Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pendidikan Akhlak, Dimulai dari Hal Kecil Bermakna Besar


Oleh: Usyratin (Pendidik pada sekolah dasar di Kab. Gresik)

Anak-anak memiliki kecenderungan meniru pada apa yang dilihat dan dijadikan idola. Sikap ini sangat mempengaruhi tingkah laku mereka dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai contoh kecil, anak-anak balita, bahkan yang masih dalam gendongan pun terbiasa kiss bye, cium jauh, melambaikan tangan dengan bey-bey ketika berpisah dengan orang-orang terdekatnya.

Era digital ini akan semakin memudahkan anak-anak untuk meniru perilaku-perilaku negatif. Di sinilah peran orang tua untuk mendampingi anak-anak dalam bertingkah laku dan bersikap. Tingkah laku anak-anak merupakan cerminan akhlak orang tuanya, maka seyogyanya orang tua membekali pendidikan akhlak kepada anak sejak dini.

Menurut Imam al-Ghozali, akhlak adalah sifat yang tertanam dalam jiwa yang mendorong lahirnya perbuatan dengan mudah dan ringan tanpa pemikiran dan pertimbangan mendalam. Dengan kata lain, seseorang yang berakhlak baik akan melakukan perbutan baik secara spontan sebagai respon suatu keadaan.

Untuk berakhlak mulia secara spontan perlu ditanamkan dan diabiasakan kepada anak-anak sejak dini, sehingga menjadi pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari. Mengapa hal ini perlu? Bahkan sangat penting?
Di zaman serba teknologi ini, perbuatan-perbuatan yang tampak kecil cenderung diremehkan dan diabaikan. Padahal, dari tingkah-laku yang kecil dapat menunjukkan kualitas pribadi seseorang. Walaupun dianggap kecil sebagian orang, namaun beraklak mulia sangatlah mendapat perhatian dalam kehidupan Islami.

Akhlak memiliki kedudukan sangat penting, karenanya Rasulullah, Muhammad saw. diutus untuk menyempurnakan akhlak mulia. Tiada akhlak paling agung, selain akhlak yang dimiliki Rasulullah, Muhammad saw. Allah SWT menyanjung akhlaq beliau dalam Al-Quran surat Al-Qalam ayat 4 (dan sesungguhnya kamu (Muhammad) benar-benar berbudi pekerti yang agung). Semua tingkah laku Rasulullah merupakan teladan bagi umat sampai yaumil akhir. QS al-Ahzab ayat 21 disebutkan, Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu

Untuk bisa menanamkan akhlak yang baik, maka perlu keteladanan orang tua dalam menerapkan akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini bisa dimulai dari hal-hal yang kecil, mudah, ringan, tapi akan memberikan dampak yang besar sebagi manfaat sepanjang hayat. Hal mudah yang bisa dimulai dalam rumah keluarga muslim adalah:

• Pertama, membiasakan bermuka ceria dan tersenyum dengan anggota keluarga atau orang lain. Rasulullah melarang meremehkan sesuatu pun dari perbuatan baik, walaupun sekedar berwajah manis ketika bertemu saudara muslim (Hadis dari Abu Dzar, diriwayatkan Muslim).

Senyum dan wajah cerah-ceria ketika bertemu orang lain sangat bermanfaat dalam menjalin persaudaraan. Tersenyum kepada orang lain disamping bernilai sedekah juga menunjukkan bahwa seseorang respect terhadap orang lain.

• Kedua, menyapa dengan mengucapkan salam. Mengucapkan salam kepada sesama sudara muslim berarti mendoakan. Hal ini akan memupuk persatuan dan persaudaraan, saling menyayangi, meredam sifat amarah dan saling dengki.

• Ketiga,  memanggil dengan nama atau panggilan yang baik. Orang tua sebaiknya memberi contoh memanggil anak-anaknya dengan panggilan yang baik. Memanggil seseorang dengan nama yang baik, yang ia sukai akan menunjukkan pengharhaan terhadap orang lain. Islam melarang seseorang memanggil orang lain dengan panggilan atau gelar yang buruk ( QS Al-hujurat, ayat 11)

• Keempat, membiasakan memberi atau menerima pemberiaan dengan tangan kanan. Seseorang yang diberi dengan tangan kanan akan merasa lebih dihargai dari pada yang memberi dengan tangn kiri. Etika memberi atau menerima sesuatu dengan tangan kanan ini sangat dihargai di berbagai lapisan mesyarakat. Rasulullah juga menyukai sebelah kanan dalam segara urusan, termasuk memberi dan menerima ( HR Nasai dari Aisyah ra.)

• Kelima, mengucapkan terima kasih bila mendapat sesuatu dari orang lain. Sabda Rasulullah, Tidak bersyukur kepada Allah orang yang tidak bersyukur (terima kasih) kepada manusia. Ayo, kita biasakan mengucapkan terima kasih ketika menerima sesuatu dari anak, sekecil apa pun pemberiannya. Hal ini akan dicontoh oleh anak dan dibiasakan dalam kehidupan sehari-hari.

Contoh-contoh akhlak di atas mudah apabila dibiasakan dalam keluarga, tetapi dapat bermanfaat dalam pergaulan dan kehidupan anak-anak nantinya. Pendidikan akhlak mulia melalui keteladan orang tua dan pembiasaan akan mencetak generasi berakhlak karimah.

Ayo, kita mulai dari hal kecil, mulai diri sendiri, dan mulai sekarang! Semoga Allah memberi kemudahan kepada kita untuk melaksanakan sunnah Rasul-Nya. (reper/baim)

Posting Komentar untuk "Pendidikan Akhlak, Dimulai dari Hal Kecil Bermakna Besar"