Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pelangi Yang Aneh, Back to Fitrah!


Oleh: Leilis Sufiah, S. Pd. (Praktisi Pendidikan)

Pelangi-Pelangi alangkah indahmu,
Merah kuning hijau dilangit yang biru
Pelukismu agung siapa gerangan
Pelangi-Pelangi ciptaan Tuhan…

Semua pasti tahu dan hafal lirik lagu diatas. Merasa senang hatinya  jika melihat  munculnya spektrum warna warni pelangi selepas hujan. Namun ada juga pelangi yang membuat hati resah, karena menjadi ikon untuk kaum Umat Nabi Luth aka L68T. Kaum yang perilakunya menyimpang yang dilarang dalam hukum Islam. Ihh ngeriii naudzubillahi min dzalik.

Kaum L68T ini semakin semarak dan meledak di Indonesia menyerupai wabah yang mengerikan. Ledakan L68T ini menjadi sebuah ancaman untuk negeri kita tercinta. Budaya kaum Nabi Luth ini sekarang sedang mendapatkan angin segar untuk berkembang menjadi sebuah tren. Lantaran belum lama ini melalui akun instagramnya, Unilever memberikan dukungan resminya pada gerakan  kaum ini. Bahkan korporasi multinasional juga turut serta  menggaungkan dukungannya pada kaum L68T ini. Dampknya mereka semakin memberanikan diri untuk menunjukkan eksistensi identitasnya dengan mengatasnamakan kebebasan berekspresi.

Seiring dengan maraknya geliat aktivitas mereka, semakin gencar pula kampanye mereka untuk mengiring opini bahwa perilaku mereka wajar dan harus dilindungi dari berbagai tekanan yang  menolaknya. Masyarakat terus dicekoki dengan paham kebebasan serta Hak Asasi Manusia (HAM)  agar yang dicita-citakan oleh kaum L68T untuk memiliki hak hidup yang layak di tengah masyarakat segera terealisasi.
Dalam pandangan Islam perilaku homoseksual, lesbian, biseksual dan transgender aktivitas kaum L68T ini adalah sebuah kejahatan, yang akan merusak kehidupan jika dibiarkan.  So, L68T tidak boleh dipandang sebagai sebuah kewajaran yang dibiarkan aktivitasnya. Namun, dipandang sebagai bentuk dari penyimpangan fitrah penciptaan manusia. Terlebih lagi juga bentuk kemaksiatan yang perbuatannya dimurkai Allah karena akan menyuburkan perzinahan dan sodomi. Naudzubilllahi min dzalik.

Maka jelaslah masalah L68T ini hanya bisa dituntaskan hingga akarnya ketika syariah Islam diterapkan dalam Institusi Islam yang tidak bisa dijalankan dalam sistem demokrasi seperti sekarang. justru sistem  demokrasi-kapitalisme inilah penyebab utama masalah L68T ini semakin subur dimana remaja dan mahasiswa sebagai sasaran empuknya. Oleh Karena itu, kita tidak boleh berdiam diri melihat fakta ini. Saatnya kita melakukan perubahan untuk mengubah fakta yang rusak ini dan berjalan sesuai dengan fitrah manusia. Dengan mengkaji islam secara kaffah dan  memperjuangkan agar mampu mengembalikan  kehidupan Islam. Wallahu a’lam bisshowwab. (reper/az)

Posting Komentar untuk "Pelangi Yang Aneh, Back to Fitrah!"