Liberalisasi adalah Akar Kerusakan
Oleh: Barkah Indah Juwita
Liberalisasi akan terus mengarah kepada kebebasan perilaku dalam seluruh aspek kehidupan kita. Nyata sekali terlihat bagaimana arus liberalisasi ini menyerang sektor FOOD, FASHION and FUN. Ketiganya adalah santapan lezat terutama bagi dunia remaja yang haus akan jati diri. "Fun" terwujud salah satunya adalah dengan tontonan-tontonan yang masif sekali diluncurkan oleh dunia hiburan. Tontonan yang seharusnya mampu mendidik kaum muda malah menyajikan tontonan yang merusak pemikiran.
Sebagian orang tua merasakan keresahan dengan tayangnya film yang mempertontonkan liberalisasi pergaulan. Bagaimana tidak? Singkatnya, film yang mengisahkan tentang sepasang muda mudi berpacaran yang masih duduk di bangku SMP lalu mereka berhubungan seks dan hamil di luar nikah.
Jika maksud dari penayangan sinetron ini adalah untuk memberikan peringatan kepada orangtua tentang pentingnya pendidikan seksual untuk remaja maka ini akan menjadi tujuan yang tersembunyi dan bahkan menjadi tujuan yang mengada-ngada. Faktanya dominasi dari penayangan adegannya adalah hal yang disenangi di usia remaja. Tentang fashion saat di sekolah, eksistensi diri, dan suka dengan lawan jenis yang berujung pada perzinahan, hal itu menjadi kebiasaan yang digandrungi remaja saat ini. Tayangan ini justru akan membuka pintu lebar kemaksiatan terlebih pergaulan bebas yang sekarang sudah menjamur di setiap jenjang usia.
/Islam dan Remaja/
Islam adalah agama yang sempurna, aturannya menyeluruh meliputi seluruh aspek kehidupan. Salah satunya bagaimana Islam menjaga remaja. Dalam hal tontonan yang akan dikonsumsi remaja, Islam yang diterapkan di dalam suatu negara secara menyeluruh akan menutup semua pintu-pintu maksiat. Baik itu media online, TV, maupun cetak yang menyuguhkan tontonan tidak mendidik. Negara akan berusaha memblokade situs-situs yang dapat merusak pemikiran rakyatnya khususnya generasi muda. Dan akan mengganti dengan tayangan-tayangan yang bisa membentuk pemikiran dan pemahamannya untuk senantiasa menaati perintah Alloh dimanapun dan kapanpun.
Negara yang menerapkan Islam Kaffah akan menyusun kurikulum-kurikulum pendidikan. Agar dari jendela SD, SMP, SMA dan Perguruan Tinggi akan lahir generasi penerus seperti Bilal bin Rabbah, Mush’ab bin Umair, Muhammad Al Fatih, Usamah bin Zaid, Ibnu Sina dan lain sebagainya. Bukan generasi abal-abal yang selalu melow dengan virus-virus merah jambu. Generasi yang terjebak dalam pergaulan bebas tanpa batas.
Bukan itu saja, Islam mengatur hubungan antara laki-laki dan perempuan dalam kehidupan sehingga Negara akan memberikan sanksi yang tegas jika terdapat kemaksiatan-kemaksiatan yang terjadi ditengah-tengah masyarakat dengan aturan Islam. Bagaimana islam akan memberikan sanksi yang tegas terhadap pelaku zina baik dari kalangan remaja hingga orangtua. Sehingga tidak ada lagi yang berani melakukan kemaksiatan. (reper/az)


Posting Komentar untuk "Liberalisasi adalah Akar Kerusakan"