Ada Apa Dengan Hijrah?
Oleh: Pebriani Khoirunnisa (Santri Ma'had Darul Bayan Sumedang)
Bangkitnya kesadaran masyarakat akan bagaimana menjadi seorang muslim yang sesungguhnya, membuat mereka ramai berhijrah dari kebiasaan yang tak sesuai dengan syariat islam menjadi orang-orang yang senantiasa bersikap dan berbuat berdasarkan tuntunan syariat. Hal ini tak hanya marak di kalangan masyarakat saja, namun kini sudah merebak di kalangan para artis dan kaum intelek pula. Kok bisa?
Ada dua faktor yang menyebabkan trend hijrah ini bisa terjadi. Pertama, adalah faktor internal, seperti yang kita ketahui fitrah manausia senantiasa menginginkan kebaikan dalam hidupnya. Jadi, ketika manusia berada pada jalan keburukan, pasti akan timbul perasaan tidak nyaman, galau, gelisah, bahkan stres. Ketika perasaaan ini muncul, maka kembali pada jalan hijrah dan islam hakiki lah yang mereka pilih. Kedua, adalah faktor eksternal, diantaranya diakarenakan banyak kerusakan alam bahkan moral manusia akibat mereka tidak patuh pada tuntunan islam, sehingga manusia tersadarkan agar kembali agar kembali pada tuntunan islam, supaya Allah meridhoi mereka dan keberkahannya menjadi solusi permasalahan dunia kini.
Dengan demikian, semangat dan tujuan umat islam pun mulai bersatu, untuk menghendaki islam agar menjadi tuntunan hidup dan solusi problematika umat kini. Seperti aksi 212 yang pernah diselenggarakan beberapa tahun silam, itu adalah salah satu bukti persatuan umat untuk menerapkan islam sebagai solusi setiap permasalahan.
Sayangnya, sebagaimana yang disebutkan Allah SWT dalam QS. Al-Baqarah ayat 102 bahwa: "Tidak akan ridho kaum yahudi dan nasrani hingga kalian mengikuti agama mereka".
Jadi, ketika fenomena hijrah menuju syariat kaffah ini marak, maka orang-orang yang anti islam akan geram dan kepanasan, sehingga mulailah fitnah-fitnah bertebaran, penghadangan dilakukan, cap kriminal disematkan, sampai pendzoliman pun tega dilakukan dengan tujuan meredam semangat kaum muslim.
Namun itu takan pernah terjadi, karena kaum muslim tak akan mau mati dalam jalan kemunafikan dan kemusyrikan. Tapi terkadang, dikarenakan dahsyatnya makar mereka, ada saja kaum muslim yang tidak kuat atau bahkan melenceng menjadi pengkhianat agama yang hina.
Bagaimana agar hal tersebut tidak terjadi?
• Pertama, tanamkan keimanan yang kokoh dalam hati.
• Kedua, teruslah hidup bersama orang-orang yang teguh pada islam kaffah.
• Ketiga, berdakwahlah untuk menciptakan masyarakat dan negara yang bersyariat.
• Keempat, inilah yang banyak orang tidak kuat dan sabar mempertahankannya, yakni istiqomah, karna ini adalah kunci kesuksesan point-point diatas.
Wallahu alam bisshowab. (reper/ar)


Posting Komentar untuk "Ada Apa Dengan Hijrah?"