Move On From Bucin
Oleh: Nurul Irma N, S.Pd (Pendidik SMK)
Tiada kata paling indah dan banyak dibicarakan berbagai usia selain kata cinta. Banyak yang melambung tinggi membayangkan keromantisannya, namun ada juga yang menyingkirkan karena tersakiti olehnya.
Tengoklah tema aneka sinetron dilayar kaca televisi, tak lepas isinya tentang cinta. Sekalipun judulnya tak menyiratkan. Dari Jendela SMP, Samudra Cinta, Mermaid in Love, Putri untuk Pangeran dan masih bejibun judul yang lainnya. Tak mau kalah dengan sinetron, judul film yang tayang di bioskop dalam hitungan menit langsung viral dan meraih penonton dengan jumlah terbanyak diawal tayang. Seperti AADC, Dilan 1990 dan Dilan 1991, Milea: suara dari Dilan, Eifell Im in Love. (id.wikipedia.org). Disemarakkan pula dengan berbagai FTV yang tak pernah pupus tema cintanya. Menambah indah dan syahdunya rasa cinta, aneka lagu-lagu pop dan dangdut pun dipenuhi dengan warna cerita cinta dan kegalauannya. Cinta tak pernah mati, akan abadi walau dalam kenangan.
Cinta menjadi heboh alias viral ketika anak remaja pemerannya. Serasa lebih merasuk ke dalam hati. Sosok remaja tak pernah luput dari perhatian. Masa remaja adalah masa paling indah. Lebih banyak menghabiskan waktu dengan teman dan sahabat, hingga lika liku munculnya perasaan suka kepada lawan jenis.
/Budak Cinta (BuCin) Yang Terlena/
Pertengahan 2020 muncul kata gaul yang viral bucin. Berawal dari tema sinetron yang menceritakan dua insan. Seorang cowok (panggilan: Sam) berpacaran lalu putus, bertemu dengan seorang wanita (panggilan : Cinta) dengan nuansa saling memberikan julukan. Sang cewek menyebut cowok sebagai bucin (budak cinta), yang terlalu mencintai dan melakukan segala upaya untuk mempertahankannya.
Ditelusuri dalam kamus besar bahasa Indonesia tentang arti kata budak, diketemukan salah satu maknanya hamba. Sedangkan kata cinta bermakna suka sekali, sayang benar, terpikat (KKBI.web.id). Ketika disatukan kata bucin bisa dimaknai hamba yang terpikat. Atau bisa dimaknai tidak bisa berpaling ke lain hati, bisa juga putus cinta, tapi masih ingat terus sama mantan. Ini versi penulis ya, kalian mungkin punya versi sendiri.
Nah, cinta tak terlepas dengan bumbu manisnya yang melenakan. Berawal dari pandangan pertama hingga turun ke hati. Langkah yang tertatih meraih hati sang idaman hati. Jurus andalan tercipta, rayuan maut, penampilan yang selalu sempurna menjadi pemikatnya. Tak peduli menutupi jati diri. Sayang, terkadang tak sesuai harapan. Yang dinanti hanya menyematkan kata PHP (Pemberi Harapan Palsu). Bahkan ketika semakin terlena berujung pada kenaiffan, tak peduli terengut kehormatan.
Begitulah gambaran cinta yang terbungkus manis ala liberalis. Terjebak jargon bebas ekpresikan cinta, norma-norma agama dan kesopanan tak jadi lonceng pengingatnya. Seolah dunia milik berdua, yang lainnya emang gue pikirin. Hingga melambung kasus hamil akibat hubungan diluar nikah. Rasa malu menyeruak, rasa tega membuncah mengaborsi jiwa dalam rahim yang tak berdosa.
/Move On For The Win/
Salahkah mencintai dan dicintai? Ga salah kok, karena cinta kan selalu ada dalam relung jiwa manusia. Salah satu bagian dari naluri yaitu naluri melestarikan jenis. Penciptaannya sepaket ketika sang Khaliq meniupkan riuh dalam rahim ibunda. So, cinta itu hal yang fitri dan alami yang muncul dalam diri seorang insan. Namun, muncul dan bergejolaknya ada rangsangan dari luar pemantiknya. Jika pemicu tak ada maka tak akan muncul. Begitupun ketika kemunculannya tak terpenuhi, tidak mengantarkan pada kematian. Yang ada rasa gelisah, seiring berjalannya waktu akan menipis.
Disapa cinta, jantung berdegup lebih cepat, hati bahagia hingga terpancar ke raut wajah. Indah bagai di taman surga. Setiap insan pasti pernah merasakan walau sebatas desiran. Meraih cinta hakiki, idaman setiap makhluk di bumi. Terjelma utama pada sang Pencipta dan rasul penyampai risalahnya. Memutar, menuntun komponen raga dan rasa dalam jiwa, berbuah pasrah penuh ketasliman menjalankan tutorial abadi, Al Quran dan As Sunnah. Penyaluran rasa cinta dalam Islam hanya melalui pernikahan. Ketika belum siap nikah, harus rela menghapusnya dengan berbanyak puasa.
Ekspresi cinta manusia kepada lawan jenis, ketika terwarnai oleh cinta hakiki maka tercipta cinta abadi. Tak sebatas didunia. Surga terjamin bersama didalamnya. Cinta kepada manusia tak selalu terbalas, jangan sampai hati dan raga terhempas. Tanamkan dalam hati dan pikiran bisa move on, uninstall semua yang berkaitan dengan mantan, ga perlu kepo-kepoin. Fokuskan diri kemasa depan dan sibukkan dengan hal-hal yang bermanfaat. Serta berkumpul dengan teman dan sahabat taat.
Sukses move on untuk meraih kemenangan tak sebatas perjuangan diri sendiri. Perlu penguatan lingkungan masyarakat dan negara. Dengan menerapkan pergaulan Islam. Wallahualam bishowab. (reper/baim)


Posting Komentar untuk "Move On From Bucin"