Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Q n A Sistem Pergaulan Islam Bersama Kak A'yun


Oleh: Kak Ira (Alumni Univ. Negeri Malang)

Alhamdulillah, kajian online SWI area Bangil telah melakukan kajian online via WhatsApp bersama Kak A'yun dengan tajuk Sistem Pergaulan Dalam Islam. (Jumat-Sabtu/24-25 Juli 2020). Antusias peserta Alhamdulillah semakin menambah semarak acara ini meski via online. Interaksi antara lelaki dan wanita tidak akan dapat dihilangkan sama sekali, karenanya aturan Allah SWT. mengatur, dalam hal apa saja lelaki boleh berkumpul dan berinteraksi dengan wanita, dengan beberapa cara/ketentuan, begitupun sebaliknya.

Kak A'yun mengawali pemaparannya,"Islam mengatur sistem pergaulan dengan mengatur esensi daripada pergaulan itu sendiri, yaitu interaksi antara lelaki dan wanita, dan apapun yang muncul akibat interaksi tersebut. Islam menggariskan pada dasarnya kehidupan lelaki dan wanita adalah terpisah satu sama lain, sehingga lelaki dan wanita beraktivitas pada kehidupannya masing-masing tanpa bercampur baur."

Adapun aturan Allah SWT membolehkan interaksi lelaki wanita bila memang interaksi itu diharuskan, sebagaimana dalam perkara dagang, peradilan, kesehatan, atau pendidikan.
Namun syariat juga melarang lelaki dan wanita berinteraksi dalam perkara lain yang terdapat ikhtilath, seperti makan bersama, nonton bersama, pergi safar bersama-sama, sebagaimana yang kita saksikan pada masa ini.

Selanjutnya Kak A'yun memberikan penegasan sebelum dimulai sesi tanya -jawab, "Saat ikhtilath itu diharamkan dalam aturan Allah SWT., maka akan tercipta ketenangan dalam masyarakat, dan jauh dari gejolak nafsu dan kasus-kasus dimana wanita dilecehkan secara seksual. Beginilah Islam Rahmatan lil a'lamin yang seimbang, tidak mengekang lelaki dan wanita di satu sisi, juga tidak membiarkannya bebas sebebas-bebasnya. Tapi menaruh keduanya dalam timbangan yang pas."

Berikut Q n A bersama Kak A'yun seputar tema:

Q: Kak tanya bagaimana biar membiasakan pakai jilbab syar'i, kadang terasa ruwet kalau mesti harus pakai gitu, apalagi cuaca di Bangil panas kak?

A : Perlu diingat, bahwa berpakaian sesuai syari'at itu adalah perintah dari Allaah. Bahkan Allah sendiri yg berfirman dalam ayat suci Al-Qur'an ttg pakaian sesuai syari'at. 1. Jilbab (Jubah/baju terusan). (Q.s Al-Ahzab : 59). 2. Khimar (kerudung) smpai menutup dada, semakin panjang semakin bagus. (Q.s An-Nur : 31). 3. Tdk tabarruj (berlebihan yg membuat non mahrom tertarik) (Q.s Al-Ahzab : 33) spt berpakaian tapi telanjang, jalan lenggak-lenggok, punuk unta). Perlu di inget & ketahuilah bahwa salah satu penghuni neraka yaitu org yg bertabarruj.

Jadi kalau misal kita g menjalankan kewajiban dari Allah, kita berdosa kan.. Etzz bukan hanya berdosa, Selangkah sj seorg perempuan (yg sdh baligh) keluar rmh tanpa menutup aurat, maka selangkah pula peluang bagi walinya (baik itu ayah, suami, anak lelakinya, saudara lelakinya) diseret ke neraka. Na'udzubillah..Nah, kalo Qt sayang pd mrka, Qt hrs bersikap bgmn? Berkerudung atau tdk, itu pilihan Qt. Tp pilihan Qt ada konsekuensi dosa/siksa, atau pahala. Kalau misal masih ruwet lah, panas lah, blm terbiasa lah, blm siaplah. Nah, kesiapan itu bakal muncul setelah action.

