Remaja Harus Banyak Berperan, Bukan Banyak Baperan
Oleh: Gina Sonia (Santri Ma'had Darul Bayan Sumedang)
Hai sobat, ngomong-ngomong tentang remaja, pasti udah tersimpan dalam memori otak bahwa arti remaja adalah makhluk yang enerjik, unik, dan menarik dengan pernak-perniknya. Ea... Emangnya asesoris? Bisa aja nih hihi.
Sering kali remaja juga menghabiskan waktunya dengan foya-foya, hedon, dan penuh dengan kesenangan duniawi. Sebagian besar remaja muslim tidak mengenal jati diri mereka sebagai pemuda muslim, tidak mengetahui apa yang harus mereka perjuangkan semasa hidup, bahkan mereka tidak memahami untuk apa hidup di dunia ini.
Peradaban Barat telah berhasil membentuk pola pikir pemuda dengan slogan "muda foya-foya, tua kaya raya, mati masuk surga". Yah guys, coba kita perhatikan slogan tadi, kita diberi dua pemahaman oleh Barat.
Pertama, kita dicekoki pemahaman untuk tidak menjadi pejuang. Eh loh, kok bisa? Coba kita teliti kembali kata "mudah foya-foya, tua kaya raya, mati masuk surga", mau kaya gimana coba, masa mudanya aja hedon? Aneh. Terus mati masuk surga? Gimana bisa? Lah wong masa mudanya juga berbuat dosa terus. Ckckck
Kedua, Barat berhasil menempatkan sosok yang keliru untuk dijadikan teladan bagi para remaja, seperti selebritis, artis K-Pop, dan publik figur yang sengaja dibuat oleh media Barat untuk menghancurkan jati diri remaja muslim.
Lalu, apa yang harus kita lakukan untuk menjadi pemuda (remaja) yang sesuai dengan ajaran islam? Tentunya kita harus menjadi remaja yang selalu taat pada Allah. Gaul boleh, tapi tetap ada dalam koridor syariat islam.
Terus gimana caranya? Yup.. Dengan cara Ngaji dong. Emm.. Maksudnya ngaji kayak ibu-ibu or bapak-bapak di majlis ta'lim gitu? Masa harus gabung sama emak-emak? Nanti diledekin lagi, disebut sok alim lah, sok dewasa lah, dll.
Eits... Untuk kawan-kawan yang mau hijrah tapi gak mau ngaji kayak emak-emak, bisa kok sob. Don't worry! Zaman sekarang banyak tuh komunitas-komunitas yang selalu mengkaji islam kaffah, keren-keren pula acaranya, remaja bingit deh. Selain itu, zaman sekarang juga udah banyak tuh media yang canggih sob, kita bisa menambah ilmu tentang islam di media itu, dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Mumpung masih muda, yuk kita manfaatkan waktu dengan sebaik mungkin, dan ikut memperjuangkan tegaknya agama islam. Rasulullah saw bersabda:
"Manfaatkan lima perkara sebelum (datang) lima perkara: (yaitu) masa mudamu sebelum masa tua mu, masa sehatmu sebelum masa sakitmu, masa kaya mu sebelum masa miskinmu, masa senggangmu sebelum masa sempitmu, dan masa hidupmu sebelum masa matimu". (HR. Al-Hakim dan Baihaqi)
Emang dalam islam remaja bisa berperan gitu? Bisa dong sob, bahkan pepatah Arab mengatakan bahwa "Pemuda hari ini adalah pemimpin di masa yang akan datang", dan peran kita sebagai remaja tidak akan mungkin lepas dari proses membangun peradaban suatu bangsa. Dengan semangat membara, dan pemikiran cemerlang yang luar biasa, bisa membuat kontribusi kamu semakin besar dalam islam. Jika suatu bangsa memiliki pemuda yang tangguh dan cerdas, maka akan majulah bangsa tersebut. Sebaliknya, jika para pemudanya rusak, maka tunggulah kehancurannya.
Untuk itu, kalau kalian ngaku seorang pemuda, jangan lewatkan kesempatan emas ini ya sob. Jangan sampai kamu malah menjadi manusia-manusia santai tanpa kerja keras dan tanpa tujuan yang jelas juga. Jangan mau dijadikan pohon bonsai yang cuma dipajang di pojok-pojok ruangan.
Persiapkanlah diri kita untuk berkompetisi menjadi para pemimpin yang tangguh, berakhlak mulia dan bertindak bijaksana. Jangan sampai kita termasuk orang-orang yang tidak diperhitungkan, atau bahkan lebih hancurnya lagi jika dicap menjadi sampah masyarakat. Tentu kita gak mau kan dibilang seperti itu? Naudzubillah... (reper/baim)
Hai sobat, ngomong-ngomong tentang remaja, pasti udah tersimpan dalam memori otak bahwa arti remaja adalah makhluk yang enerjik, unik, dan menarik dengan pernak-perniknya. Ea... Emangnya asesoris? Bisa aja nih hihi.
