To Bring Back The Glory Of Islam
Oleh: Meutia Teuku Syahnoordin, S.Kom
Sobat… sadar gak sih, bahwa saat ini kita hidup dijaman yang penuh dengan kerusakan, lihatlah bagaimana kebenaran itu dibungkam oleh aparat pemerintahan yang sangat berkuasa di negeri ini, namun tak mampu menegakkan keadilan. Dan lihatlah kebodohan menapaki kursi pemerintahan, yang tidak bekerja untuk rakyat seperti slogannya “dari rakyat, untuk rakyat”, apa kita tidak muak dengan semua kebohongan ini yang semakin subur dari pada lahan negeri ini. Semakin hancur dan gelap, apalagi ketika kita mulai bersuara menuntut keadilan, rasanya hanya seperti mimpi disiang bolong.
Semakin hari kita dibuat kebingungan oleh pemerintah ini, katanya pro rakyat tapi kenyataannya sangat jauh sekali. Tagihan listrik dan BPJS naik ditengah sulitnya kita mencari nafkah di saat pandemic. Banyak yang di PHK dan korban jiwa akibat pandemic terus bertambah selama masa new normal katanya. Mengapa harus berpedoman kepada barat negara pengusung kapitalis? nyatanya saja dia tak mampu menyelesaikan semua permasalahan dinegerinya. Bahkan semakin jelas bagaimana mereka tidak menyukai Islam dan ras kulit hitam dianggap asing. Rasanya ingin kembali ke habitat kaum muslimin yang dulu, dan kita harus mewujudkannya karna itu merupakan kebutuhan sangat mendesak.
Bagaimana hal itu bisa kita wujudkan? Dengan adanya sebuah institusi yang memiliki kekuasaan untuk memastikan Islam atau aturan Allah itu dapat dilaksanakan secara sempurna. Mengapa harus Islam sih? Karena komunisme dan kapitalisme tak pernah mampu menwujudkan hal itu. Ketika khilafah disejajarkan dengan komunisme oleh para penguasa yang buta politk dan buta sejarah Islam yang gemilang. Itu sebuah fitnah kejam, 14 abad Islam Berjaya menguasai 2/3 dunia dan itu di akui oleh barat. Tapi mengapa harus negeri tercinta ini memusuhinya dengan amat kejam pula. Khilafah adalah janji Allah dan bisyarah dari sang Rasul tercinta, mengingkarinya merupakan dosa besar.
Cara untuk mewujudkan bisyarah rasul itu adalah dengan berdakwah kepada umat. Menyampaikan apa yang kita tahu tentang kebenaran Islam, keindahannya dan masa kegemilangannya yang masih bisa kita cari jejaknya digitalnya meski hanya sepenggal puzzle. Dakwah adalah bukti cinta kita menyampaikannya dengan cara yang makruf agar dapat mencegah kemungkaran di dunia ini. Seperti firman Allah dalam Al-qur’an yang artinya :
Dan siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah dan mengerjakan kebajikan dan berkata, “Sungguh, aku termasuk orang-orang muslim (yang berserah diri)?” (TQS. Fushilat : 33)
Yakni menyeru manusia untuk menyembah Allah semata. Yaitu dirinya sendiri mengerjakan apa yang dikatakannya dengan penuh konsekuen sehingga bermanfaat bagi dirinya, juga bagi orang lain yang mengikuti jejaknya. Dan dia bukan termasuk orang-orang yang memerintahkan kepada kebajikan, sedangkan mereka sendiri tidak mengerjakannya; bukan pula termasuk orang-orang yang mencegah perkara yang mungkar, sedangkan mereka sendiri mengerjakannya. Bahkan dia menganjurkan kepada kebaikan dan meninggalkan keburukan, dan menyeru manusia untuk kembali ke jalan Khaliq. (Tafsir Ibnu Katsir)
Ayat ini mengandung makna yang umum mencakup setiap orang yang menyeru manusia kepada kebaikan, sedangkan dia sendiri mengerjakannya dengan penuh konsekuen, dan orang yang paling utama dalam hal ini adalah Rasulullah Saw. Demikianlah menurut pendapat Muhammad ibnu Sirin, As-Saddi, dan Abdur Rahman ibnu Zaid ibnu Aslam.
Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya, yang bersikap lemah-lembut terhadap orang-orang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dihendaki-Nya, dan Allah Mahaluas (pemberian-Nya) lagi Maha mengetahui. (QS. 5:54)
Allah Swt. berfirman menceritakan tentang kekuasaan-Nya Yang Mahabesar, bahwa barang siapa yang memalingkan diri tidak mau menolong agama Allah dan menegakkan syariat-Nya, sesungguhnya Allah akan menggantikannya dengan kaum yang lebih baik daripadanya, lebih keras pertahanannya serta lebih lurus jalannya. (Tafsir Ibnu Katsir)
Jangan sampai kita murtad deh, yang kemudian Allah ganti posisi kita dengan kaum yang lain. Jangan-jangan wabah ini adalah sinyalnya, meruntuhkan kapitalis dan orang-orang yang berpaling dari agama Allah. Dan Allah ganti dengan sebuah cahaya bernama kebangkitan Islam yaitu khilafah. Kira-kira kita pantas gak menjadi bagian dari cahaya itu tadi? Jika belum maka, ayo pantaskan diri menjadi salah satu pembela kebenaran. Beranikah kita seperti bintang emon bersuara lantang melihat kebatilan dan keanehan dari negeri ini? Mungkin dunia kita dikucilkan, dijauhi dan diancam, namun balasan yang Allah janjikan berupa surga yang luasnya melebihi dari yang kita lihat didunia ini.
Maka sobat sudah seharusnya kita mengganti sistem busuk ini dengan Islam rahmatan lil ‘alamin, yang akan membawa berkah dari langit dan bumi tercurah untuk semua makhluknya. Jangan sampai kelak kita hanya menjadi penonton yang melihat khilafah tegak namun tak punya kontribusi apapun. Hari ini khilfah dipersekusi, namun seiring persekusi itu dimasa pandemic cahayanya semakin terang gemilang. Siapa yang tidak rindu untuk hidup dibwah naungan Islam? Nonmus pun juga hidup tenang di dalamnya, dan mereka masuk Islam secara berbondong-bondong, dan hari itu akan segera datang dimana tak ada satupun pertolongan selain dari pada Allah swt. Siapa lagi yang kita harap kalo bukan Allah yang menolong kita. Wallahu ‘Alam. (reper/ar)


Posting Komentar untuk "To Bring Back The Glory Of Islam"