Kembalinya Masjid Hagia Sophia, Sinyal Kebangkitan Peradaban Islam
Oleh: Aslan alkandary
Hagia Sophia namanya diambil dari istilah yunani yang berarti Holy wisdom (kebijaksanaan suci) dibangun pada tahun 537 M oleh Kaisar Justinian I kekaisaran byzantine yang berpusat di Konstantinopel yang kita kenal saat ini Istanbul Turky.
Awal pembangunan Hagia Sophia untuk dijadikan Basilika Gereja Ortodoks yang sekaligus menjadi Gereja terbesar dan termegah saat itu. Bahkan ketika Kaisar Justinian I setelah membuat Hagia Sophia ia berkata “saya telah melampaui raja salomo”.
Pada tahun 1261 kekaisaran byzantine pernah jatuh ketangan pasukan salib, alih-alih ingin membantu memerangi bangsa arab, saljukn namun pasukan salib ini memerangi konstantinopel dan mendudukinya, sungguh aneh sesama agama kristen saling berperang, tetapi dibalik itu semua ada motif politik, ekonomi dibalik itu.
Dikarenakan agama Kristen ortodoks merupakan agama resmi dari keksaisaran byzantine. Maka ketika Hagia Sophia dikuasai pasukan salib maka fungsinya berubah dari Basilika Gereja Ortodoks menjadi Basilika Katolik Roma, walaupun masih gereja tetapi beda aliran.
Setelah itu konstantinopel direbut kembali oleh kekaisaran Byzantine, kemudian Hagia Sophia berubah menjadi Basilika Ortodoks.
Barulah pada tanggal 29 Mei 1453 M Khilafah ottoman dibawah pimpinan Sutan Mehmed II atau dikenal dengan Muhammad alfatih dapat menguasai Konstantinopel, sejak saat itu Hagia Sophia berubah menjadi Masjid. Namun pada tahun 1924, kekhilafahan islam jatuh ditangan Mustafa Kemal Attaturk yang merupakan agen Inggris, sejak runtuhnya khilafah islam yang kemudian dia diangkat menjadi Presiden pertama turkey.
Pada 1 Februari 1935 Republik Turky dibawah pimpinan Mustafa Kemal merubah Hagia Sophia yang sebelumnya menjadi Masjid kemudian berubah menjadi Museum.
Namun pada hari jum’at 10 Juli 2020 setelah pengadilan Turki memutuskan bahwa konvensi Hagia Sophia pada tahun 1934 menjadi museum adalah illegal, yang kemudian mencabut status museum yang disematkan kepda Hagia Sophia
Tentunya keputusan tersebut mendapat sambutan gembira hampir seluruh ummat islam di Turky, namun ada juga kelompok oposisi sekularisme yang menolak. Sama halnya dengan Negara-negara Uni Eropa Para menteri luar negeri dari 27 negara anggota Uni Eropa mengatakan bahwa mereka "mengutuk keputusan untuk mengubah monumen simbolik seperti Hagia Sophia," kata Borrell.
Namun demikian Presiden Turky Recep Tayyip Erdogan tetap menjadikan Hagia Sophia menjadi masjid. Perubahan status Hagia Sophia hingga jadi Masjid sekarang ini, memerlukan perjuangan panjang, tidak lepas dari kabar gembira dari Rasulullah saw. Sebagaimana dalam hadits Rasulullah memberikan kabar gembira, Rasulullah ditanya oleh salah seorang sahabat. ''Ya Rasul, mana yang lebih dahulu jatuh ke tangan kaum Muslimin, Konstantinopel atau Romawi?'' Nabi menjawab,''Kota Heraklius (Konstantinopel). (HR Ahmad, Ad-Darimi, Al-Hakim).
Maka dengan terjadinya perubahan fungsi Hagia Sophia yang sebelumnya dari Museum menjadi masjid, bertanda bahwa kebangkitan Ummat Islam di depan mata, harapan kemenangan itu pasti ada dan peradaban sekulerisme mulai tersingkirkan.
Jangan berhenti sampai di Hagia Sophia saja, terus berjuang bebaskan Negeri-negeri Islam yang lainnya yang saat ini masih menikmati pahitnya Sistem Demokrasi Kapitalisme. Hagia Sophia telah kembali fungsi menjadi masjid, seakan sejarah peradaban Islam telah kembali disaat Muhammad alfatih menaklukan Konstantinopel.
Maka sudah saatnya peradaban agung dan gemilang segera hadir, teruslah berjuang menyongsong kebangkitan Islam. Allah swt berfirman :
Artinya, “Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang salih bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.” (QS. An-Nuur [24] ayat 55). Wallahu a’lam. (reper/baim)


Posting Komentar untuk "Kembalinya Masjid Hagia Sophia, Sinyal Kebangkitan Peradaban Islam"