Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Persahabatan 4, New Generation


Oleh; Yusuf Kushandiansyah, Pontianak.

“Hai Megan, besok kita kumpul di rumahku yuk! David ajak juga ya” lanjutAran.

Baiklah, nanti aku kesana bersama David, sahut Megan.

Bel sekolah berbunyi pelajaran pun di mulai.

Flashback.

Setelah tiga tahun terpisahkan. David, Megan, Aran, tidak pernah bertemu karena sudah lulus dari SMP Eden. Dan David di minta orang tuanya pindah ke SMA Semesta Raya. Sejak saat itu mereka tidak pernah lagi bertemu.

Keesokan harinya…

“David, tolong tutup pintunya”pinta Aran.

“Baiklah, memangnya ada apa?”ujar David sambil menutup pintu.

Kemarilah, ini adalah rahasia penting. Tahun lalu, ayahku berasil menciptakan sebuah alat yang mampu pergi ke masa lalu atau masa depan, ya semacam time travel.

Aran meceritakan kronologi dimana dia menemukan alat itu sambil berjalan melewati ruang bawah tanah. Lantas, menarik tuas berbentuk seperti obor yang berada di dinding. Seketika itu, dinding di depan mereka terbuka dengan sendirinya, mereka masuk kedalamnya. Ketika Aran melangkah masuk ke dalamnya, semua obor menyala dan mengarahkan ke suatu tempat.

Mereka memasuki ruangan yang ditunjukkan oleh obor itu. Mereka terkejut, ternyata itu memang benar ada alat yang menuju ke masa lalu. Aran menekan tombol dan mengatur waktu. Seketika itu muncul sebuah cahaya dari alat itu yang sangat menyilaukan seperti bom flash bang.

Setelah cahaya hilang, mereka melihat seekor kuda berlari kencang tanpa penunggangnya. Selang sesaat mereka melihat seseorang berlari mengejar kuda itu dengan pakaian abad pertengahan. Janggut panjangnya berkibar-kibar tertiup angin. Kami pun tidak tinggal diam. Berlari untuk menangkap kuda itu. Setelah berhasil menangkapnya, kami serahkan kuda itu kepada bapak berjanggut panjang. Beliau berterimakasih pada kami dan menanyakan nama dan alamat kami.

Aran pun menjawab bapak itu. ”Aku Aran. Ini Megan. Dan ini David. “

Sambil mengelus-elus kuda tadi, David balik bertanya.

Nama bapak siapa?” tanya David.

“Aku adalah Charles Darwin..”sambil membusungkan dada ke depan (agar terlihat keren, hikh).

Berarti kita pergi ke masa lalu. Ini abad pertengahan. Kamu mengatur tahun berapa? ujar Megan.

Aku mengatur secara asal alias acak, kalau tidak salah 1888, ujar Aran yang dilanjutkan dengan sebuah pertanyaan. “Bapak, tadi bapak sedang apa?”

Sebenarnya aku sedang meneliti untuk bukuku dan penelitianku, ujar Darwin.

Penelitian soal apa emangnya pak ? tanya Megan, kepo.

Aku meneliti tentang teori evolusi. Contohnya burung dodo. Ia berevolusi menjadi ayam. Begitu juga dengan kera, yang berevolusi menjadi manusia, jawab Darwin.

Memangnya apa persamaannya manusia kera dengan manusia? tanya David.

Gampang saja. Coba lihat antara tengkorak kera dan manusia. Bukankah hampir sama persis, bukan?

Sekarang saya akan menulis buku ini serta mengumumkan teori ini. Dan aku, akan terkenal..., jawab Darwin.

Pak, sebaiknya bapak jangan mengumumkan teori ini, ujar David.

Kenapa? Kalian itu tidak tau apa-apa. Kalian masih kecil. Sudahlah, pergi sana! dan terima kasih atas bantuannya, huwahhhhh...Darwin menghela kudanya.

Darwin pergi dengan kudanya menuju balai kota sambil berteriak “the new news” berkali kali hingga sampai di atas mimbar balai kota.

Ini adalah berita penting!

Berdasarkan penelitian dan hasil observasi saya, dengan ini saya persembahkan. Nenek moyang kita umat manusia adalah, keraaaaaaa...

Semua orang terkejut.

Kalian pasti terkejut dengan kenyataan ini. Tapi, coba kalian lihat ini.

Ini adalah burung dodo. Bentuk dan tulangnya sangat mirip sekali dengan ayam, bukan? dan sekarang coba lihat tulang kera ini. Bukan kah hampir mirip dengan tulang manusia?


