Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Percaya Ramalan? No Way!


Oleh: Atikah Mauluddiyah

Ramalan zodiak tidak pernah mundur dari eksistensinya memberikan prediksi-prediksi kehidupan seseorang, baik terkait pekerjaan, percintaan, kesehatan, dan lain sebagainya. Berbagai media sosial bahkan beberapa portal berita online juga memberikan ruang bagi content ramalan zodiak. Tidak sedikut pula remaja muslimah mengakses situs ramalan zodiak bahkan mempercayainya dan mencari peruntungan disana.

Ramalan zodiak sendiri bukan berasal dari kaum muslim. Sejarah mengatakan bahwa munculnya ramalan zodiak bersal dari masyarakat Babilonia yang mempercayai benda benda langit terbuat dari zat surgawi dan dikaitkan dengan dewa-dewa.
Sebagai seorang muslimah, kita tidak diperbolehkan mempercayai ramalan dan sejenisnya. Namun, dalam kondisi sistem kapitalis saat ini memberikan ruang untuk kebebasan dalam berperilaku dan beraqidah. Sehingga apapun yang dilakukan seseorang asalkan tidak menganggu kepentingan orang lain maka tidak ada proses nasihat maupun hukum atas perilakunya.

Seseorang bisa melakukan aktivitas apapun meskipun bertentangan dengan aqidahnya asalkan tidak menyebabkan kegaduhan umum. Seseorang juga bebas beraqidah, menjadi muslim di siang hari, namun kufur di malam harinya asalkan tidak ada orang terganggu.

Islam jelas melarang aktivitas ramal dan diramal. Ramalan zodiak merupakan ilmu nujum atau perbintangan. Ilmu nujum termasuk ramalan bintang atau zodiak merupakan begian dari sihir, sedangkan sihir merupakan perkara haram bagi seorang muslim dan dikatan kafir bagi orang-orang yang percaya dan melakukan sihir.

“Siapa yang mempelajari ilmu nujum berarti ia telah mempelajari cabang dari ilmu sihir, apabila bertambah ilmu nujumnya maka bertambah pulalah ilmu sihirnya.” (HR Ahmad)

Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syaitan-syaitan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), Padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya syaitan-syaitan lah yang kafir (mengerjakan sihir).” (Qs. Al Baqarah: 102)

Karena segala aktivitas manusia merupakan pilihannya. Dari pilihan-pilihan tersebut akan mengantarkan kita kepada sebuah hasil. Baik hasil baik maupun buruk di mata manusia semua berasal dari Allah. Ketaqwaan dan kesaban diperlukan dalam menghadapi resiko dari pilihan yang kita ambil. Disisi lain, apa saja yang menimpa kaum muslim merupakan kebaikan, karena segalanya yang berasal dari Allah.

“Sungguh semua urusannya merupakan kebaikan, dan hal ini tidak terjadi kecuali bagi orang mukmin. Jika ia mendapapt kegembiraan, maka dia bersyukur dan itu merupakan kebaikan baginya, dan jika mendapat kesusahan, maka dia bersabar dan ini merupakan kebaikan baginya.” (HR Muslim). (reper/az)

Posting Komentar untuk "Percaya Ramalan? No Way!"