Remaja Pembunuh? Ayo Selamatkan...
Oleh: Nur Fitri (The Voice of Muslimah Papua Barat)
Beberapa bulan lalu kita Sempat dikejutkan terkait pemberitaan remaja putri yang membunuh anak berusia 5 tahun lalu menyerahkan diri kepada Polisi, kini kita dikejutkan kembali dengan kasus 4 remaja putri yang membunuh driver online dikarenakan kebingungan membayar ongkos perjalanan yang mereka lakukan.
Dilansir dari liputan6.com Kasus ini berawal saat ERS dan TCG memesan angkutan online yang dikendarai korban yang berusia 60 tahun berstatus pensiunan PNS dengan tujuan Pangalengan dari Jakarta. Karena lokasi tujuan jauh, mereka sepakat diantar mode off line dengan ongkos Rp1.700.000. Mereka kemudian menjemput AS di daerah Jonggol, Kabupaten Bogor. Setelah sampai di Pangalengan melalui Tol Cipularang, mereka menjemput KSA.
Niat melakukan pembunuhan terjadi saat mereka kebingungan untuk membayar ongkos. ERS kemudian mengambil kunci Inggris yang ada di dalam mobil dan menghantamnya ke kepala korban. Korban tidak bisa melakukan perlawanan karena dibekap dan dipegang dari belakang oleh KSA. AS membantu mereka membuang jenazah korban ke tebing. Sedangkan TCG berperan membuang semua barang bukti. (https://m.liputan6.com/news/read/4240187/kronologi-4-remaja-perempuan-di-bandung-bunuh-sopir-taxi-online-dengan-kunci-inggris)
Dari al-Barra’ bin Azib radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Hilangnya dunia, lebih ringan bagi Allah dibandingnya terbunuhnya seorang mukmin tanpa hak.” (HR. Nasai 3987, Tirmidzi 1455, dan dishahihkan al-Albani). Sungguh, Realita yang sangat menyayat hati melihat remaja hari ini yang dengan sangat berani menghilangkan nyawa manusia dengan alasan-alasan sepele.
Usia Remaja merupakan usia dimana seseorang mulai mencari jati dirinya melalui apapun yang di inderanya. Sayangnya dalam sistem hari ini terjadi liberalisasi diberbagai bidang termasuk bidang pendidikan, teknologi, kebudayaan dan lain sebagainya. Segala bentuk pemikiran secara bebas diakses bahkan dipaksakan untuk dikonsumsi oleh remaja muslim sehingga remaja muslim hari ini berada dalam kebingungan, pemikiran mana yang harus diambil. Remaja cenderung mengambil pemikiran yang sesuai dengan nafsu mereka. Sehingga mengakibatkan krisis identitasn sebagai seorang muslim sejati terutama seorang muslimah yang memiliki peran penting dalam sebuah peradaban.
Remaja hari ini membutuhkan penanganan yang lebih serius dari berbagai pihak. Dalam Islam ada tiga pilar pembentuk Ketaqwaan yang bisa mengatasi dan mengembalikan identitas serta Ketaqwaan mereka sehingga remaja muslim bisa produktif dalam beramal solih.
Pertama, Pembinaan individu untuk mewujudkan ketaqwaan individu. Inilah peran muballigh/muballighoh untuk membina individu dengan keimanan yang kuat, memahamkan syariat-nya Allah yang lengkap, tidak hanya masalah ibadah saja, namun juga aturan tata pergaulan, ekonomi, pendidikan, pemerintahan, dan sebagainya.
Kedua, Kontrol masyarakat akan terwujud apabila masyarakat sudah mempunyai pandangan yang sama, opini yang sama tentang mana yang baik dan buruk. Inilah perlunya muballigh/muballighoh untuk terus membina masyarakat dengan menyampaikan syariat Islam secara utuh, tidak hanya masalah ibadah saja yang disampaikan tapi juga hukum-hukum yang lain. Sehingga masyarakat akan punya cara pandangan yang sama yaitu memandang menggunakan kacamata Syariat, misalnya terkait berduaan laki dan perempuan yang bukan mahram adalah harom maka masyarakat pun akan saling menjaga agar tidak terjadi hal-hal yang mendekatkan pada hal tersebut.
Ketiga, Negara yang menerapkan aturan kebaikan. Tentunya aturan kebaikan adalah aturan yang berasal dari yang Maha Baik yaitu Allah swt. Aturan kehidupan yang lengkap dan membawa maslahat . Inilah syariat Islam. Jika diterapkan akan menentramkan tidak hanya untuk Muslim tapi juga non Muslim.
Maka Negara ini akan menerapkan kurikulum yang menghasilkan generasi bertaqwa dan cerdas, kurikulum yang dilandasi keimanan. Negara ini pula yang akan mengatur infokom sehingga tidak ada satu pun situs atau tayangan televisi yang merusak akhlak generasi.
Dengan demikian,perilaku-perilaku menyimpang seperti pembunuhan, perzinaan dan lainnya akan teratasi. Semua ini akan terwujud jika Negara ini berdiri karena iman, takut kepada Allah Subhanahu Wata’ala dalam mengurusi urusan umat adalah tanggungjawab yang nanti akan ditanya di akherat.
Wallahu’alam Bishowab.. (reper/zia)


Posting Komentar untuk "Remaja Pembunuh? Ayo Selamatkan..."