Sementara itu jauh di belakang...

Hai David, kita benar-benar mau mengejarnya? tanya Aran.

Tentu saja. Kita harus meluruskan pendapatnya tentang teori evolusi itu, jawab David.

David, Aran dan Mega tiba di balai kota. Dimana Darwin saat itu masih berbicara tentang teorinya.

Tiba-tiba...

Itu semua tidak masuk akal. Coba kalian pikir saja...teriak David.

Hei anak muda, sebaiknya kau pergi dengan temanmu itu. Dan jangan sok tau tentang itu, oke?!

Pak, gampang saja. Mari kita pikirkan tentang ini. Kalau manusia itu berasal dari kera, kenapa kera masih ada sampai sekarang? Seharusnya, saat ini kera sudah punah, karena telah berevolusi menjadi manusia.

Terdengar suara bergemuruh, semakin lama semakin menggema. Uuuuhhhh….

Tak lama kemudian, orang-orang telah berubah pikiran, tidak hanya orang lain saja, Darwin pun tergagap.

Hei Darwin… kamu jangan mengada-ada. Jika membuat teori itu harus logis dong, teriak seseorang dari arah kerumunan.

Ya, aku akan mencari teori baru lagi, jawab Darwin.

Seketika, David, Megan dan Aran menghilang tanpa diketahui orang lain.

Oh ya, aku baru ingat, kata ayahku jika mau kembali, kita harus menyelesaikan suatu masalah di tahun itu, ujar Aran. Teelaaat.... teriak David dan Megan.

Sobat, new generation berdasarkan teori evolusi Darwin adalah salah. Banyak ayat yang mematahkan dengan telak teori evolusi Darwin. Salah satunya surah an-Nisa ayat satu yang artinya “Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya, dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.

Ketahuilah sobat, patut untuk kita petik ibrohnya. Bahwa tanpa ilmu, amal tidaklah dapat dilaksanakan dengan benar. Dan tanpa amal, ilmu menjadi tidak ada gunanya. Adapun, amal atau perbuatan akan diterima oleh Allah jika memenuhi syarat-syarat ihsanul amal. Yakni pertama, niatnya ikhlas. Ikhlas hukumnya wajib, sebagaimana firman Allah SWT QS. Az-Zumar ayat 2 yang artinya “Sesungguhnya Kami menurunkan kepadamu kitab (al-Qu’ran) dengan (membawa) kebenaran. Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya,”

Kedua, dilakukan dengan benar. Benar jika sesuai dengan perintah Allah dan salah jika melanggar perintah Allah. Allah berfirman dalam TQS. Al-Hasyr ayat 7 yang artinya “…Apa saja yang dibawa/ diperintahkan oleh Rasul (berupa hukum) kepadamu maka terimalah dia. Dan apa saja yang dilarangnya bagimu "maka tinggalkanlah.

Sebagai hamba Allah yang terbatas, kita tidak akan bisa berbuat sesuai dengan perintah dan larangan Allah jika kita tidak mengetahui serta memahami perintah dan larangan Allah. Maka mempelajari agama atau menuntut ilmu adalah perkara yang sangat diperlukan untuk menghantarkan pada kesempurnaan amal.

Kebahagian di dunia dan akhirat akan dapat diraih dengan memiliki ilmu yang bermanfaat. Ilmu merupakan cahaya kehidupan dalam kegelapan yang akan membimbing manusia kepada jalan yang benar.

Bahkan Allah telah menjanjikan orang yang berilmu akan ditinggikan derajatnya menjadi orang yang mulia berserta orang-orang yang beriman. Kebanyakan manusia lupa dengan kemuliannya.

Ilmu dapat membantu manusia untuk meningkatkan taraf hidup menuju kesejahteraan baik rohani maupun jasmani serta alat untuk membuka rahasia alam, rahasia kesuksesan hidup baik di dunia maupun di akhirat.

Seyogyanya, ilmu yang wajib dituntut dalam Islam adalah ilmu yang sifatnya fardhu ‘ain, yaitu ilmu agama. Ilmu agama Isalam tidak terbatas hal-hal yang berkenaan ibadah ritual semata tetapi membahas Islam yang mengatur masyarakat dalam seluruh aspek kehidupan. Kemudian ilmu yang bersikaf fardu kifayah, yaitu ilmu-ilmu terapan yang dipergunakan manusia untuk mempermudah aktivitas sehari-harinya. (reper/toriq)

Posting Komentar untuk "Persahabatan 4, New Generation"