Dalam Dekapan Rindu
Oleh: Faaza Aulia
Kurasakan hangatnya cahaya mentari...
Kurasakan semilir angin menerpa wajahku...
Kurasakan kegelisahan dalam setiap langkahku...
Ahh...aku rindu perasaan itu...
Yang kurasakan kini telah berganti...
Dalam bilik sempit yang sempurna...
Kurasakan perbedaan rasa...
Dalam setiap hal...
Tata kramaku perlahan memudar...
Ucapanku terkadang menyakiti...
Tawar nenawar sering terjadi...
Dimakah diriku yang lemah dulu?...
Lemah akan senyum dan wajah lelah...
Lemah akan setiap perkataan...
Lemah akan setiap perlakuan...
Bagaimana aku seharusnya membalas?...
Kurasakan getaran pada hatiku...
Inilah yang seharusnya terjadi...
Rasa menyayangi dengan pasti...
Perasaan hangat yang seharusnya kurasakan...
Wahai guruku...
Kasih sayang yang engkau berikan tiada akhir...
Telah merubah diriku...
Kurasakan ilmu yang telah engkau berikan...
Aku dalam dekapan rindu...
Rindu akan wajah lelah itu...
Rindu akan senyum yang sempuna itu...
Rindu akan semua kasih sayangmu...
Aku hangat akan setiap ucapanmu...
Aku inginkan ilmu yang bermanfaat itu...
Aku gelisah tatkala menunggumu datang...
Tak bisakah kurasakan lagi aroma itu?...
Aroma yang ada pada sudut kelasku...
Di mana aku duduk dengan pasti...
Mengharap akan adanya penyampain rasa...
Ahh...kini hanya menjadi angan...
Kulihat kalender pojok pada handphoneku...
Berapa lama aku mendekam...
Setitik penantian telah tiba...
Suara yang kurindukan menghampiri...
Wahai guruku...
Istirahat sejenakku pun engkau hampiri...
Menyampaikan motivasi untukku...
Memberi aku semangat...
Engkau tau aku lelah...
Engkau tau aku terpuruk...
Namun, engkau datang menghampiri...
Tak ada rasa lelah untukmu...
Aku dalam dekapan rindu....
Kunantikan masa itu...
Masa dimana aku akan datang kembali...
Diwilayah lembah hijau...
Yang penuh canda, tawa, dan tangis bersama... (reper/toriq)


Posting Komentar untuk "Dalam Dekapan Rindu"