Smartphone, Gak Bikin Smart!
Oleh: Arbaiya Kabes (Muslimah Perubahan Fakfak, Papua Barat)
Smartphone, itulah julukannya, alat komunikasi yang mungil itu demikian akrabnya di genggaman jutaan kaum muslimin, bukan hanya di gandrungi oleh para Remaja. Namum disemua kalangan dari anak-anak sampai bapak-bapak, istri, kakek-kakek dan nenek-nenek pun tidak ketinggalan, mereka akrab dengan benda yang satu ini.
Di rumah-rumah, jalan-jalan, angkutan umum, kantor-kantor, dan di berbagai tempat yang lain dan ini menjadi suatu kebutuhan yang utama -barangkali jika di rata-rata- hampir setiap setengah jam sekali, tangan bergerak mengambil smartphone, sentuh layar dan geser ke atas dan ke bawah, Apakah gerangan yang di baca? Macam-macam lah, dari update berita terkini, chating, telponan, Facebook, dll.
Dengan Smartphonee membuat gaya hidup para remaja saat ini menjadi Individualis atau lebih mementingkan kebebasan diri sendiri sudah banyak kita jumpai dilingkungan kita sendiri. Apalagi dengan pesatnya perkembangan Teknologi yang semakin canggih membuat para pengguna smartphone semakin dimudahkan untuk mengakses berbagai macam fitur yang diberikan,sehingga kita asyik dengan dunia kita sendiri tanpa memperdulikan orang sekitar kita.
Smartphone menjadi benda yang sangat penting, baik dalam bekerja, mengetahui informasi, hingga hiburanpun menjadi kebutuhan yang disediakan oleh benda tersebut.
Menurut statistik lembaga riset pemasaran digital perkiraan e-marketer pada 2018 jumlah pengguna aktif smartphone di Indonesia lebih dari 100 juta orang. Dengan jumlah itu. Indonesia akan menjadi negara dengan pengguna smartphone terbesar keempat yang aktif di dunia setelah China, India, dan Amerika. Indonesia tidak jauh berbeda dengan India.
Penetrasi internet di Indonesia pada 2014 menurut statistik live internet, berada pada kisaran 17% dan persentase penduduk Indonesia yang melakukan pembelian online baru sekitar 16%.
Kecanduan Smartphone biasa menghambat kehidupan normal dan mempunyai dampak negatif artinya menghambat semua aktifitas yang biasa dilakukan akan lebih lambat dari biasanya. Banyak waktu yang terbuang sia-sia. Mengapa karena Smartphone kita gunakan bukan untuk Chatting, telpon, SMSan namun kita gunakan untuk media social seperti facebookan, twitteran, IG atau melihat aplikasi lainya. Secara berlebihan tanpa mengontrol waktu secara baik. Sehingga membuat para pengguna terlena sehingga melalaikan tugas dan tanggungjawab yaitu beribadah kepada Allah. Kita tahu bahwa segala sesuatu yang berlebihan dan membuang -buang waktu itu adalah temannya setan karena ada sabda Nabi SAW bermaksud: “Tiadalah seorang lelaki dan perempuan itu jika mereka berdua-duaan melainkan syaitanlah yg ketiganya.” (Hadis Sahih)
Berawal dari media sosial juga sering terjadi tindak kejahatan seperti penipuan, pembunuhan, pemerkosaan, penculikan dan lain-lain. Seperti yang terjadi beberapa hari lalu di Tanggerang, kasus pemerkosaan seorang gadis yang dilakukan beberapa pria berujung maut. Salah seorang pelaku yang juga pacar korban mengaku mengenal gadis usia 16 tahun yang tewas usai diperkosa bersama teman-temannya tersebut lewat media sosial, dan mirisnya ini adalah satu dari sekian banyak kasus yang terjadi.
Kenapa hal ini bisa terjadi? Karena para pengguna smartphone ini tidak menjaga diri dari hal-hal yang merugikan mereka. Dalam hal ini, Islam berpandangan bahwa diharuskan para pengguna Smartphone mengetahui bahwasanya akan lebih banyak mudharatnya apabila pengguna tidak menggunakannya dengan bijak. Maka pada hal ini, para ulama telah merumuskan dan menentukan bagaimana pengguna memahami etik dan adab menggunakan Smartphonee.
Berikut adalah beberapa adab untuk menggunakan Smartphone:
1. Khalwat
Berbicara antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahram pada dasarnya tidak dilarang apabila pembicaraan itu memenuhi syarat-syarat yang sudah ditentukan oleh syara’. Seperti pembicaraan yang mengandungi kebaikan, menjaga adab-adab kesopanan, tidak menyebabkan fitnah dan tidak khalwat. Begitu jika hal yang penting atau berhajat umpamanya hal jual beli, kebakaran, sakit dan seumpamanya maka tidaklah haram.namun membicarakan hukum chatting itu sendiri. Pertama, adalah hukum bicara dengan lawan jenis yang bukan mahram. Kedua, adalah hukum khalwat.
“Janganlah ada di antara kalian yang berkhalwat dengan seorang wanita kecuali dengan mahramnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Khalwat adalah perbuatan menyepi yang dilakukan oleh laki-laki dengan perempuan yang bukan mahram dan tidak diketahui oleh orang lain. Perbuatan ini dilarang karena ia dapat menyebabkan atau memberikan peluang kepada pelakunya untuk terjatuh dalam perbuatan yang dilarang.
Khalwat bukan saja dengan duduk berduaan. Tetapi berbual-bual melalui telepon di luar keperluan syar’i juga berkhalwat karena mereka sepi dari kehadiran orang lain, meskipun secara fisik mereka tidak berada dalam satu tempat, namun melalui telepon mereka lebih bebas membicarakan apa saja selama berjam-jam tanpa merasa dikawal oleh siapa-siapa. Dan haram juga ialah perkara-perkara syahwat yang membangkitkan hawa nafsu contohnya yang berlaku pada kebanyakan muda-mudi atau remaja-remaja sekarang dimana sms, email, atau Facebook seumpamanya menjadi alat untuk memadu kasih yang memuaskan nafsu dan sebagainya.
2. Menjaga pandangan
Bagaimana perintah Islam dalam menjaga pandangan?Tafsir Surah An-Nuur Ayat 30
قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْۚذَٰلِكَ أَزْكَىٰ لَهُمْۗإِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُون
Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman, “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.”
"Janganlah kamu mendakati zina itu adalah perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk" (Q.S Al. Isro : 32)
Maka kontrol dari keluarga sangatlah penting untuk mengawasi setiap aktivitas yang mereka lakukan dalam menggunakan smartphone. Apabila orang tua tidak mengontrol dan lalai akan membuat mereka ketagihan dan dapat melakukan hal- hal yang menyimpang. Dan maka itu dari sejak dini sudah tanamkan nilai - nilai aqidah terhadap mereka agar mereka mampu membedakan mana yang baik dan buruk.
Maka ajak mereka untuk menyibukkan diri dengan sering melakukan aktivitas yang bermanfaat seperti mengkaji Alquran, bergabung dengan komunitas-komunitas remaja yang positif dan bergaul dengan kawan yang shalih agar bisa mengambil manfaat dari kebaikan serta keshalihannya. Dengan demikian maka diharapkan bisa merubah perilaku mereka menjadi lebih baik. (reper/baim)


Posting Komentar untuk "Smartphone, Gak Bikin Smart!"