Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kasih Tanpa Batas...


Oleh: Yuneni N K

Salah satu yang paling diminati Andini saat ini, dia ingin sekali mengajak Ibunya untuk umroh. Andini, gadis muda yang baru lulus dari SMA tahu bahwa ibunya ingin sekali berangkat umroh. 𝙎ejak ia masih kecil Ibunya ingin sekali berangkat umroh. Tapi belum ada kesempatan. Ia harus banting tulang menyekolahkan anaknya. Sebut saja Bu Maimun.

Bu Maimun, janda muda usia 42 th yang harus bekerja sebagai buruh pabrik dan yang hanya mendapat kan gaji tiap minggunya 80 ribu rupiah. Dia harus menyekolahkan 3 orang anaknya dan menghidupi keluarganya.

Tiap hari sepanjang ia menuju tempat kerjanya, bu Maimun tampak ceria. Ia selalu berpikir positif bahwa ia mampu untuk menyekolahkan anaknya walau gajinya itu hanya cukup buat makan.
Namun, bu Maimun yakin bahwa walau hanya 80 ribu itu Ia dapat menghidupi keluarganya serta menyekolahkan anaknya. Ia percaya bahwa Allah akan mencukupkan dan memberi rizki dari arah yang tak disangka sangka.

Suatu ketika saat di tempat kerja, tanpa sengaja Bu Maimun mendapatkan omelan dari mandornya. "Maimun, kamu itu bagaimana, kerja saja tidak pecus! Kuliti udang saja belepotan. Bla... Bla..
Bu Maimun kaget, mengapa mandor yang biasanya bersikap baik padanya tiba tiba berbicara seperti itu.
Meski mendapat teguran dari atasan yang tak biasa, ia mencoba untuk tetap sabar. ia yakin kalau ia sangat bersih dan teliti menguliti udang.

Bu Maimun merasa itu adalah teguran pertamanya setelah sekian tahun mengabdi di perusahaan itu. Ia bertanya dalam hati, " Ya Allah, apa yang saya lakukan, saya tadi sudah teliti menguliti, kenapa bisa ada udang yang belum bersih tadi di sana?", tanyanya dalam hati.
Ia belum tahu bahwa di tempat kerjanya ada satu orang yang tidak suka kepadanya karena merasa iri bahwa Maimun lah yang selalu mendapat pujian terbaik dari atasannya selama bertahun-tahun tahun.
"Ah, ya Allah... Aku pasrahkan semua kepada Engkau! " Doanya dalam hati.
Ria sebut saja teman Maimun yang telah berbuat curang itu di ujung jalan tersenyum dan mencibir Maimun dengan ungkapan tidak mengenakkan. "Dasar, tua tua belepotan!"

Maimun terhenyak dan menoleh. Terlintas di benaknya kalah Ria lah yang mencoba membuat Maimun ditegur atasannya. Tapi Ah..maimun tidak mau berburuk sangka. Ibu tiga anak itu mencoba berlapang dada.
Dari kejauhan tampak Widi yang terengah-engah berlari ingin menyusul Maimun. "Hai, Bu Maimun tunggu.. Saya ada kabar untukmu.. Tunggu! Kemudian Maimun berhenti dari jalannya dan bertanya, " Ada apa Widi kamu terengah engah begitu seperti mau mengabarkan berita buruk saja!"..

Ia Bu... Saya mau memberi tahu bahwa sebenarnya yang sudah membuat Bu Maimun ditegur Pak Rudi itu adalah Ria. Ria yang sengaja memasukkan udang yang belum dibersihkan ke kotak udang milik Ibu..

"Apa lah itu benar??? "
"Ah ya Allah.. Kenapa ada yang ingin berbuat yang tidak baik kepadaku meski q tidak punya niatan buruk sama orang lain." (reper/baim)

Posting Komentar untuk "Kasih Tanpa Batas... "