Menyikapi Orang yang Membenci dan Suka Menyakiti
Oleh: Mochamad Efendi
Gaes, dalam hidup ini dibenci dan disuka itu biasa. Kita tidak bisa memaksa orang lain untuk menyukai kita, begitu pula kita tidak bisa membuat mereka tidak membenci dan menyakiti. Yang bisa kita lakukan adalah menjaga hati kita tetap bersih dari rasa benci atau dendam sehingga kita bisa terus berbuat baik pada semua orang. Lalu bagaimana menyikapi orang yang membenci dan suka menyakiti kita.
Sebaiknya, kita tinggalkan saja orang yang membenci dan suka menyakiti kita. Kata-kata serta perbuatannya yang menyakitkan tidak perlu dipikirkan dan dimasukkan kedalam hati . Kalau bisa kita luruskan agar dia mau kembali ke jalan yang benar, tapi jika tidak mau, tinggalkan saja. Kita tidak perlu mengotori hati dan tangan kita untuk melakukan hal yang sama seperti apa yang dia lakukan pada kita. Membenci dan menyakiti hanya akan kembali pada diri kita sendiri. Buah busuk pada akhirnya akan jatuh juga tanpa harus bersusah payah untuk menjatuhkannya. Begitu pula mereka yang suka membenci dan menyakiti sesama pasti akan mendapatkan balasannya setimpal dengan perbuatannya.
Mengalah bukan berarti kalah dan diam tidak berarti takut. Kita hanya tidak ingin melanjutkan satu hal sia-sia yang tidak ada ujungnya karena mengedepankan ego yang merasa paling benar dan suka menyalahkan yang lain. Jika bicara tidak membawa kebaikan dan malah memperuncing masalah diam adalah pilihan terbaik. Biarkan mereka berfikir dan berkata apapun tentang kita. Kita harus terus menjaga hati kita agar tidak ikut terpancing untuk marah, atau membenci apalagi sampai ada keinginan untuk membalasnya.
Daripada kita ikut membenci dan hanya menyakiti diri sendiri lebih baik kita fokus untuk menciptakan jejak-jejak kebaikan sebagai bekal kita nanti setelah mati. Atau kita doakan saja agar dia mau berubah dan menyadari kesalahannya. Tidak usah menyimpan dendam yang membakar hati dan menyakiti diri sendiri. Jika bisa, kita maafkan sajs semua kesalahannya, bahkan sebelum dia menyadari kesalahannya dan meminta maaf pada kita
Kita tidak bisa memaksa orang untuk berbuat kebaikan, tapi kita bisa memaksa diri kita untuk mekakukan kebaikan. Alhamdulilah, jika ada orang yang mau berbuat baik karena terinspirasi dengan lisan atau perbuatan kita, karena itu akan menjadi amal jariyah, bekal kita nanti setelah mati. Kita harus terus melakukan kebaikan secara Istiqomah meskipun tidak diapresiasi bahkan dapat caci maki, karena semua kebaikan yang kita lakukan bukan karena dorongan riya', tapi semua itu kita lakukan hanya karena ingin mendapat ridho Allah SWT.
Dalam hidup ini kita harus mampu mewarnai dengan ajaran Islam yang lurus dan mulia. Kita harus terus berbuat kebaikan pada sesama meskipun tidak semua suka pada kita. Jangan ikut-ikutan menebar kebencian yang bisa melukai hati seseorang. Kita harus bisa mewarnai dengan mengajak untuk saling berbagi kebaikan, saling mencintai dan saling menasehati sehingga tercipta lingkungan yang nyaman dan menyenangkan.
Berbuatlah pada semua orang dan tidak perlu menunggu orang lain berbuat baik pada kita. Setiap kebaikan yang kita tanam akan berbuah manis, balasan kebaikan. Sebaliknya, setiap perbuatan buruk juga balasannya akan kembali kepada mereka yang berbuat keburukan. Serahkan semua kepada Tuhan Yang Maha Adil yang tidak membalas satu perbuatan kecuali sesuai dengan apa yang sudah dilakukan. Jadi jangan ragu untuk berbuat kebaikan meskipun tidak ada yang melihat dan tidak pula dapat balasan dari manusia. Jangan pula sekali-kali berbuat kejahatan meskipun hukum manusia tidak bisa menjeratnya. Ingatlah pengadilan akhirat pada saat itu setiap orang akan diperlihatkan amal perbuatannya dan tidak diterima tebusan ataupun penolong karena semua akan mendapatkan balasannya sesuai perbuatannya.[]


Posting Komentar untuk "Menyikapi Orang yang Membenci dan Suka Menyakiti"