Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

The Glory of Islam VS Darkness Without Islam


Oleh: Meutia Teuku Syahnoordin, S.Kom (Muslimah Peradaban Aceh)

Taukah sobat, bahwa kita adalah umat terbaik sepanjang jaman? Nah… buktinya apa sih? Hehe… udah baca qur’an belum hari ini, so disana terdapat banyak banget kisah umat terdahulu. Gak percaya coba deh buka qur’anmu sekarang, coba hitung ada berapa kisah didalamnnya? Banyaknya pake banget. Dari kisah para nabi dan rasul, para kaum yang diazab Allah dan keindahan surga dan ngerinya neraka. Ada juga kisah tentang bunda maryam, dan kemuliaan wanita dalam surat An-Nisaa, ilmu perbintangan dll bahkan sampai kita kenal teknologi saat ini semua berasal dari satu kitab yang sama yaitu Al-Qur’an. Karena Islam itu menuntut kaum muslim itu untuk menjadi khairu ummah (umat terbaik) dalam segala hal.

“Kamu (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena kamu) menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan berimanlah kepada Allah. Sekiranya ahli kitab beriman, tentu itu lebih baik bagi mereka. Diantara mereka ada yang beriman, namun kebanyakan mereka adalah orang-orang fasik” (QS. Ali Imran : 110)

Jadi, sebaik-baiknya manusia berasal dari umat yang terbaik, membawa peradaban mulia ini hingga membuat negara yang belum masuk ke dalam daulah Islam itu terpesona. Buktinya banyak loh..bisa kamu gooling di mbah google foto-foto para penguasa abad itu yang mengantarkan anaknya untuk belajar di negeri kaum muslimin. Keren yah..makin bangga jadi seorang muslim pastinya. Seorang muslim juga dituntut berbuat baik kepada siapapun, baik sikap dan tutur bahasanya. Kalo dengan nonmus gimana? Harus dilihat dulu, jika mereka adalah kafir harbi kita harus tegas kepada mereka jangan kebalik ya! Kaya sekarang.

Dan pastinya kalian gak kenal deh sama ilmuan terdahulu yang rata-rata lahir dari peradaban mulia yaitu Islam. Nah..Kalian tau gak yang membangun universitas atau kampus itu siapa pertama kalinya? seorang wanita muslim…ih keren banget ya! Jadi Islam juga gak kenal yang namanya emansipasi ya, dari dulu muslimah itu udah menjadi garda terdepan dalam dunia pendidikan karena ia adalah madrasatu ula (sekolah pertama) bagi anak-anaknya. Dan ada banyak lagi karya muslimah lainnya yang gak bisa kita bayangkan bagaimana luar biasanya kinerja mereka itu saat ini tiada bandingannya. Mereka itu semua berpedoman kepada Al-Qur’an seperti kisah Lukman. Jadi kalo masa kegelapan eropa para wanitanya dijadikan budak nafsu, Islam selama 14 abad sudah memuliakannya dan menghapus jahiliyah, menempatkan wanita di tempat tertinggi. Sampai di ibaratkan surga dibawah telapak kaki ibu, gak seperti kata fizi ya “kalo gak ada ibu, gak ada surga” tetap kita bisa meraih surga dengan cara yang berbeda.

Loh…jadi selama ini kita dibohongi oleh barat dong, yang mengatakan bahwa ilmuan hebat itu lahir dari peradaban barat. Idih… ngaku-ngaku ya… nah itulah barat dengan segala kebohongannya menipu kita kaum muslim dan membuat kita seolah bodoh. Jadinya apa? Kita dikenal sebagai kaum pembebek sekarang ini, kita menggunakan semua fasilitas seolah-olah dari mereka padahal pencipta awalnya adalah kaum muslimin. Sedih ya… kalo kita melihat kondisi saat ini yang penuh kehancuran dan keterpurukan apalagi itu menimpa kaum muslim sendiri.

Yah… kita ikut latah aja, main tiktok yang gak ada manfaatnya, apalagi itu cewe-cewe berkerudung. Duh mirisnya… Islam sudah mengangkat kita ketempat tertinggi penuh kemulian, eh..malah kita menjatuhkannya dan membiarkan kafir itu menginjak kita. Sobat… teknologi jangan sampai membutakan matamu ya! Seperti aplikasi face App, Tiktok dan lainnya. Gunakanlah aplikasi dan teknologi itu secara baik misal untuk perkembangan dakwah, bisnis dll.

Semakin kesini kita merasa semakin jelas ya terlihat kerusakan akibat tangan jahil manusia itu, ketika kita dilanda kekeringan gimana beberapa bulan lalu? Terus tiba-tiba hujan lebat turun malah banjir dan longsor dibeberapa daerah. Belum lagi lautan yang tenang kemudian bisa menjadi tsunami hebat yang disusul gempa bumi dll. Ngeri ya! kalo kita cerita itu, konon Aceh adalah yang terparah imbas dari semua itu. Trauma orang Aceh gak akan sama dengan lainnya, kalo kata seorang ulama dari banten itu “Aceh itu beda, Strong”. Mereka lebih percaya qadha Allah dari pada lainnya, tapi jangan lupa ikhtiar ya! karena itu bagian dari wilayah kita.

