Ada Apa Dengan Cinta?
Oleh: Dewi Suciyati
Sobat pasti gak asing lagi dengan yang namanya "Cinta".
Pembahasannya pun sangat kompleks dan penuh dengan lika liku kehidupan yang gak ada habisnya.
Meski hanya sesaat setidaknya banyak dari kita pasti pernah merasakannya sekali dalam hidup.
Cinta disini bisa ditujukan kepada apapun dan siapapun.
Karena cinta sendiri merupakan salah satu bagian dalam diri setiap manusia, yang penciptaannya satu paket, ketika Sang Khaliq meniupkan ruh ke dalam rahim seorang wanita.
Nah.. Kalau sudah ngomongin tentang cinta, di zaman sekarang selalu identik dengan cinta pada lawan jenis.
Ketika seseorang sudah jatuh cinta maka semua hal akan dilakukan demi mendapatkan hati sang pujaan.
Setelah berhasil menggaet pujaan hati, apapun perkataanya sudah seperti perintah komandan yang harus dilaksanakan.
Bucin banget ya, alias budak cinta.
Yang jadi pertanyaannya, kira-kira perbuatan seperti itu wajar atau gak ya? Hmm
Sebenarnya sih gak ada masalah dengan cinta.
Yang jadi masalahnya adalah ketika cara menyalurkan perasaan tersebut yang gak sesuai syariat dan lebih mementingkan hawa nafsu sesaat.
Apa lagi kalau bukan pacaran namanya?
Chatingan berdua, jalan berdua, makan berdua, apa-apa berdua. Seakan-akan dunia hanya milik berdua.
Padahal sobat, semua itu maksiat! Berkhalwat atau berdua-duaan dengan yang bukan mahrom itu sangat dilarang dalam Islam, baik secara langsung ataupun di dunia maya.
Meski hanya sebatas chat tapi jika dibumbui dengan candaan, rayuan ataupun gompalan, maka tetap saja hal itu tidak diperbolehkan.
Interaksi yang diperbolehkan dengan lawan jenis yang bukan mahrom hanya ketika ada kepentingan. Contohnya seperti dalam bidang pendidikan, kedokteran, bisnis dan lainnya yang sejenis.
Lalu kenapa ya gak boleh pacaran?
Padahal pacarannya sehat, islami lagi.
Gak pake pegangan tangan atau berdua-duaan kok, cuman chatingan biasa aja, masa tetep gak boleh? Gak boleh! Mana ada maksiat islami. Ngawur itu! Pacaran itu maksiat dan pastinya itu dilarang agama!
Yang namanya larangan, pasti harus dijauhi ya, gak boleh ditawar apalagi ditolak.
Karena dalam Islam sendiri, tidak asal ketika membuat larangan, tapi ada hikmah yang akan kita dapatkan ketika syariat Islam dijalankan dengan sebaik-baiknya.
Begitu juga larangan dalam berkhalwat. Yang dibalik itu adalah untuk mencegah hal-hal tidak diinginkan kedepannya. maka penjagaan Islam benar benar dimulai dari dasarnya, yaitu menjaga pandangan dan memfilter interaksi dengan lawan jenis.
Lalu bagaimana ketika dua insan telah saling mencintai?
Maka solusi dalam Islam adalah menikah. Namun apabila belum siap, masih sekolah, dll. Maka, kita diperintahkan untuk berpuasa, jaga diri, jaga pandangan. Dan habiskan waktumu untuk kegiatan positif dan berpahala. Menambah ilmu, menambah tsaqofah keislamanmu. Agar jika saatnya itu tiba, maka kamipun telah siap lahir dan batin.
Subhanallah... Begitu telitinya Islam, yang masalah perasaan saja juga diatur dan dijaga. Maka akan lebih baik lagi ketika seluruh Syariat-Nya dijadikan sebagai tolak ukur penilaian dalam melakukan aktifitas sehari-hari. Wallahu'alam. (reper/baim)


Posting Komentar untuk "Ada Apa Dengan Cinta?"