuber sampah dengan Motifnya tersebut merupakan hasil dari pemikiran kapitalisme.

Berbeda jauh dengan orang-orang yang berada dibawah naungan Sistem Islam karena dalam system Islam, pengokohan terhadap Aqidah Islam merupakan hal yang wajib dan sebagai landasan utama dalam menjalankan setiap aktivitas manusia dari bangun tidur hingga bangun Negara. Seperti salah satunya adalah Panglima Perang Khalid Bin Walid.

Khalid bin walid radhiallahu'anhu merupakan seorang panglima besar  pada masa Kekholifahan Abu Bakar Ash-Shiddiq. Khalid di kenal sebagai panglima yang ketika memimpin peperangan maka kemungkinan kalah adalah hal yang hampir mustahil alias lebih sering menang dan anggapan itu menjadi sebuah kepercayaan dikalangan para prajurit perang bahkan pada masyarakat pada saat itu. Ketika Abu Bakar Ashi-shiddiq wafat, kekholifahan berganti menjadi Umar bin Khattab dan pada saat itu Umar Bin Khattab mengganti khalid bin walid dari awalnya seorang panglima perang menjadi prajurit perang biasa.

Umar radhiallahuanhu mengganti panglima perang menjadi Abu Ubaidah bin Al-Jarrah. Kaputusan umar ini bukan sebab Khalid berkhianat  melainkan demi menjaga Tauhid, sebab masyarakat pada saat itu menganggap kemenangan perang adalah karena kehebatan Khalid bukan semata karena pertolongan Allah. inilah sebab mengapa Umar mengambil keputusan tersebut.

Para kaum muslimin bertanya-tanya terkait keputusan Umar tersebut dan menanyakan pada Khalid 'Wahai Khalid apakah engkau hanya akan menerima keputusan Umar ini? Bkankah engkau orang yang kuat, tegas dan kau bsa berbuat apa sja sprti yg kau inginkan bukan?

Namun dengan keimanan yang begitu kokoh Khalid bin Walid menjawab "Aku menjadi panglima, berjuang di medan jihad karena Allah Ta'ala dan untuk kejayaan Islam. Bukan karena Umar!. Khalid paham betul bahwa apa yang dilakukan Umar, tak ada sedikitpun kekecewaan. Khalid tetap berjihad dibawah kepemimpinan abu Ubaidah dalam setiap peperangan sebagai prajurit biasa untuk memenangkan kaum muslimin dan untuk menggapai ridho Allah subhanahu wata'ala.

Dari Khalid bin walid kita belajar mengenai makna Ikhlas dalam melakukan segala aktivitas yaitu hanya mengharap ridho Allah semata bukan karena jabatan, keuntungan apalagi uang. Inilah hasil dari kokohnya Aqidah dan ketakwaan kepada Allah. Allah Ta’ala berfirman, Katakanlah (Muhammad), “Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan seluruh alam, (QS. Al-An'am: 162). Waallahu’alam Bi showab. (reper/zia)

Posting Komentar untuk "NgePrank? Untuk apa?"