Allah SWT Telah Menampakkan Supaya Kita Bisa Berpikir
Oleh: Edy Purwanto
Dari kisah para nabi dan umat nya yang tertulis dalam Al-Qur'an kita bisa mengambil sebuah pelajaran bahwasanya ketaatan kepada Allah SWT adalah sebuah harga mati. Jika menyimpang kepada syari'at Nya niscaya Allah SWT akan memberikan hukuman. Nabi Adam As. misalnya, beliau diturunkan dari surga bersama Hawa gegara melanggar perintah Allah SWT. Umat nabi Nuh As. yang ditenggelamkan oleh Allah SWT, juga gegara menentang dan menolak syari'at yang dibawa oleh nabi Nuh As. Sebagaimana juga yang dialami oleh umat nabi Saleh As, nabi Luth As, nabi Musa As dan lain sebagainya.
Tetapi sebaliknya ketika manusia taat kepada syariat yang dibawa oleh nabi dan Rasul niscaya manusia akan menjadi makhluk yang selamat. Selamat akidahnya dan selamat hidupnya. Sebagai contoh ketika Nabi Musa AS dan sebagian umat yang mengikutinya telah diselamatkan dari kejaran Fir'aun dan bala tentaranya yang kejam. Nabi Nuh AS dan sebagian umatnya yang telah diselamatkan dari banjir besar yang terjadi berhari hari hingga menenggelamkan sebagian umat yang menolak syari'at yang dibawa beliau. Hingga puncaknya ketika Allah SWT memenangkan syariat Nya yang di bawa oleh Rasulullah Muhammad SAW atas seluruh syariat yang dibuat oleh manusia. Inilah realitas yang benar-benar terjadi pada umat terdahulu.
Dalam beberapa kisah para Nabi dan Rasul beserta umatnya, ketika kita kaitkan dengan kehidupan saat ini tidaklah jauh berbeda. Ada sebagian yang menerima dan ada sebagian yang menolak. Tentu, batasan yang menerima dan menolak adalah syariat Allah SWT bukan yang lain. Kepada dua golongan ini yakni yang menerima dan yang menolak seharusnya bisa berpikir lebih mendalam bahwasanya kejadian pada hari ini telah terjadi pada umat-umat terdahulu jauh sebelum kita hidup pada hari ini. Bagi yang menerima tentu akan diselamatkan dan akan dimenangkan, sedangkan bagi yang menolak tentu akan mendapat hukuman dan akan dikalahkan.
Jika demikian, seharusnya kita memilih yang diselamatkan dan yang dimenangkan bukan? Bukan malah memilih yang mendapat hukuman dan pasti akan dikalahkan. Selain itu kitapun akan mengorbankan segala sesuatu untuk yang diselamatkan dan dimenangkan bukan?, Dan bukan memilih mengorbankan segala sesuatu untuk mendapatkan hukuman dan pasti dikalahkan, iya kan?. Bukankah Allah SWT telah menampakkan secara terang benderang?. Bukankah Allah SWT telah menganugerahkan akal kepada kita agar bisa berpikir lebih mendalam dan kemudian memahaminya.
Memahami bahwasanya kita adalah umat baginda Nabi Muhammad SAW. Nabi telah mencontohkan kepada kita yang hidup di hari ini agar menjadikan Islam sebagai jalan kehidupan. Menjadikan Islam sebagai satu satunya pola pikir dan pola sikap serta meninggalkan pola pikir dan pola sikap orang-orang kafir dan orang-orang munafik. Selain itu bukankah sudah ditampakkan saat ini oleh Allah SWT didepan mata kita sebuah kefasadan ( kerusakan) yang sangat besar ketika manusia memilih jalan selain Islam.
Atau memang kita terus memelihara kefasadan ini secara sadar atau tidak sadar. Sampai kapan ? Sampai kefasadan itu menimpa kita, keluarga kita, sahabat-sahabat kita, baru kita menyadari. Tentu tidak bukan ?. Apakah tidak lebih baik kefasadan ini harus segera diakhiri dengan dijadikan syariat Islam sebagai solusi.
Allah SWT berfirman:
“Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al-Qur’an itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.” (QS. Yusuf: 111)
Katakanlah (Muhammad), “Bepergianlah di bumi lalu lihatlah bagaimana kesudahan orang-orang dahulu. Kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang mempersekutukan (Allah).” (QS. Ar-Rum : 42 ).
Semoga dari pelajaran umat-umat terdahulu dan kefasadan yang terjadi hari ini bisa menyadarkan kita, bahwasanya kita memang harus kembali kepada syari'at Nya. (reper/az)


Posting Komentar untuk "Allah SWT Telah Menampakkan Supaya Kita Bisa Berpikir"