Sukses Dunia, Yakin bahagia?
Oleh: Hanna Salsabila AR. (Anggota Komunitas Setajam Pena)
Jagat sosmed akhir-akhir ini ramai dengan berita salah satu trainee asal Indonesia yang berhasil debut sebagai Idol disebuah grup idol "Secret Number" di Korea Selatan. Sebut saja Dita Karang, banyak yang bilang prestasinya ini membawa nama kebanggaan bagi Indonesia diluar sana. Bahkan tak jarang, Non-Kpop pun mendukung Dita Karang beserta grup idolnya agar bisa terus maju dan berkembang.
Dalam suatu wawancara online, Dita Karang sempat bercerita bahwa perjuangannya sejak dari trainee sampai menjadi idol saat ini benar-benar sulit. Memang tak asing lagi, bagi dunia entertainment Korea latihan benar-benar dioptimalkan, mulai dari latihan dance sampai latihan menyanyi. Dita menambahkan dulu sebelum menjadi trainee di Korea, dia telah melewati banyak ujian hingga jatuh bangunnya pun telah dia rasakan. Seperti dilansir detik.com (26/5/2020), Dita pun mengaku berkali-kali mencoba ikut audisi di berbagai bidang, tak hanya audisi K-Pop. Namun takdir membawanya kepada Vine Entertainment dan debut bersama Secret Number.
Setelah berita tentang Dita karang ini menyebar, akhirnya banyak netizen terkagum-kagum bahkan ada yang sampai berharap dan berandai-andai bisa seperti Dita Karang. Sukses dan tampil cantik molek, dan bahagia, begitulah. Tapi apa benar dengan seperti itu menjadi puncak kebahagiaan manusia?
Sistem Kapitalisme yang berasaskan sekulerisme dan liberalisme menjadikan manusia menghamba pada kesenangan dunia semata. Materi yang melimpah, kebebasan berekspresi dan mengeksplorasikan diri yang seolah tanpa melibatkan Tuhan di dalamnya. Itulah tujuan sistem buatan manusia satu ini. Mengajak manusia terutama remaja lebih mengenal food, fun dan fashion, dan menjadikannya sebagai standart kebahagiaan ketika mampu meraihnya.
Padahal kita ini seorang Muslim. Penting Karena sebagai seorang Muslim, tentu kebahagiaan yang diraihnya ialah apabila ia mendapat ridho Allah SWT. Semua yang dilakukannya semata karena ingin meraih ridho Allah, dengan mengharap balasan pahala beserta syurganya yang luasnya seluas langit dan bumi. Tak terbayang bukan? Allah berfirman :
Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Setiap mereka diberi rezki buah-buahan dalam surga-surga itu, mereka mengatakan, “Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu.” Mereka diberi buah-buahan yang serupa dan untuk mereka di dalamnya ada isteri-isteri yang suci dan mereka kekal di dalamnya” (QS Al-Baqarah : 25)
Sementara itu, coba kita fikirkan kira-kira menjadi seorang idol yang cantik, lalu terkenal hingga akhirnya bahagia karena mendapat semua itu yakin bisa bahagia selamanya? Padahal Allah juga berkata :
"Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah- megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.” (QS Al Hadid : 20)
Maknanya semua kebahagiaan tadi itu suatu saat pasti akan lenyap juga, entah lenyap ditelan masa atau Allah ambil secara tiba-tiba. Sayang kan kebahagiaan Akhirat yang selamanya tertukar oleh kebahagiaan dunia yang sementara. Maka dari itu, yuk ubah standar bahagia kita. Jadikan semua standar kebahagiaan hanya untuk meraih ridho Allah dan mengharap surgaNya. Allahuakbar! (reper/az)


Posting Komentar untuk "Sukses Dunia, Yakin bahagia?"