Sering kali remaja juga menghabiskan waktunya dengan foya-foya, hedon, dan penuh dengan kesenangan duniawi. Sebagian besar remaja muslim tidak mengenal jati diri mereka sebagai pemuda muslim, tidak mengetahui apa yang harus mereka perjuangkan semasa hidup, bahkan mereka tidak memahami untuk apa hidup di dunia ini.
Peradaban Barat telah berhasil membentuk pola pikir pemuda dengan slogan "muda foya-foya, tua kaya raya, mati masuk surga". Yah guys, coba kita perhatikan slogan tadi, kita diberi dua pemahaman oleh Barat.
Pertama, kita dicekoki pemahaman untuk tidak menjadi pejuang. Eh loh, kok bisa? Coba kita teliti kembali kata "mudah foya-foya, tua kaya raya, mati masuk surga", mau kaya gimana coba, masa mudanya aja hedon? Aneh. Terus mati masuk surga? Gimana bisa? Lah wong masa mudanya juga berbuat dosa terus. Ckckck
Kedua, Barat berhasil menempatkan sosok yang keliru untuk dijadikan teladan bagi para remaja, seperti selebritis, artis K-Pop, dan publik figur yang sengaja dibuat oleh media Barat untuk menghancurkan jati diri remaja muslim.
Lalu, apa yang harus kita lakukan untuk menjadi pemuda (remaja) yang sesuai dengan ajaran islam? Tentunya kita harus menjadi remaja yang selalu taat pada Allah. Gaul boleh, tapi tetap ada dalam koridor syariat islam.
Terus gimana caranya? Yup.. Dengan cara Ngaji dong. Emm.. Maksudnya ngaji kayak ibu-ibu or bapak-bapak di majlis ta'lim gitu? Masa harus gabung sama emak-emak? Nanti diledekin lagi, disebut sok alim lah, sok dewasa lah, dll.
Eits... Untuk kawan-kawan yang mau hijrah tapi gak mau ngaji kayak emak-emak, bisa kok sob. Don't worry! Zaman sekarang banyak tuh komunitas-komunitas yang selalu mengkaji islam kaffah, keren-keren pula acaranya, remaja bingit deh. Selain itu, zaman sekarang juga udah banyak tuh media yang canggih sob, kita bisa menambah ilmu tentang islam di media itu, dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Mumpung masih muda, yuk kita manfaatkan waktu dengan sebaik mungkin, dan ikut memperjuangkan tegaknya agama islam. Rasulullah saw bersabda:
"Manfaatkan lima perkara sebelum (datang) lima perkara: (yaitu) masa mudamu sebelum masa tua mu, masa sehatmu sebelum masa sakitmu, masa kaya mu sebelum masa miskinmu, masa senggangmu sebelum masa sempitmu, dan masa hidupmu sebelum masa matimu". (HR. Al-Hakim dan Baihaqi)
Emang dalam islam remaja bisa berperan gitu? Bisa dong sob, bahkan pepatah Arab mengatakan bahwa "Pemuda hari ini adalah pemimpin di masa yang akan datang", dan peran kita sebagai remaja tidak akan mungkin lepas dari proses membangun peradaban suatu bangsa. Dengan semangat membara, dan pemikiran cemerlang yang luar biasa, bisa membuat kontribusi kamu semakin besar dalam islam. Jika suatu bangsa memiliki pemuda yang tangguh dan cerdas, maka akan majulah bangsa tersebut. Sebaliknya, jika para pemudanya rusak, maka tunggulah kehancurannya.
Untuk itu, kalau kalian ngaku seorang pemuda, jangan lewatkan kesempatan emas ini ya sob. Jangan sampai kamu malah menjadi manusia-manusia santai tanpa kerja keras dan tanpa tujuan yang jelas juga. Jangan mau dijadikan pohon bonsai yang cuma dipajang di pojok-pojok ruangan.
Persiapkanlah diri kita untuk berkompetisi menjadi para pemimpin yang tangguh, berakhlak mulia dan bertindak bijaksana. Jangan sampai kita termasuk orang-orang yang tidak diperhitungkan, atau bahkan lebih hancurnya lagi jika dicap menjadi sampah masyarakat. Tentu kita gak mau kan dibilang seperti itu? Naudzubillah... (reper/baim)


Posting Komentar untuk "Remaja Harus Banyak Berperan, Bukan Banyak Baperan"