Generasi Sampah di Zaman Millenial
Oleh: Fitri Sumantri (Aktivis Dakwah)
Gejala teknologi begitu memanjakan anak muda sekarang, yang katanya termasuk anak-anak mileneal dan kekinian gitu. Semakin berkembangnya teknologi, bukan malah membuat anak muda menjadi lebih kreatif. Justru malah membuat mereka bertindak jauh dari yang semestinya.
Padahal masa depan Islam terletak di tangan generasi muda muslim. Bagaimana generasi muda muslim hari ini akan jadi gambaran dunia Islam di masa depan. Dunia Islam saat ini butuh banyak gagasan, ide dan juga pendapat untuk menyelesaikan banyaknya persoalan global yang dirasakan negara maupun masyarakat.
Cuma sayang, masa-masa muda yang seharusnya penuh produktivitas dan kreativitas malah di rusak oleh anak-anak muda itu sendiri. Seperti konten-konten sampah di YouTube yang sudah serupa jamur di musim hujan saja. Anak muda kita berlomba-lomba untuk menjadi terkenal, sampai rela mempermalukan diri sendiri.
Laki-laki yang akan menjadi pemimpin bagi keluarganya, justru berlagak serupa perempuan. Perempuan yang kelak akan menjadi madrasah ula bagi anak-anak nya, justru terjerembab sama Drakor.
Yang jelas dalam pandangan agama ialah sesuatu yang sia-sia. Nggak ada faedah, manfaat dan nggak ada gunanya apa lagi pahala. Dan yang lucunya, konten-konten sampah itu justru menjadi trending topik sosial media di Indonesia. Sehingga banyak sekali anak muda melakukan berbagai hal bahkan melanggar akhlak dan adab untuk mengejar popularitas. Demi naikin followers gitu, biar nanti mendadak jadi selebgram, trus di undang stasion Tv. Hmm.. segitu bahagianya kah menjadi seorang artis?
Seharusnya masa-masa muda itu penuh dengan manfaat. Seperti generasi awal Islam yang di isi oleh anak-anak muda yang inspiratif. Seperti Syaidina Ali bin Abi Thalib yang dijuluki sebagai gerbang ilmu oleh Rasulullah, Muhammad Al Fatih yang berhasil menaklukkan konstantinopel di usia muda. Dan banyak lainnya. Itu baru namanya gemilang bukan generasi sampah. (reper/baim)


Posting Komentar untuk "Generasi Sampah di Zaman Millenial"