Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Resolusi Remaja Milenial Di Masa Pandemi


Oleh: FIsmarosa (Santri KMI NDM Ska)

Gaes... Bicara soal resolusi nih biasanya banyak orang terutama kaum milenial,  pada   seneng buat resolusi di awal tahun. Apalagi curhatan tentang resolusi dari anak milenial yang hubungannya erat banget kayak lem dengan dunia maya. lho... tapi kan sekarang bukan awal tahun? emang bener sob. Sekarang emang bukan awal tahun, tapi resolusi ini penting lho kita rancang kapan aja. Nggak perlu nunggu awal tahun  kalo punya harapan baik untuk masa depan, apalagi di masa pandemi saat ini  kita butuh banget yang namanya resolusi, wah apa iya ya? eh ngomong-ngomong resolusi itu apa sih?

Resolusi sendiri menurut KBBI, diartikan sebagai kebulatan pendapat berupa tuntutan tentang suatu hal. Kalau dipikir-pikir, dari sini arti resolusi emang lebih cocok ke konteks tuntutan pendapat suatu kelompok dalam suatu rapat atau dalam hal pemerintahan. Tapi biasanya, resolusi diartikan sebagai suatu harapan yang sungguh-sungguh atau cahaya terang yang akan menjadi petunjuk kita mengarungi aktivitas kita sehari-hari. Gampangnya, resolusi inilah yang akan bertugas sebagai pemandu dan mengarahkan kemana hidup kita akan bergerak,agar kita dapat memanfaatkan waktu lebih efektif dan efisien untuk meraih semua itu.

Di masa pandemi saat ini, jelas banget kita lihat bahwa negeri pertiwi sedang mengalami banyak problem, kalau sebelum pandemi aja udah banyak, apalagi sekarang yang apa-apa dibatasi. Mulai dari sosial dan moral yang tak mau terkontrol, beberapa peraturan yang malah bikin kacau, apalagi ekonomi yang terus bikin galau. Dan masih banyak masalah lain yang bikin kita  terpukau. Miris memang dengan realita yang diatur oleh sistem kapitalis, bak boneka yang diulur maju mundur. Menghasilkan generasi penuh kebebasan, tak tau aturan, bahkan dibuat tak mengerti dengan syariat islam. Ambyar.

Lalu apa sich yang kita lihat potret remaja di era pandemi yang sulit gini? ternyata oh ternyata, masih banyak remaja yang polah tingkahnya banyak mencuri perhatian. Bukannya sadar bahwa kematian bisa datang kapan aja, malah semakin hari semakin mengenaskan. Ada aturan di rumah aja malah jadi kaum rebahan.

Disuruh belajar di rumah malah ngabisin kuota buat telpon pacar 13 jam. Buka buku sebentar aja ogah-ogahan, udah gitu nggak kenal malu lomba main tiktokan. Karena kurang kerjaan, jadi curhat di dunia maya terus-terusan, ditambah omongan kotor yang harusnya tak terucap di lisan. Eh... giliran dinasehatin emak tutup kuping biar nggak kedengeran, bahkan motong pembicaraan sampai ngelawan, apalagi kalau udah main tangan. Sampai lupa mikir kalau emak punya perasaan. Bisa dibayangkan ya sakit hatinya emak. Dan ini cuma sedikit gambaran remaja milenial jaman sekarang, karena masih banyak banget potret remaja yang bikin kita geleng-geleng kepala.

Lalu apa nih resolusi yang harus kita buat sebagai remaja milenial  di masa pandemi ini?

• Yang pertama, pelajari islam lebih dalam, seperti yang kita tahu sobat, di zaman sekarang banyak dari mayoritas yang beragama islam, tetapi tidak tahu tentang agamanya sendiri, padahal islam tidak hanya mengatur masalah ruhiyah saja sob, tetapi segala aspek dalam kehidupan telah diatur secara istimewa dan sistematis dalam agama yang mulia ini. Jadi kita berkewajiban mengambil islam secara keseluruhan, dari semua aspek kehidupan yang ada dalam ritunitas kita setiap hari.

Maka aturan-aturan dalam islam yang harus kita terapkan wajib juga dong kita pelajari. Karena itu kita diwajibkan untuk menuntut ilmu sampai akhir hayat, agar kita mengetahui islam lebih dalam. Dari semua alasan yang kita udah tau, dari sini kita seharusnya sebagai remaja muslim memanfaatkan waktu sebaik-baiknya, karena waktu layaknya pedang, membunuh kapan aja, walaupun jarum jam selalu berjalan perlahan, tapi ia akan terus berputar, sedangkan umur kita tak bisa diperpanjang. Maka dari itu kita harus selalu memperbaiki diri dan memperdalam pemahaman islam kita. Kita nggak boleh merasa udah pinter jadinya nggak belajar lagi ya sobat.

Bahkan sobat, manusia jikalau mencari ilmu lebih banyak, bakal merasa kalau diri mereka begitu bodoh karena lautan ilmu Allah tak terhitung jumlahnya, untuk itu pasang target ilmu apa yang bakal kita perdalam, semakin menambah wawasan kita dan patuhi aturan yang telah tertera jelas di hadist nabi untuk di rumah aja ketika terjadi wabah di suatu negeri, jangan cuma bobo cantik dikasur marathon hp siang malam, saatnya ubah perilaku kita yang mungkin kurang bermanfaat menjadi bermanfaat untuk kita dan orang lain.

Targetkan hafalan qur'anmu, buat mimpi yang akan kita raih di masa depan, tunjukkan ke orang tuamu bahwa kita remaja hebat yang begitu diharapkan umat.

• Yang kedua, jangan pernah lupakan kewajiban kita sebagai seorang muslim untuk selalu mengumandangkan kebaikan dan mencegah kemungkaran. Karena sejatinya manusia adalah tempat Lupa dan salah. Dengan saling mengingatkan, dapat memudahkan kita untuk selalu istiqomah di jalan-Nya, makanya penting banget sob untuk punya teman yang sholih sholihah. Allah Swt berfirman :

"kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah" (QS. Ali Imran : 110)

So, ayo kawan ambil peranmu di masa pandemi saat ini, dengan melihat kebrobrokan saat ini, kita jangan hanya terdiam membisu mengikuti alur air yang berjalan, buat resolusimu dengan hal-hal kebaikan. Apa yang kita bisa jadikan untuk sarana dakwah melawan sistem kapitalis masa kini, kita tingkatkan!

Jika kau pandai menulis, ambil penamu. Jika kalian orang yang kreatif, desain poster atau buat video dakwahmu. Dan untuk yang pintar bicara, Jadikan omongan skill yang kita punya untuk dakwah. Menyadarkan masyarakat, untuk menyalakan lentera umat, menjadi generasi cemerlang. Manfaatkan kuotamu agar menjadi ladang pahala untuk kita dan semua orang yang mencontoh darinya. Jadikan di rumah aja menjadi lebih bermanfaat, makin nambah ilmu, dan tentunya makin berpahala. Wallahu a'lam bissowab (reper/az)

Posting Komentar untuk "Resolusi Remaja Milenial Di Masa Pandemi"