Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kapal Harapan


Oleh: NR. Nuha (Member Akademi Menulis Kreatif)

Terapung di laut luas laju tak bertepi
Terawang masa di negeri yang tak berhati
Tiap doa berulang harap kapal menarik bertepi
Tetesan hujan tak jua basahi derita diri
Tiupan angin tak jua sejukkan nasib ini

Terombang-ambing di tengah laut tanpa pengganjal perut
Terasa semburat bara kecut, keluh dan kalut 
Tak jua air laut buat haus kian susut
Tertoreh rasa manusia pada insan benar telah susut

Klaustrofobia benar nyata menguasai kolong langit
Kolonialisme negara bangsa belenggu merdeka pada umat
Kami lihat langitmu biru segar airmu jernih nikmat
Kira ada tempat berbagi untuk kami yang sekarat
Konon negeri zamrud khatulistiwa miliki hati hangat
Kesejahteraan dan kemakmuran ternyata di negerimu juga berkabut
Kesenjangan dan kezhaliman palingkan sebagian mata pada perut

Negeri yang pernah jadi bagian khilafah
Nyata juga dalam hidup alami susah 
Nyaris tak tersisa kecuali semangat yang bersyariah
Nasionalisme ternyata memotong uluran tanganmu jadi jauh
Neoliberalisme menyibukkanmu dari jihad bebaskan ikhwah

Mengapa langit kita sama suram nan temaram
Mengapa nasib kita sama bagai buih siap tenggelam
Mestilah ada salah arah pandang kapal kita karam
Menyisakan rasa marah namun akal dan aturan terkekang keram

Bersama tentu membuat kita lebih baik
Bersama tentu membuat kapal kita akan laik
Belum jika tak sama kita barui kuatkan pasak
Belum jika tak samakan pandang ini sangat mendesak
Bersatu dalam ikatan aqidah dan syariah yang layak

Ayo apalagi yang mau kau nanti?
Anak negeri tak kan siap bila tak kau terus iqamati
Alunan tipu rayu liberal nan hedonis mematikan hati
Apatis sikap sekuler nan individualis menjauhkan diri
Apalagi kesempatan kapital nan permissif menutupi nurani 

Wahai insan sudahi banggamu berbaju kolonialis
Warna keruh berbau amis tak lagi humanis
Warisan peradaban gemilang bukan sekedar angan manis
Waktu bergulir nan pasti kau pancangkan akhir imperialis

Leburkan pikir, rasa dan atur sikap dalam barisan yang satu
Libas pikir, rasa dan atur imperialisme yang semu 
Lautkan kapal kokohkan kuatnya untuk beradu gelombang gaduh
Labirin arus yang kita arungi akan membawa kita sampai ditujuan itu
Lazimkan semua panji kemenangan agar semua mata pada khilafah yang ditunggu. (reper/ar)

Posting Komentar untuk "Kapal Harapan"