Mencari Bekal Hidup, Bukan Gaya Hidup
Hai Gaiss, gimana kabarnya nih? Alhamdulillah pada hari Ahad, 5 Juli 2020 telah dilaksanakan kajian online spesial millenial di Channel YouTube MSH TV. Kajian ini diadakan oleh Ma’had Syaraful Haramain di setiap hari Ahad sore.
Kajian dengan konsep semi talkshow ini menghadirkan Kak Salsabila Maghfoor, atau ramah disapa dengan Kak Bella dan dipandu oleh Kak Sandra Ansoriah, dengan mengangkat tema “Mencari Bekal Hidup, Bukan Gaya Hidup.”
Di awal kesempatan Kak Sandra menjelaskan tentang alasan mengapa tema ini diangkat, ternyata karena banyaknya pemuda saat ini yang terserang oleh virus corona, eh virus pemikiran yang sesat dan menyesatkan maksudnya. Hehe.. Contohnya nih, sibuk main Tiktok, KPOP, game addict, kenakalan remaja, menghabiskan waktu untuk hal-hal yang unfaedah, dan banyak lagi.
Kak Bella pun menjelaskan bahwa kondisi pemuda saat ini sedang tidak baik-baik saja, hal itu terjadi karena adanya kesalahan di sistem kehidupan kita saat ini. Ditambah, pemuda saat ini banyak yang belum memahami tujuan dan prinsip hidupnya. Ghazwul Fikr atau serangan pemikiran pun semakin memperparah kondisi pemuda saat ini. Misalnya nih, yang kita kenal dengan 5F; Fun atau kesenangan, Food atau makanan, Fashion atau pakaian, Film, dan Free Sex/Freedom atau paham kebebasan.
Dalam hal Fun, banyak pemuda yang disibukkan oleh kegiatan-kegiatan unfaedah, yang penting senang dan viral, apapun dilakukan. Dalam hal Food, sekarang merebak makanan-makanan cepat saji yang ternyata dari segi gizi belum tentu seenak dan sesehat masakan ummi, hehe.. Maksudnya, justru banyak yang menimbulkan penyakit. Dalam hal Fashion, wah sekarang merebak banget fashion-fashion yang membuka aurat, jauh dari syariat Islam. Dalam hal Film, hampir setiap tayanagan di televisi membahas tentang percintaan yang belum halal. Juga dalam hal Free Sex/Freedom, rasa-rasanya ini pun sudah begitu menjamur di pemuda saat ini. Hiks sedih ya.
Nah, ternyata Ghazwul Fikr ini sangat berpengaruh terhadap pembentukan karakter pemuda saat ini, gaissss. Akibatnya, banyak pemuda yang tidak paham apa itu tujuan hidupnya, juga bagaimana prinsip hidupnya. Sehingga, mereka justru disibukkan oleh perkara-perkara yang unfaedah. Padahal, pemuda itu tombaknya peradaban, lho. Tapi, kalau kualitas pemudanya seperti ini, hmm kalian bisa simpulkan sendiri :D
Kak Bella pun melanjutkan, cara membentengi diri dari itu semua adalah dengan kita memahami dulu apa yang menjadi tujuan hidup kita, juga prinsip hidup kita. Lalu mengikatnya dengan ketaatan dalam diri kita. Dan ketaatan itu juga ternyata bukan hanya tanggung jawab individu, tapi masyarakat dan negara yang taat atau bertaqwa juga berpengaruh besar terhadap hal ini.
Berbagai pertanyaan pun bermunculan dari para netizen, di antaranya adalah tentang bagaimana menolak ajakan kegiatan unfaedah dengan adab yang baik. Memang, ini sudah menjadi tantangan tersendiri. Sebab, saat kita sudah melangkah ke jalan yang benar, godaan itu selalu ada. Hehe. Maka, perlu disampaikan dengan cara yang ahsan atau baik bahwa kita sudah menjadi pribadi yang lebih baik lagi.
Pertanyaan ini pun selaras dengan pertanyaan dari netizen yang lain, mengenai aktivitas amar ma’ruf nahiy munkar kepada keluarga. Kak Bella pun menjelaskan, bahwa amar ma’ruf nahiy munkar itu sebetulnya adalah bentuk kecintaan kita kepada keluarga kita. Maka, perlu juga dibarengi dengan cara yang ahsan. Dan Kak Sandra menambahkan bahwasanya amar ma’ruf nahiy munkar juga bukan hanya tugas ustadz atau kiyai, tapi tugas kita bersama.
Sebagai penutup, Kak Bella menyimpulkan bahwasanya pemuda saat ini perlu menemukan tujuan dan prinsip hidupnya, perlu terus memperbaiki diri untuk menambah sebanyak-banyaknya bekal hidup agar kita selamat di dunia dan akhirat. Kak Sandra pun mengajak kepada para netizen untuk terus bersemangat memperbaiki diri dan mengumpulkan sebanyak-banyaknya bekal, tak mengapa walau dengan langkah yang tertatih, semoga dengan langkah tertatih itu menjadi hujjah bagi kita untuk bisa layak berkumpul kembali di syurga, bertetangga bersama para Nabi, orang-orang jujur, para syuhada, dan orang-orang shalih.
Kajian dan sharing santai ini pun mendapat banyak respon positif dari kalangan millenial. Semoga ke depannya kebermanfaatannya terus meluas ke kalangan pemuda secara khusus, dan kaum muslimin secara umum. Jangan lupa ikuti terus kajian kami yaa! Ilaa Liqaa’! (Sandra Ansoriah/Mahasantri Ma’had Syaraful Haramain/reper)



Posting Komentar untuk "Mencari Bekal Hidup, Bukan Gaya Hidup"