Waktu adalah Penentu
Oleh: Anggraini Putri Mahardita
Sejarah telah dipenuhi catatan manusia-manusia hebat yang menginspirasi dunia, entah itu dari kalangan cendekiawan, ilmuan, bahkan para ulama dan lain sebagainya.
Merekalah manusia-manusia yang mampu mengatur waktu dengan sebaik-baiknya. Memahami pentingnya waktu dan mengerti bagaimana kerugian yang kan didapat akibat tak memaksimalkan waktu yang mereka punya.
Adapun manusia yang tak tahu arti penting waktu yang dimilikinya ibarat manusia yang telah menyiakan-nyiakan suatu yang berharga dan ketika suatu saat menyadarinya maka saat itulah manusia tersebut terpenjara oleh penyesalan.
Disisi lain ada juga sebagian manusia yang memahami dengan betul pentingnya waktu namun perbuatannya sama sekali tak mencerminkan pemahamannya.
Ada beberapa alasan yang perlu kita ketahui bahwa waktu begitu teramat penting dan kita harus maksimal dalam menggunakannya.
Beberapa alasan tersebut diantaranya adalah :
• Yang pertama, waktu tidak akan dapat diulang kembali. Waktu akan terus berjalan selaras dengan bertambahnya umur. Manusia tak bisa memperlambat atau mempercepat waktu. Ia digunakan untuk kebaikan atau keburukan, untuk berkarya atau untuk diam saja semua tergantung pada kita yang menggunakannya.
• Yang kedua, waktu adalah amanah yang akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat nanti.
• Yang ketiga, waktu merupakan suatu kenikmatan yang luar biasa. Banyak manusia yang lebih bersedih karena kehilangan harta dibanding dengan kehilangan waktu. Padahal andai mereka tahu bahwa waktu itu seperti kapal, sedangkan dunia seperti laut dan akhirat seperti tujuan. Pertanyaanya bagaimama kita bisa sampai ke tujuan ketika kita kehilangan kapal di tengah laut ?
Siapapun itu, orang tua atau muda, orang baik atau pendosa, orang sukses atau tidak semua memiliki waktu yang sama. Namun siapa yang dengan benar menggunakannya untuk menggapai ridho Allah maka ia akan mendapat rahmat-Nya. Karena itulah waktu adalah penentu keberhasilan. Baik itu keberhasilan dunia maupun keberhasilan akhirat.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ ، الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ
”Ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu, yaitu nikmat sehat dan waktu senggang”. (HR. Bukhari no. 6412, dari Ibnu ‘Abbas). (reper/yuni)


Posting Komentar untuk "Waktu adalah Penentu"