Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pemuda Dan Kematian


Oleh: Ririn Sholicah (Mahasiswi Program Bahasa Arab di Ma'had Umar Bin Al-Khattab Surabaya)

Kematian bagi makhluk hidup adalah sebuah kepastian. Setiap manusia yang terlahir di dunia ini pasti akan mengalami kematian, cepat atau lambat. Sebagaimana Allah SWT berfirman yang artinya: "Setiap yang bernyawa akan merasakan mati." (QS. Ali 'Imran 3: Ayat 185)

Kematian menandakan bahwa manusia adalah makhluk yang lemah. Dia tidak berkuasa atas nyawa yang ada di dalam tubuhnya. Begitu juga manusia tidak kuasa atas organ jantung, paru-paru dan lain sebagainya.

Mungkin ada diantara pemuda yang menyangka kematian lebih dekat dengan orang lanjut usia. Namun anggapan demikian tidak selalu benar. Karena ada juga anak muda yang meninggal. Tersebab kematian tidak mengenal tua atau muda, kaya atau miskin, pejabat atau rakyat biasa.

Allah SWT berfirman yang artinya: "Dan setiap yang bernyawa tidak akan mati kecuali dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya." (QS. Ali 'Imran 3: Ayat 145).

Ketetapan waktu kematian setiap dari kita sudah Allah tentukan. Jadi ajal bisa datang kapanpun, jika jatah hidupnya habis pasti akan maninggal meski usia masih belasan tahun.

Manusia itu lemah, tidak ada manusia yang hidup abadi di dunia ini. Sebagai seorang muslim sudah pasti mengimani hari pembalasan, surga dan neraka. Adanya Iman tersebut yang menjadi kontrol (pertimbangan) sebelum beramal. Karena ia yakin setiap amal yang dilakukan, Allah SWT akan mintai pertanggung-jawaban di hari pembalasan (Yaumul Hisab). Amal itulah yang menentukan kehidupannya di akhirat, apakah berada di surga atau neraka.

Oleh karena itu, setiap amalan yang dilakukan harus sesuai ridha dengan Allah SWT agar bernilai pahala, yaitu dilakukan dengan ikhlas dan sesuai dengan yang Rasulullah SAW contohkan. Rasulullah SAW bersabda "Menuntut Ilmu adalah kewajiban setiap Muslim." (HR. al-Baihaqi dan ath-Thabrani). Mengkaji Islam itu penting pake banget, agar setiap hal yang dilakukan menjadi amal shalih, maka butuh ilmu yaitu dengan mengkaji Islam.

Rasulullah SAW mengingatkan dalam sabdanya: “Jika kamu ada di waktu sore, jangan menunggu pagi. Jika kamu ada di pagi hari, jangan menunggu hingga sore. Jadikanlah masa sehatmu (untuk beramal shalih) sebelum datang masa sakitmu) dan jadikanlah masa kehidupanmu (untuk beramal shalih) sebelum datang kematianmu.” (HR al-Bukhari). So, yuk segera mengkaji Islam dan beramal shalih, jangan menunda-nunda seolah kita punya banyak waktu padahal kematian adalah suatu kepastian yang bisa datang kapanpun. (reper/ar)

Posting Komentar untuk "Pemuda Dan Kematian"