Warna Warni Elgebete
Oleh: Nazzahra
Diantara kamu pasti ada yang suka sama warna pelangi. Pelangi itu ibarat keceriaan atau kebahagiaan. Kalo kata puitisnya 'ia datang memberi warna setelah hujan reda'. baper ga tuh🤭 Tapi jangan samakan kebahagiaan kamu dengan pelangi ya. Loh kenapa? Kan pelangi itu indah, kebahagiaan juga indah kan? Emang iya indah, tapi cuma bentaran doang guys, ga lama.. kita harus bisa cari kebahagiaan yang hakiki atau selamanya..
Btw, kita harus hati-hati nih sama warna pelangi. Karena warna pelangi itu memikat, makanya banyak oknum yang menjadikan pelangi sebagai simbol dari kebahagaian yang datang bersama kemaksiatan. Kita sebut saja 'elgebete' atau LGBT.. tau kan artinya apa?
Aku kasih tau nih buat kamu yang belum tau LGBT itu apa.. jadi LGBT adalah singkatan dari Lesbi (hubungan sesama perempuan) Gay (hubungan sesama laki-laki) Biseksual (mengganti alat kelamin) dan Transgander ( berpenampilan seperti lawan jenisnya, biasa di sebut 'banci atau tomboy')
Nah oknum-oknum LGBT ini memakai pelangi untuk mengapresiasikan kebahagaiannya.. serem kan guys??😱
Sekarang ini LGBT udah jadi ancaman nyata buat kita. Udah banyak banget nih kasusnya. Tercatat Data Kementerian Kesehatan pada 2012 memperlihatkan jumlah lekaki berhubungan seks dengan lelaki (LSL) mencapai 1.095.970 yang tersebar di semua daerah di nusantara.
Data tersebut udah sekitar 7 tahun yang lalu ya dan kemungkinan terus bertambah seiring dengan 'ketiadaan hukum' yang melarang tindakan tersebut.
Ada lagi nih kasus pada bulan november 3 tahun yang lalu atau pada tahun 2017, ada 42 siswa di cabuli oleh seorang guru sekolah yang kemudian di ketahui seorang gay. Dan yang membuat tragis, sebagian korbannya kini kecanduan dan aktif melakukan seksual sejenis. Pada bulan yang sama juga ditemukan kasus yang serupa, seorang pria mencabuli lima belas murd ngajinya, di Bogor. Duhh, itu guru ngaji loh🙁
So, LGBT bukan cuma jadi ancaman sosial tapi menjadi ancaman untuk kesehatan. Pasalnya, hubungan seksual sejenis ini menjadi penyebab utama penularan HIV/AIDS, yang sama sama kita tau, bahwa penyakit HIV/AIDS ini masih belum ada obatnya. Bahkan kemungkinan untuk sembuh minim banget. Ngeri kan ya? Bahkan nih, dana yang dibutuhkan untuk pengobatan pasien HIV/AIDS juga besar banget. Pada tahun 2016, pemerintah mengalokasikan dana sebersar Rp. 782 miliar bagi 60 ribu pasien.
Secara global, gerakan LGBT udh gencar banget guys. sejumlah perusahaan besar milik asing juga udah melakukan kampanye LGBT seperti Starbucks, Facebook, Instagram, Nike , Adidas , Unilever, WhatsApp, Apple, Google, dll. Perusahaan-perusahaan tersebut mencantumkan logo LGBT yakni pelangi sebagai bentuk kampanyenya. Bukan cuma sekadar mendukung aja, Facebook dan Instagram bahkan menghampus konten dan men-suspend akun-akun yang menyerang LGBT.
Kalo di tanah air, kampanye LGBT masuk lewat film bahkan sampai buku bacaan anak-anak. Banyak juga sineas lokal yang membuat beberapa film bertemakan LGBT.
Jadi guys, karena itu gerakan LGBT bukan lagi jadi ancaman yang biasa, gerakan-gerakan tersebut udah di anggap sebagai ancaman terhadap negeri kita ini. Banyak banget kerusahan yang ditimbulkan. Bukan cuma ngubah dari segi prilaku sosial aja tapi juga dari bisa menyerbarkan wabah penyakit seperti yang sudah di sebutkan di atas.
Dear, kebenarannya tuh LGBT bukanlah penyakit atau kelainan. LGBT juga bukan karena faktor genetis. Tapi LGBT adalah kejahatan atau tindak kriminal. LGBT adalah perbuatan mungkar yang pernah di lakukan penduduk sodom kaum nabi Luth as.
Kita sebagai umat muslim wajib bin kudu banget menolak LGBT. Diharamkan untuk kita memberikan mereka perlindungan. Kalo mereka bertaubat, insyaallah Allah akan mengampuni dosanya, karena Allah Maha penyayang.
Tapi kalo sebaliknya mereka terus melajukan perbuatan keji itu pastinya mereka harus dihukum secara keras, yaitu hukum mati. Ada hadist yang menuturkan hukum itu, yang artinya:
"Siapa saja yang kalian dapati mempraktikan perbuatan kaum Luth bunuhlah pelaku dan pasangannya" (HR. Ibnu Majah)
Harus kita sadari guys, bahwa LGBT ini bagian dari perang peradaban. Kaum barat bukan lagi memakai senjata untuk menjajah suatu negeri tapi dengan merusak generasinya, yaitu kita sebagai remaja. Maka dari itu kita sebagai generasi penerus harus bisa membedakan mana yang baik dan buruk, mana yang harus di perbuat dan yang ga boleh di lakukan. Caranya simpel banget nih, dengan kita menuntut ilmu atau mengkaji ilmu agama dan beramal ma'ruf nahi mungkar, insya allah kita udah menjadi generasi yang berkualitas. Karena dengan mengkaji ilmu agama kita jadi tau nih arahan kita hidup untuk apa dan dengan kita beramal ma'ruf nahi munkar atau mengajak pada kebaikan serta mengingatkan pada keburukan kita udah jadi pahlawan peradaban guys, keren kan?
Jadi, jangan nunda waktu lagi, ayoo lawan perang peradaban bersama-sama dengan islam sebagai tamengnya🤗 (reper/yuni)


Posting Komentar untuk "Warna Warni Elgebete"