Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Salahkah Jika Kita Memiliki Rasa Cinta?


Oleh: Fitriyani Nurul Dzihni (kelas 3 SMPQu)

Awalnya sih biasa aja, tapi entah mulai kapan tiba tiba muncul rasa.
Heyy!! Kamu lagi jatuh cinta? Santuyyy gak usah panik Because cinta adalah fitrah yang dimiliki setiap manusia. Cinta adalah salah satu anugerah dari Allah yang harus kita syukuri. Allah kasih rasa cinta pada jiwa kita sebagai bentuk dari rasa cinta-Nya kepada kita agar kita berpikir tentang-Nya.
Oh iya, by the way kalian mau tau gak definisi cinta menurut ulama? Yukk simak perkataan dari salah satu ulama ini.. Cekidot

Ibn Hazm mendefinisikan cinta dalam bukunya Thauq al-Hamamah sebagai “permainan”. Tetapi menurut Ibn Hazm, cinta sebagai permainan adalah di awal aja. Pada akhirnya cinta adalah kesungguhan. Perkataan Ibnu Hazm ini memang nggak  jauh dari kata benar, dan nggak jauh juga dari kata salah. Karena beberapa orang terkadang hanya main-main dengan cinta. Namun saat sedang bermain dengan cinta, justru ia malah terperangkap dengan permainannya sendiri.

Ibn Hazm melanjutkan, “Cinta tidak akan bisa diungkapkan dengan kata-kata. Cinta hanya bisa dipraktekkan agar bisa diketahui dan dirasakan.” Benar kata Ibnu Hazm, curhat tentang cinta sama orang yang nggak pernah memiliki cinta itu hambar, iya nggak? Seseorang yang gak pernah memiliki cinta sulit untuk mengajarkan cinta. Sebagus dan seindah apapun kata-kata yang kita lukiskan, nggak akan mampu menandingi keindahan cinta itu sendiri.

Ibn Hazm juga menyebutkan bahwa kita tidak bisa menolak cinta, begitupun juga agama dan syariat. Karena cinta itu datangnya dari hati. Sedangkan nggak ada yang tau isi hati kecuali Allah SWT, karena hanya Dia lah Tuhan yang membolak-balikkan hati.
Salah satu dalil cinta dalam Al-Quran yaitu,

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.” (QS. Ar Rum [30]: 21)

Jadi kita sebagai remaja muslim kudu kembali ke islam. Kuyy mulai bolak-balik buka tutorial yang udah Allah SWT kasih untuk menjalani hidup ini. Semua persoalan yang kita hadapi ada solusinya dalam tutorial yang ada. Yupz bener banget!! Tutorial tersebut ialah Al-Quran dan As Sunnah. Agar hidup kita tidak dipenuhi dengan kehaluan akut.

Nah karena itu Allah SWT menghadirkan rasa cinta sekaligus tata cara pemenuhannya. Agar tujuan adanya cinta itu tercapai. Yups bener banget, cinta dalam Islam itu hanya boleh diekspresiakan dengan ikatan pernikahan, sehingga kesucian manusia terjaga.

So, nggak salah kok kalo kita punya rasa cinta. Pertanda kita adalah manusia normal. Masalahnya bukan terletak pada ada atau tidak adanya rasa, melainkan bagaimana cara kita mensikapinya. Mau memuliakannya atau menghinakannya.
Inilah amalan yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban. Ketika Cinta Menyapa, nggak perlu panik. Ingat, bahwa rasa ini adalah bagian dari fitrah dari-Nya. Hal yang harus kita lakukan adalah bertanya pada diri sendiri. Siapkah melabuhkan cinta ini? Siap itu berarti menikah loh ya, bukan pacaran. Hihihi

Nah, kalo ternyata belum siap ke pelaminan dengan berbagai alasan, maka sebaiknya ambil keputusan. Hilangkan rasa itu dan jangan biarkan tumbuh liar gak beraturan.
Eits, Jangan salah dalam mencinta. Ukirlah cinta hakiki agar kita peroleh ridha illahi. Apakah yang paling membahagiakan bagi seorang  hamba adalah ridha dari Rabb nya? Sungguh inilah puncak kebahagiaan yang tertinggi untuk kita.

So, senikmat apapun cinta yang kita rasa. Sebahagia apapun kita menjalin asmara dengan si dia. Sekompak apapun kita dengannya. Sejujur dan sesetia apa kita dengan dirinya. Semuanya itu bakal percuma kalo Allah SWT nggak ridha. Ngerasa rugi gak sih? Pasti rugi banget kan, guys! Capek-capek jaim, ngabisin kuota internet, ngeluarin modal, eh yang ada dapetnya dosa. Yakin nih masih mau ngelanjutin?

Guys, cinta itu melindungi. Menjaga dari marabahaya. Jika betul cinta, harusnya menjaga. Bukan malah merusaknya. Cinta hakiki itu, seharusnya membentengi dari panasnya api neraka dan menghantarkan kepada nikmatnya surga.

Bukan cinta namanya kalo justru menjerumuskan dalam perbuatan dosa. Mendekatkan pada pedihnya siksa neraka. Lebih baik sudahi demi mengejar cinta hakiki. Yakni cinta kepada Allah juga cinta kepada baginda Nabi. Yupz, sudahi atau nikahi. Dua itu saja yang menjadi bukti cinta hakiki. (reper/baim)

Posting Komentar untuk "Salahkah Jika Kita Memiliki Rasa Cinta?"