Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pengen Jadi Youtober? Yakin?


Oleh: Hasna Dieni Rozanah (Santri Ma'had Darul Bayan Sumedang)

Hmm.. zaman udah makin canggih aja, generasi milenialnya pun udah akut nihh.. hehe. Dari mulai hal-hal yang kecil juga, makin sini makin gak jadoel. Tren yang aneh-aneh makin melejit. Mau transaksi aja sekarang sudah semakin mudah gengs. Mau beli atau mau jualan pun sekarang mah gampang aja, iya gak? Tinggal klik dan klik, masukin keranjang, pilih-pilih, bayar, beres deh. Lalu, tinggal tunggu datangnya barang deh.

Yes... Semudah itu kan dunia ketika sudah bersentuhan dengan internet? Segalanya dibuat online, apalagi musim Pandemi kek sekarang. Makin sering aja nih kita ada di dunia maya. Dari yang untuk kuliah, kerja, sekolah, ngajar, bisnis dan masih banyak lagi deh.

Karena di rumah aja, sampai-sampai, ada banyak youtuber yang makin bermunculan juga. Banyak yang tiba-tiba viral, terkenal, ada juga remaja-remaja yang aktif dalam bertiktok ria, membuat video-video prank ataupun hal-hal yang bertujuan untuk have fun saja. Duh miris... Apalagi video prank remaja, makin sini makin gubrak dehh! Gak ada akhlak. Misalnya seperti Ferdian Paleka, ia membuat konten YouTube berupa prank dan yang membuat dia jadi trending topik itu karena perilakunya yang berlebihan, yaitu prank ngasih sembako, padahal isinya adalah sampah. Ehh, keknya karma deh, karena netizen peka kalau itu bukan hal yang baik, akhirnya dialah yang di cap sebagai seolah-olah sampah.

Belum lagi ulah selebgram-selebgram yang tiba-tiba viral, seperti ulahnya Kekeyi nih yang sempat jadi trending topik. Apa lagi sih yang dilakukan Kekeyi? Yups, dia muncul dengan sesuatu yang baru, yaitu nyanyi dengan membawakan lagu berjudul "Aku Bukan Boneka", yang justru malah menuai pro kontra, ada yang memberi apresiasi, ada juga yang malah mencibirnya. Gimana gak mencibir coba, lah wong videonya juga unfaedah.

Selain itu, sempet juga ada video yang malah ngeprank mamahnya sendiri untuk meminum air di botol tapi dari jarak jauh. Setelah dicontohkan, mamahnya dimintai untuk mengambil handuk kecil sembari mamahnya pergi untuk membawa barang itu. Dia malah melonggarkan tutup botolnya, bahkan hampir terbuka. Lalu saat bagian ibunya itu bermain, otomatislah airnya nyembur ke kepala dan seluruh wajah ibu itu. Gila gak sih liat orang yang berani-beraninya ngeprank ibu sendiri apalagi ini dengan hal yang gak pantes ditujukan dari anak kepada seorang ibu.

Ya ampun bikin ngelus dada deh, ngeliat macem-macem remaja zaman sekarang tuh. Udah gak diperhatikan lagi adab-adab terhadap orang lain, teman, guru bahkan orangtua. Ampuunn.. belum lagi hukum-hukum Syara' yang masih banyak dilanggar. Gak kebayang kan dosanya sebanyak apa.

Kalau misalnya kita perhatikan lagi tujuan hidup kita, dan harus seperti apa sih kita hidup ini? Maka, kita akan tersadarkan dengan fakta-fakta hari ini yang memang banyak kaum muslimin yang jauh dari nilai-nilai Islam.

Nah, kita sebagai remaja muslim nih, sudah seharusnya menata kehidupan kita sesuai dengan aturan-aturan Allah, bahasa kerennya sih terikat dengan hukum Syara'. Termasuk dalam menyediakan atau membuat konten-konten di YouTube.

Untuk itu, agar tidak menjadi hisaban yang buruk atau tidak bermanfaat alias unfaedah atau sia-sia. Maka, kita usahakan konten yang kita buat adalah konten yang bermutu dunia akhirat. Dengan cara apa? Harus sesuai dengan batasan-batasan yang sudah ditentukan di dalam Islam. Jangan sampai kita ngelanggarnya demi membuat konten yang menarik saja, tapi malah unfaedah bahkan membuat kesalahan ataupun menyesatkan.

Ingat ternyata amalan kita ini, bisa menghasilkan pahala investasi, bagi yang senantiasa menyerukan kebaikan. Tapi, bisa juga malah menjadi dosa investasi. Gara gara perbuatan salah yang kita lakukan, malah diikuti oleh banyak orang. Ehh kita gak nyadar deh kalo itu dosanya ikut ngalir ke kita, gara-gara kita yang pertama kali membiarkannya.

Guys, sudah seharusnya nih remaja muslim ketika ingin menjadi Youtuber, harus jadi youtuber yang berkualitas, menjadi pelopor dalam kebaikan, serta harus membuat konten yang bermanfaat dan ma'ruf. Maka, jangan lupa untuk terus mencari ilmu, karena apa yang akan disampaikan kalau ilmunya aja belum punya? Mungkin akan terkesan ribet dan gak leluasa untuk bebas berekspresi sesuai keinginan. Tapi, itulah konsekuensi. Hidup adalah pilihan. Dan apapun yang kau pilih, ingatlah itu juga yang harus kamu pertanggung jawabkan pada Allah di akhirat kelak. So, pengen jadi youtober, yakin?
(reper/yuni)

Posting Komentar untuk "Pengen Jadi Youtober? Yakin?"