Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sumayyah, Wanita Pertama Yang Membeli Surga Dengan Darah


Oleh: Solikha Ardini Rahmawati

Sob, kisah sahabat dan shohabiyah memang selalu menginspirasi ya? Tentu saja dong. Seperti kisah shohabiyah satu ini, wanita ke tujuh yang mengimani Rosul di awal masa kenabian. Yaitu Sumayyah binti Khayyat.

Sumayyah dulu ialah budak dari Abu Hudzaifah, kemudian dinikahkan dengan seseorang asal Yaman bernama Yasir. Tak selang lama, mereka dikaruniai anak bernama Ammar.

Mereka bukan dari keluarga berada, dan hidup dibawa perlindungan Bani Makhzum. Namun, keberadaan mereka diakui di Surga, keluarga yang mengimani Rosul diawal masa kenabian.

Padahal, berislam di awal masa kenabian, tidaklah mudah loh sob. Hingga Sumayyah dan keluarga harus menyembunyikan tauhidnya. Namun akhirnya, keislaman mereka tercium juga oleh suku yang melindunginya selama ini.

Bani Makhzum sangat murka, dan langsung menemui Sumayyah sekeluarga, lalu menyeret mereka keluar dari kamar kecilnya. Dengan kondisi terlentang, mereka mengikat tangan dan kaki Sumayyah di padang pasir terpanas yang ada. Meletakkan batu diatas dadanya. Dan menaburi pasir di sekujur tubuhnya.

Kekejaman yang dilakukan Bani Makhzum tak hanya berhenti sampai disitu, mereka diberi hak untuk menyiksa siapa saja yang mengimani Rosul.

Disitulah keimanan Sumayyah diuji, ia mendapat tendangan, pukulan, injakan, cambukan, hingga goresan benda tajam. Tubuhnya penuh luka dengan badan kering tanpa asupan, ia menahan panas di tengah terik yang membakar. Sumayyah semakin lemas, namun siksaan tak kunjung berhenti.

Kemudian, sampailah kabar tersebut di telinga Abu Jahal, fir'aunnya umat pada masa Muhammad. Walau Abu Jahal tidak berasal dari bani Makhzum, namun ia memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyiksa kaum muslim.

Abu jahal langsung turun tangan, menghampiri Sumayyah dan menyiksanya tanpa belas kasih, lalu memerintah agar Sumayyah mengolok-olok Muhammad, dan kembali pada kepercayaan mereka sebelumnya. Tapi, dengan berani sekali, Sumayyah justru meludahi muka Abu Jahal yang keji itu. Yaa, walaupun tubuhnya tak berdaya, namun ia tetap mempertahankan keimanannya.

Kemarahan Abu Jahalpun memuncak, hingga ia mengambil sebuah tombak. Dan secara perlahan, ia menusukkan mata tombak tersebut pada kehormatan Sumayyah. Memberi kesempatan Sumayyah syahid dan segera merasakan indahnya taman Surga. Sedangkan, Yasir dan Ammar hanya bisa menjerit menangis, melihat sosok wanita yang mereka cintai disiksa hingga meninggal didepan mata mereka.

Penyiksaan pada masa awal kenabian memang luar biasa. Sumayyah meninggal setelah lima tahun Muhammad diangkat menjadi nabi. Dialah, wanita pertama yang Syahid mempertahankan keislaman. Hingga Rasul pun secara khusus berdoa untuk keluarga Sumayyah, "Bersabarlah keluarga Yasir. Sesungguhnya balasan kalian adalah surga"

Nah kira-kira, jika kita posisikan diri sebagai Sumayyah, sudah kuatkah keimanan kita? Apakah siksaan dunia tetap bisa membuat iman kita teguh? Atau justru membuat goyah? Berasa jauh sekali ya. Yuk kita berusaha lagi mengokohkan keimanan. (reper/az)

Posting Komentar untuk "Sumayyah, Wanita Pertama Yang Membeli Surga Dengan Darah"