Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Game Online Bikin Candu, Ibarat Racun Berbalut Madu


Oleh: Anggraini Putri Mahardita

By the way siapa nih diantara kalian yang hobi banget main game online ?? Misalnya seperti Mobile Legend, PUBG, Free Fire atau mungkin game-game online lainnya ??

Yaps. Tidak bisa dipungkiri bahwa game online memang berhasil membius siapapun itu, mulai dari pemuda-pemudi bahkan hingga orang dewasa. Dan tak bisa dibilang sedikit loh yang begitu menggandrungi game online. Bahkan berdasarkan data hybrid.co.id, gamer di dunia mencapai hingga 3,5 miliar orang. Selain itu, bukti lain bahwa peminat game begitu tinggi adalah dengan semakin digemarinya konten game dan esports.

Menurut para penyuka game atau biasa disebut gamer mengatakan bahwa menjadi gamer memiliki banyak manfaat yang tidak boleh diremehkan. Bahkan dengan menjadi gamer, para gamer bisa mendapatkan pundi-pundi uang. Selain itu mereka juga mengungkapkan manfaat lain yang didapat antara lain dapat menambah hubungan pertemanan, bisa belajar bahasa asing, alat refreshing, melatih kesabaran dan ketangkasan serta masih banyak lagi.

Namun ibarat racun berbalut madu, begitulah analogi yang cocok untuk menggambarkan bahwa ada loh sisi lain yang dinafikkan oleh para gamer. Diantara banyaknya manfaat yang telah disebutkan, ternyata ada dampak negatif yang jauh lebih besar.

Diantaranya seperti :

1. Kecanduan. Yaitu ketika seseorang sudah berada dalam fase candu, maka ia akan melakukan apapun dan menghalalkan segala cara agar tetap dapat bermain game. Tak peduli jika hal tersebut dapat membahayakan nyawanya.

2. Lalai. Saking asyik bermain game dapat membuat seseorang lupa akan waktunya sholat, ibadah, istirahat, makan dan sebagainya.

3. Rugi waktu, tenaga, pikiran dan uang. Bayangkan untuk bermain game online tentu ada beberapa yang harus dikorbankan seperti finansial untuk membeli paket data, waktu untuk bermain game, tenaga dan pikiran yang dikeluarkan selama bermain game.

4. Gangguan kesehatan baik fisik maupun psikis. Seseorang yang benar-benar kecanduan game online dapat mengalami gangguan pada otak karena radiasi, gangguan pada mata karena terlalu lamanya menonton game, THT karena penggunaan headset yang berlebihan. Selain itu kecanduan game online juga dapat berdampak pada gangguan mental seperti mudah marah, agresif, tidak dapat mengontol emosi, mudah cemas, tidak dapat memanage waktu, lalai akan kewajiban, kehidupan sosial yang terganggu, insomnia dan masih banyak lagi.

Dalam pandangan Islam, adalah sebuah fitrah ketika seseorang dapat merasakan bosan atau jenuh. Maka dari itu Islam tak pernah melarang untuk sesekali mencari hiburan. Dan tentunya hiburan yang sesuai dengan apa yang diatur oleh Islam.

Namun ketika kita seorang muslim memahami konsep kehidupan Islam, tentunya tak pernah mau untuk menyia-nyiakan waktu. Karena kita menyadari bahwa hidup di dunia ini hanya sementara, dan tujuan hidup kita tidak lain dan tidak bukan hanyalah beribadah kepada-Nya. Sehingga untuk bermain game bukanlah menjadi prioritas atau menjadi sesuatu yang menyita begitu banyak waktu. Karena siapa yang dapat menjamin, kapan ajal menghampiri. Bukankah sesuatu kerugian yang amat besar ketika waktu kita di dunia lebih banyak kita habiskan dengan bermain game saja. Apa yakin mahirnya kita dalam bermain game online, dapat menghantarkan kita ke Surga-Nya? Atau jangan-jangan malah menjerumuskan kita pada Neraka-Nya.

Naudzubillah ...

مِنْ حُسْنِ إِسْلامِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لَا يَعْنِيهِ

“Di antara tanda kebaikan dalam islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat baginya. (HR. Ahmad dan Tirmidzi). (reper/az)

Posting Komentar untuk "Game Online Bikin Candu, Ibarat Racun Berbalut Madu"