Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Be Content Creator of Dakwah


Oleh: Neng Ranie SN

Sobat remaja, di antara kalian ada enggak nih yang bercita-cita menjadi content creator? Memang sih, tak dipungkiri di era perkembangan dunia digital content creator menjadi profesi yang sedang naik daun. Popularitas dan endorse dari berbagai brand, menjadi magnet untuk orang mencobanya.

Content creator hari ini, selain bisa menjadi pujaan followers, juga memiliki peran yang luar biasa dalam menyebarkan sebuah informasi, sebab segala hal yang di-create dan di-share akan menjadi konsumsi nitizen di jagat dunia per-sosmed-an. Bahkan bisa memotivasi followers melalui konten-konten yang dibuat.

Tapi sayangnya, terkadang hanya demi menambah jumlah subscribe dan menarik minat nitizen. Beberapa content creator tega melakukan apa pun asalkan trending, meski harus melanggar akhlak dan adab. Astagfirullah.

Seperti yang baru-baru ini viral di media sosial, warganet lagi pada heboh ngomongin  aksi prank “Daging Sampah” youtuber EP. Yupz, serupa dengan aksi youtuber FP asal Bandung beberapa waktu lalu, youtuber ini juga membuat aksi prank sampah. Ia membagikan daging kurban tapi isinya sampah.

Terang saja, video prank-nya mendapat kecaman dari warganet. Setelah mendapatkan laporan dari masyarakat pihak kepolisian mengambil tindakan penangkapan. Pelaku konten video prank ini berjumlah empat content creator. Dua di antaranya masing-masing bernama EP (24) dan DF (20) telah diamankan oleh pihak Polrestabes Palembang, Sumatera Selatan. Dua orang lainnya masih DPO. (tribunnews.com, 3/08/2020)

Enggak habis pikir yah, guys. Kok bisa setega itu? Wajar sih, sebab paham sekuler-liberal menjadi arah pandang generasi saat ini. Materi menjadi standar kebahagiaan. Ckck.

Lalu, apakah salah menjadi content creator? 

Sobat remaja, menjadi content creator tidak diharamkan dalam Islam. Menjadi content creator dalam Islam berarti menjadi sosok pembawa berita untuk banyak orang. Sebagai Muslim kudu paham bin sadar ketika menjadi sosok content creator yang akan menjadi panduan banyak orang, hal apa saja yang harus kamu share.

Islam sangat mendukung, apabila kita dapat memanfaatkan media untuk mengambil peran dalam beramar makruf nahi mungkar. Eits tapi ingat, hal yang harus diperhatikan adalah konten atau informasi apa yang akan kita sharing ke banyak orang. Apakah itu baik atau buruk, sesuai hukum syariah atau bertolak belakang, atau bahkan justru menyerang Islam. Rasulullah saw. bersabda,

“Cukuplah seorang disebut pendusta jika ia mengabarkan semua yang ia dengar.” (HR. Muslim)

So, itu tandanya jika kamu Muslim dan ingin menjadi content creator, ingatlah tidak semua pesan dapat kita sharing ke banyak orang atau bahkan memaksakan orang lain untuk menerima dan menjadikan pesan kita sebagai gaya hidup mereka. Maksudnya kita perlu menyaring hal apa saja yang akan kita share untuk menjadi motivasi atau konsumsi followers kita.

Oleh karena itu, gunakan sebaik mungkin untuk mengambil peran menjadi content creator dakwah. Membuat konten-konten berfaedah, semisal menshare informasi tentang hukum syariah, mengingatkan kebaikan, mencegah kemungkaran, bahkan menjadi motivator hijrah yang menyebarkan dakwah Islam melalui jagat dunia maya.

Perhatikan juga rambu-rambu, jangan sampai bablas terobos hukum syariah yah, hanya karena ingin menaikkan followers dan dapat materi, atau mengemis like dari manusia. Ingat yah sob, walaupun hanya sebuah konten kelak ia tidak lepas hubungan dari hisab kita di Yaumil akhir. Allah Swt. berfirman,

وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِۦ عِلْمٌ ۚ إِنَّ ٱلسَّمْعَ وَٱلْبَصَرَ وَٱلْفُؤَادَ كُلُّ أُو۟لَٰٓئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْـُٔولًا 

“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.” (Qs. Al Isra: 36). Wallahu a’lam bishshawaab. (reper/ar)

Posting Komentar untuk "Be Content Creator of Dakwah"