Beda kondisinya kalo kita sedang diperangi seperti Suriah, Palestina, wah… sebagai orang Aceh trauma itulah yang belum hilang. Jadi gak usah bahas yang nun jauh disanalah, kenapa bisa seperti itu? Yah…akibat terpecah belahnya kaum muslimin, sejak runtuh khilafah mereka dicerai beraikan oleh skat nasionalisme. Inilah yang kemudian menjadi sebuah gejolak hebat namun sering dilupakan. Kita tau ya! Bahwa baru-baru ini seorang warga kulit hitam tewas akibat kekejaman yang dilakukan aparat kepolisian AS, bahkan parahnya sekarang jadi challenge…parah deh. Kebayang gak setiap harinya hal itu terjadi dipalestina? Setiap hari loh sobat… wah…siapa yang mampu bersuara? Gak ada, kenapa? Karna korbannya adalah seorang muslim. Lah tapi kan manusia juga? Iyah… tapi beda  cara mereka memandang kau muslim penuh dengan kebencian.

Nah inilah yang salah sobat, ketika Allah menciptakan kita semua sama, gak ada bedanya itu jelas tertulis dalam Al-Qur’an. Inilah yang menjadi titik tolak keberhasilan Islam kenapa?,karna Islam adalah agama yang memanusiakan manusia seutuhnya sekalipun budak tapi kamu tetap dianggap manusia. Ingat ya kisahnya Rasulullah yang selalu di ludahi, namun pernahkah Rasul membalasnya walau sekali saja? Tidak… malah dicari oleh Rasul, dirangkul hingga cahaya Islam masuk ke dalam jiwanya. Jadi kalo cari teladan gak usah jauh-jauh deh…cukup Rasulullah aja.

13 abad tahun lalu sobat, Islam itu Berjaya dari segi kedokteran yang dipimpin oleh Ibnu Sina atau yang dikenal Avicena itu bisa mendunia. Menjadikan semua ilmunya itu dipakai hingga sekarang. Ada Al-Khawarizmi yang mempelajari ilmu matematika dan sains, kalo sekarang kita belajar bermacam teknologi ini juga berasal dari beliau, em…sampek pendiri FB sendiri menganggumi kecerdasannya. Ada juga Al-Idrisi bapaknya geografi dan yang membuat bola dunia dari perak untuk dihadiahkan ke raja sicilia.

Duh…kog jauh banget dengan kondisi sekarang ya…Bayangkan sekarang…umat muslim mengalami kemunduran, kebodohan akibat tidak mau belajar lagi hanya menjadi pengikut penciptanya teknologi. Duh..malunya bertemu Rasulullah jika kondisi seperti ini sobat, apa yang mau kita pertanggung jawabkan kelak dihadapan Allah saat diminta coba? Bisakah kita kembali seperti dulu meraih kegemilangan yang sama di abad 20 ini? Bisa banget sobat, caranya gimana sih? cekidot

Lihatlah faktanya dulu tentang kondisi kita saat ini, maksiat merajalela plus wabah penyakit, inilah yang mendatangkan murka Allah pada kita. Kita mau kemana kalo seandainya kematian depan mata kita? Itulah cara berfikir orang cerdas, yang diingatnya kematian depan mata, untuk itu dia terus memperbaiki amalnya. Dia mencari kebenaran tentang Islam, belajar dan menerima hingga disadari bahwa semua ini tidak akan pernah ada akhirnya kecuali diterapkan Islam secara kaffah. Karna ketika Islam diterapkan maka kemaksiatan tadi akan mampu ditangani, wabah penyakit bisa disembuhkan, “Tidaklah Allah menurunkan penyakit sekaligus pasti ada obatnya”.

Nah…kita pasti lelah ya berada di kondisi ini terus, pengen kan jalan-jalan lagi sama temen-temen. Tapi kita harus bertahan dulu seperti ini sobat, karna untuk menjaga diri kita juga. Saat ini belum ditemukan vaksin untuk menanggulangi semua wabah ini, jadi kita kudu waspada juga meski diwilayah zona hijau. Selama gak ada aktivitas lockdown total maka jangan harap deh yang lainnya, apalagi katanya ini masuk fase gelombang kedua dimana Surabaya sudah jadi zona hitam. Ngeri ya…semoga Allah lindungi kita semua dari wabah penyakit ini.

Untuk itu penerapan Islam adalah satu-satunya solusi yang ditawarkan dan sudah pernah dijalankan oleh generasi terdahulu. Solusi inilah yang nantinya akan menstabilkan kondisi habitat asli kaum muslimin yang sudah lama terjajah. Insyaallah ketika Islam diterapkan dimuka bumi semua makhluk akan merasakan berkahnya turun dari langit dan bumi. Jadi pengen segera merasakannya ya… dimana cari kerja gak susah, ortu gak marah-marah, belajar juga tenang. Ayo kita ikut dalam barisan para pejuang mulia ini, biar gak Cuma jadi penonton aja. Hehe... (reper/ar)

Posting Komentar untuk "The Glory of Islam VS Darkness Without Islam"