Q: Kak ini ada titipan pertanyaan gini : Gimana hukum dan harusnya sikap qt saat disapa sama teman bukan muhrim dan kadang ditanya2 atau diajak ngobrol sebentar? Sebab kalau diam takut dituduh sombong, kalau jawab takut dosa juga... Harus gimana?

A: Bismillah.. Yg ditanya ttg hal apa dulu? Karna didalam islam kita diperbolehkan kok berinteraksi dgn non mahrom, tetapi hax  dalam 4 hal (Pendidikan, perdagangan, kesehatan & peradilan.. Selebihnya jgn Nah, jadi kita bisa lah yaa memilih mau ridho Allah dgn mematuhi perintahx / mementingkan manusia dgn mengikuti nafsu kita.. jd jgn sampai interaksi dgn lawan jenis itu menjerumuskan pd hal yg diharamkan Allah. Jk untuk hal2 yg dibolehkan syariat maka tdk apa. Jd lbh baik bersikap wara' (berhati2) saat berinteraksi dgn lawan jenis.

Q: Assalamualaikum..Mengenai interaksi, bagaimana caranya agar kita tetap menjaga keteguhan hati kak. Karena kita sudah berusaha untuk meluruskan perilaku, menghindari pacaran, dari lahir sampai setua ini (usia 26). Tapi di masyarakat sekitar kita umumnya banyak yang pacaran, bahkan (maaf) hamil diluar nikah seperti trend. Sehingga kita yang "kuper" ini dikata "tidak laku" karena tidak pernah membawa laki laki ke rumah. Nah gimana kak untuk mengokohkan iman dan keyakinan kita agar tetap berada di jalan "jomblo fisabilillah", jomblo sampai dijemput dengan halal? Karena kalau sering mendengar cemooh gitu suka goyah.

A: ucapan mereka membuat kita goyah, kuatkan dengan Lillah, eakk. Karna gini yaa.. Di dalam Qur'an surat An-Nur : 26 itu sudah jelas Allaah mengatakan bahwa "Atthayyibatu litthayyibina watthayyibuna litthayyibaat". Nah perempuan² baik utk lelaki yg baik pula, pun sebalikx. Jadi kita tinggal memilah dan memilih mau pux pasangan yg baik / ngga.. Karna kalau kita melihat fakta yaa, kebanyakan org yg pacaran terus menikah itu kelihatan bahagia² aja.. Tapi trxt setahun dua tahun mereka cerai. Na'udzubillaah.. Bisa jadi Allaah g ridho karna mereka menikah dgn berpacaran dulu (melanggar syari'atnya).

Mmg si terkadang ucapan org bikin kita down, emang gitu wah, titik dimana kita udah stop dan pasrah " udah terserah Allah lah mau di bawa kemana diri ini" pasti bakal ada surprise aja gitu. di waktu yang ngga di duga duga. kaya seolah sama Allah tuh di bilangin gini " tuh kan dikandani, kamu tuh cuma hamba " seolah olah ngasi tau kalo kita itu emang ya lemah... sok bisa milih hidup kita sendiri gitu.

Jadi ini reminder buat ku juga terutama "manusia itu suka merasa lebih bisa meski dia benar tau kalau Allah itu maha segalanya" termasuk perkara hati, kita ngerasa bisa milih pasangan sesuai hati kita, bukan wahyu melainkan nafsu. termasuk menjemputnya dengan cara apa. dan aku yakin ngga ada yang namanya telat dalam moment perjumpaan dengan si dia kalau pribadi kita udah sesuai dengan apa yang Allah pingin. sesuai syariat. karena bukan tentang secepatnya tapi setepatnya... cepat kalau ngga tepat bikin ngga betah toh.

Jadi, Jgn kita terlalu memikirkan bgmn anggapan org, Krn tdk ada manusia yg sempurna. Pasti akan ada cacatnya Dimata org lain, meski Qt sdh berusaha sebaik mgkn. Yg penting Qt sdh melakukan ssuatu sesuai dgn yg Allah perintahkan, bukan yg org lain perintahkan jk itu adl melanggar perintah dan larangan Allah.
Acara diakhiri dengan doa dan saling memaafkan. (reper/baim)

Posting Komentar untuk "Q n A Sistem Pergaulan Islam Bersama Kak A'yun"