Untukmu Yang Sedang Dalam Penantian
Oleh: Naning Prasdawati, S.Kep.,Ns (Pemerhati masalah sosial dan remaja)
Ada perasaan harap berpadu cemas. Mungkin ini yang tengah dirasakan oleh para pemuda pemudi pejuang gelar mahanya siswa, mahasiswa. Perasaan deg deg an mengiringi riuhnya pernak pernik persiapan bagi mereka yang masih berjuang di kesempatan kedua seleksi masuk Perguruan Tinggi. Sebagaimana jadwal tes UTBK yang telah dirilis oleh LTMPT (Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi) yang dilaksanakan mulai tanggal 5 hingga 29 Juli 2020. Dimana hasilnya akan diumumkan 20 Agustus 2020 mendatang (1).
Keriuhan persiapan ini masih belum ditambah dengan persyaratan tambahan berupa wajibnya peserta UTBK menunjukkan surat bebas Covid-19. Beberapa pihak menyayangkan fasilitas pemerintah yang menggratiskan test bebas Covid yang ternyata hanya untuk peserta pemegang KIP (Kartu Indonesia Pintar) dan termasuk golongan keluarga MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah) (2). Dimana kita semua tahu, pandemi ini telah memberikan dampak luar biasa pada perekonomian masyarakat, tidak saja pada kalangan bawah, namun juga kalangan menengah dan atas.
Sobat millenials yang disayang Allah, apapun yang sedang kita perjuangkan saat ini, pilihan hidup yang kita tetapkan, kesulitan-kesulitan yang menyertainya, baik untuk yang sedang berjuang menembus jejang pendidikan tinggi, maupun yang memilih jalan lain, satu hal yang tidak boleh kita semua lupa, jangan pernah nihilkan peran Allah. Dengan senantiasa melibatkan Allah dalam setiap langkah, yakinlah apapun yang sedang kita tunggu dan bagaimanapun hasilnya nanti, all is well kawan.
Berbagai kesulitan ataupun kemudahan yang mengiringi pilihan kita, sejatinya tidak akan pernah lepas dari skenario Allah. Skenario Sang Maha Pemilik kehidupan yang tak mungkin salah menakar ataupun tertukar. Bukan islam jika tak mampu membangkitkan ghiroh juang para pemeluknya. Salah satunya betapa luar biasa Allah kabarkan kepada kita bahwa setiap kondisi yang menimpa diri seorang mukmin, akan senantiasa bernilai kebaikan di hadapan Allah tatkala disertakan sabar dan syukur didalamnya.
Dari Shuhaib, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda: "Sungguh menakjubkan keadaan seorang mukmin. Seluruhnya urusannya itu baik. Ini tidaklah didapati kecuali pada seorang mukmin. Jika mendapatkan kesenangan, maka ia bersyukur. Itu baik baginya. Jika mendapatkan kesusahan, maka ia bersabar. Itu pun baik baginya.” (HR. Muslim, no. 2999)
Kawan, yakinlah bahwa tidak ada kebaikan selain dari sisi Allah. Kacamata manusia itu nisbi, sedang ketetapan Allah itu pasti. Sebagaimana Allah firmankan, “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui” (Al Baqarah : 216).
Maka apapun yang Allah putuskan nanti terjadi pada diri kita, pada pilihan hidup kita, yakinlah bawah itu adalah yang terbaik dari Allah. Mungkin bukan selalu yang kita inginkan dan rencanakan, tapi pasti yang kita butuhkan. Entah untuk saat ini ataukah nanti.
Kawan, dunia tidak akan berakhir ketika semua yang kita rencanakan pupus tidak sesuai harapan. Khawatir, sedih, itu adalah hal yang manusiawi. Tapi hendaknya tidak berlarut-larut atau bahkan menjadikan kita berputus asa dari rahmatNya. Naudzubillah.
Maka dalam penantian ini, sebaik-baik aktivitas adalah tawakkal ilallah, berkhusnudzon kepada Allah. Senantiasa bermohon kepada Allah di penghujung malam, di setiap sujud dalam shalat-shalat kita. Menengandahkan tangan, melebur keangkuhan betapa lemahnya diri tanpa pertolongan-Nya. MerayuNya, memantaskan diri dihadapanNya, bahwa kita layak mendapatkan pertolongan dariNya.
"Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan." (Qs. Al Insyirah : 5-6)
"Bilakah datangnya pertolongan Allah?" Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat." (QS. Al Baqarah : 214)
“Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” (QS. Muhammad 47: 7)
Apa yang Allah kabarkan di dalam Al Qur’an, tidak ada keraguan sedikitpun akan kebenarannya. Maka jika Allah telah berjanji memberikan kemudahan sesudah kesulitan, berjanji bahwa pertolonganNya begitu dekat, maka apalagi yang masih membuat kita khawatir? Adakah yang lebih layak kita jadikan sandaran selain kepada Dia yang memiliki seluruh kehidupan di alam semesta ini? Wallahu a'lam bisshowab. (reper/baim)


Posting Komentar untuk "Untukmu Yang Sedang Dalam Penantian"