Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sekulerisme Pemicu Pergaulan Bebas


Oleh: Sayyid Ibadurrahman (Komunitas Remaja Kuy Hijrah)

Menurut Hasil Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) Tahun 2017, terutama yang terkait degan kesehatan reproduksi remaja menunjukkan perilaku pacaran menjadi titik masuk pada praktik perilaku berisiko yang menjdikan remaja rentan mengalami kehamilan di usia dini, kehamilan di luar nikah, kehamilan tidak diinginkan, dan terinfeksi penyakit menular seksual hingga aborsi yang tidak aman. Survei tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar remaja wanita (81%) dan remaja pria (84%) telah berpacaran. Empat puluh lima persen remaja wanita dan 44 persen remaja pria mulai berpacaran pada umur 15-17.(bkkbn.co.id, 13/8/2020)

Bahayanya pergaulan bebas telah digambarkan dalam Film “Dua Garis Biru” adalah sebuah film drama remaja Indonesia tahun 2019 yang disutradarai oleh Ginatri S. Noer dan diproduksi oleh Chand Parwez Servia yang diproduksi oleh Starvision Plus. Film ini mengangkat tema kehamilan remaja dan pernikahan dini. Orang tua bertengkar, saling menyalahkan antara suami-istri, masa depan kedua remaja terancam kehancuran dan masa muda terpaksa dijalani penuh rasa penyesalan dan depresi

/Kenapa bisa terjadi hal demikian?/

Negeri ini menganut sistem Sekuler Kapitalistik dalam menangani pendidikan warga negaranya. Sekuler kapitalisme adalah sistem sosial yang didasarkan pada pengakuan hak-hak individu. Paradigma mendasar sekularisme tentang pemisahan agama dari kehidupan telah berhasil menjebak generasi masa kini dalam jebakan liberalisme.

Paham sekulerisme ini menyingkirkan peran agama dari kehidupan. Dari rahim sekulerisme ini, lahirlah paham-paham rusak dan merusak lainnya, termasuk paham kebebasan berperilaku dan berkeyakinan yang melahirkan krisis moral dan krisis identitas.

Ide kebebasan inilah yang lantas dijadikan senjata bagi remaja bertindak bebas bahkan kebablasan. Tak hanya di dunia nyata tapi juga merambah ke dunia maya. Bahkan pergaulan bebas tidak hanya dengan lawan jenis saja namun juga dengan sesama jenis.

/Bagaimana solusi islam mengatasi pergaulan bebas ini?/

Islam memberikan perhatian besar pada generasi muda ini.

1. Pendidikan Usia Dini

Nabi SAW mengajarkan, “Muru auladakum bi as-shalati wa hum abna’ sab’in.” (Ajarkanlah kepada anak-anakmu shalat, ketika mereka berusia tujuh tahun).

Di usia emas (golden age) seperti ini, anak-anak bisa dibentuk menjadi apapun, tergantung orang tuanya.

2. Kehidupan yang Bersih

Dengan bekal ilmu dan pembentukan mental yang sehat dan kuat, ditopang dengan pembentukan sikap dan nafsiyah yang mantap, kehidupan pemuda di era khilafah jauh dari hura-hura, dugem dan kehidupan hedonistik lainnya.

Kehidupan pria dan wanita pun dipisah. Tidak ada ikhtilath, khalwat, menarik perhatian lawan jenis (tabarruj).Selain karena modal ilmu, ketakwaan, sikap dan nafsiyah mereka, juga sistem yang diterapkan di tengah-tengah masyarakat oleh khilafah.Peran negara, masyarakat dan keluarga begitu luar biasa dalam membentuk karakter dan kepribadian mereka.

3. Sibuk dalam Ketaatan

Ada ungkapan bijak, “Jika seseorang tidak menyibukkan diri dalam kebenaran, pasti sibuk dalam kebatilan.” Karena itu, selain kehidupan masyarakat yang bersih, berbagai tayangan, tontonan atau acara yang bisa menyibukkan masyarakat dalam kebatilan harus dihentikan.

Dengan demikian maka akan dapat terbina para generasi islam yang berkualitas dan sangat berhati hati dalam bertingkah laku dan perbuatan karena mereka sadar bahwa masa muda akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah, untuk apa masa mudamu kau habiskan? (reper/toriq)

Posting Komentar untuk "Sekulerisme Pemicu Pergaulan Bebas"