Ponpes Hendak Dibuka, Serius?
Oleh: Khoridatul Hikmah (Pelajar)
Upaya pemerintah untuk membuka sekolah-sekolah sepertinya masih menimbulkan masalah lagi.
Misalnya saja seperti yang dilaporkan oleh acara stasiun televisi Jawa Pos TV, Pojok Kampung (16/06/20) bahwa sebuah SD unggulan di Lamongan Jawa Timur terpaksa menutup kembali sekolahnya. Hal ini disebabkan pula oleh sulitnya mengkondisikan siswa saat beraktivitas di sekolah. Kepala sekolah di sekolah tersebut mengkhawatirkan kondisi para siswa jika tidak tertib melaksanakan protokol kesehatan akan berpotensi penularan covid-19.
Dan sesuai anjuran Menkes, jika memang ada tambahan angka positif covid-19 setelah dibukanya sekolah-sekolah, maka sekolah akan ditutup lagi(https://www.suara.com/news/2020/06/16/180500/menkes-sekolah-bisa-ditutup-kalau-ada-kasus-positif-covid-19)
Meskipun memang ada sekolah-sekolah lain yang masih bisa melanjutkan kegiatan belajar mengajar nya, namun memang menjadi kesulitan tersendiri menemani siswa belajar dengan tetap tertib protokol covid-19.
Sementara beberapa negara di dunia yang awalnya juga membuka sekolah-sekolah saat masa new normal life pada akhirnya juga menutupnya lagi, sebabnya satu, penambahan angka positif covid-19, bahkan melonjak.
Misalnya saja Di Beijing, sekolah dan pasar kembali ditutup sejak ada penambahan kasus (https://m.merdeka.com/dunia/covid-19-kembali-mewabah-beijing-tutup-sekolah-lagi-dan-batalkan-1255-penerbangan.html)
Penutupan sekolah kembali ini tentunya karena situasi pandemi yang belum stabil sehingga mengkhawatirkan akan terjadi penularan di area sekolah.
Hal ini seharusnya juga selayaknya menjadi kacamata bagi Pesantren-pesantren di tanah air yang ingin membuka kembali untuk para snatrinya.
Apalagi, kehidupan di Pesantren yang mana seluruhnya selalu bertemu dengan banyak orang dan bahkan bisa saja menjadi klaster jika lengah dalam mentaati protokol covid-19.
Sama-sama kita ketahui, kehidupan santri seperti makan bersama, tidur dalam satu kamar dengan banyak orang, antri kamar mandi dan lain sebagainya tentunya harus mendapatkan perhatian lebih.
Maka diperlukan adanya pengetatan keras jika tetap ingin membuka pesantren.
Dilaporkan oleh stasiun televisi RCTI, pada acara Seputar Inews Siang, Khofifah Indar Parwansa meninjau langsung persiapan pembukaan Pondok Pesantren Tebuireng Jombang dalam waktu dekat (17/08/20).
Yang mana Pondok Pesantren Tebuireng sudah melakukan persiapan protokol kesehatan berupa penataan meja makan bagi santri supaya tak berdesak-desakan.
Sedangkan salah satu Pesantren di Pasuruan sudah terbuka bagi para Santri. Namun mereka tetap menerapkan aturan seperti wajib mencuci tangan, pengecekan suhu sebelum masuk are pesantren, diberlakukan gelombang kedatangan dan lain-lain. Seperti yang sudah dilaporkan program stasiun Jawa Pos TV, Jatim Awan (17/06/20)
Walaupun sebetulnya kebijakan Pesantren-pesantren tersebut terkesan terburu-buru menurut penulis.
Memang menjadi dilema bagi para pengajar Pesantren ketika harus 'merumahkan' santri mereka. Karena suasana di rumah yang tak kondusif dapat membuat para Santri malas belajar dan beribadah, tidak semaksimal di Pesantren.
Sudah tepat jika mau membuka Pesantren tetap teguh dengan batas-batas yang berlaku. Dan akan lebih baik jika sebelum memulihkan aktivitas Pesantren, para penghuni Pesantren terlebih dahulu di Rapid Test. Juga bagi para santri yang akan datang. Setidaknya ada surat keterangan bebas covid-19.
Sebetulnya, bukan salah Pesantren jika mau menjalankan lagi aktivitas normal. Kita semua ada dalam sisi dilematis. Jadi yang salah adalah langkah awal kebijakan Pemerintah Negeri ini. Jika di awal Pemerintah berani mengambil keputusan Lockdown, maka bisa dengan cepat pandemi ini usai.
Kebijakan covid-19 pemerintah yang semakin hari semakin memusingkan rakyat inilah yang juga menjadi awal dari masalah-masalah baru yang muncul dalam negeri.
Lalu, masihkah kita yakin bahwa kepemimpinan yang didasari sistem kufur Demokrasi Sekuler ini mampu mengayomi semua manusia dengan aman? Masihkah kita ragu dengan solusi-solusi solutif yang ditawarkan Islam?
Yang mana seluruh solusinya tak pernah menimbulkan masalah baru. (reper/az)


Posting Komentar untuk "Ponpes Hendak Dibuka, Serius? "