Ghiroh Remaja Islam, Jangan Kendor!
Oleh: Al Azizy Revolusi (Founder @Koreapi.1453)
Alhamdulillah, ghiroh alias semangat para remaja zaman now terhadap Islam semakin terlihat. Tengok saja komunitas-komunitas hijrah yang punggawa-punggawanya rata-rata berusia muda. Tak jarang di antara mereka ada yang suaranya merdu dari kalangan qori/qoriah bahkan hingga menjadi hafidz Qur’an. Maa syaa Allah.
Sepuluh atau dua puluh tahun lalu, anak-anak usia SD yang putri belum banyak yang berkerudung. Itu pun hanya mereka yang mungkin ikut MI (Madrasah Ibtidaiyah). Namun hari ini, sudah banyak siswi SD yang berpakaian syar'i, berkerudung plus jilbab dan kaos kaki.
Dulu, hanya siswi MTs (Madrasah Tsanawiyah) atau MA (Madrasah Aliyah) saja yang berkerudung. Sementara mereka yang bersekolah di SMP/SMA, masih memamerkan auratnya. Kini, keadaan sudah berbeda. Sudah banyak pelajar sekolah umum yang menutup aurat. Bahkan siswa SMP yang dahulunya memakai celana pendek, kini sudah berubah menjadi panjang. Alhamdulillah.
Hanya saja, tantangan zaman now makin menggila. Serangan pemikiran melalui teknologi mutakhir terus dilakukan oleh para Kafirun dan munafikun. Dengan internet, gadget dan lainnya, ghiroh Islam remaja Muslim hendak dirusak dan dihancurkan.
Faktanya, tak sedikit remaja yang menggandrungi gem online, aplikasi tik tok, drama Korea, dan terbaru sinetron remaja yang tayang di salah satu tv swasta. Sinetron bergenre remaja (pelajar SMP) namun menampilkan adegan orang-orang dewasa, pacaran, free sex hingga hamil lalu menikah. Seolah-olah perbuatan itu biasa dan harus didukung. Na'udzubillah.
Dalam Islam, tentu saja tayangan semacam itu akan dimusnahkan. Semua yang melalaikan dan bertentangan dengan Islam akan dilarang dan akan ada sanksi bagi para pelakunya. Ini bertujuan untuk menjaga generasi muda dari serangan budaya kufur yang menjerumuskan mereka kepada murka Allah.
Remaja Muslim adalah aset umat yang harus dijaga akal dan jiwanya. Sebab remaja hari ini adalah generasi penerus perjuangan para pendahulu kita, para syuhada yang bertaruh nyawa untuk kemuliaan Islam. Apa jadinya umat ini jika remajanya lebih memilih main gem ketimbang tadarrus, lebih suka tik tokan daripada ta'lim, dan lebih sering nonton drama/sinetron ketimbang murojaah hafalan?
Oleh karena itu, ghiroh Islam remaja zaman now tidak boleh kendor. Meski tantangan dan rintangan semakin deras, kita harus menyiapkan remaja Muslim ‘tahan banting' dengan menanamkan akidah sekokoh karang. Agar remaja tak mudah terpedaya gemerlap dunia ini.
Remaja Muslim hari ini harus lebih menyibukkan diri dalam ta'lim, tarbiyah, halaqoh-halaqoh, untuk menyiapkan bekal masa depan umat Islam dan bekalnya sendiri di akhirat. Komunitas-komunitas yang ada harus menjadi lingkungan yang baik untuk mencetak generasi yang siap menghadapi serangan musuh-musuh Islam yang hendak merusak mereka.
Saat ini, kita tidak bisa mengharapkan peran negara. Sebab sistem yang ada justru malah memperparah kondisi remaja. Kecuali sistem Islam. Sistem warisan Rasullullah Shallallahu’Alaihi Wasallam, yang telah terbukti melahirkan generasi gemilang semisal Ali bin Abi Thalib, Abdullah bin Abbas, Abdullah bin Umar, Shalahuddin Al Ayyubi, Muhammad Al Fatih.
Jika kita hendak melanjutkan generasi gemilang itu maka jangan kendorkan ghiroh Islam remaja hari ini. Tetaplah di tempat kajian, mempersiapkan diri menyambut kemenangan Islam. Memperjuangkan kehidupan Islam, mewujudkan bisyarah Rasulullah akan tegaknya Khilafah 'ala Minhajin Nubuwwah. Wallahua’lam bishshowab. (reper/baim)


Posting Komentar untuk "Ghiroh Remaja Islam, Jangan Kendor!"