Belajar Dari Duta Pertama Islam : Mushab Bin Umair
Oleh: Solikha Ardini Rahmawati
Siapa yang tak mengenal pemuda dengan julukan sebagai duta Islam pertama? Yaps, tak perlu ditanya, pasti sobat sudah hapal bahwa ia adalah Mush'ab bin Umair. Lahir dari nashab terpandang, dan hidup berkecukupan, penuh dengan manjaan kasih dari keluarga dan orang-orang besar.
Kenyamanan duniawi dirasakan Mush'ab hingga hidayah Allah turunkan padanya, dengan hati yang bersih dan lapang, ia menerima ajaran Islam dari Rosul secara langsung. Seringkali ia sembunyi-sembunyi pergi ke rumah Arqam bin Arqam untuk mengkaji Islam.
Namun, keislaman seseorang tak mungkin bisa disembunyikan selamanya. Kabar tersebut sampai di telinga ibunda tercinta yakni Khunas binti Malik. Murka atas agama baru sang anak, ia mengurung Mush'ab, walaupun baju lusuh dan tak berganti-ganti lagi namun Mush'ab tetap teguh akan keislamannya.
Hingga melihat beberapa kaum muslim hijrah ke Habasyah, membuat Mush'ab melakukan muslihat dan berhasil mengelabuhi ibunya, lalu kabur bersama umat Muslim yang berhijrah lainnya. Hingga ia kembali ke Makkah dan diberi amanah luar biasa oleh Rosul untuk menyerbarluaskan Islam di Madinah.
Tentu, Rosul tak sembarangan dalam memberi amanah sob. Mush'ab dipilih Rosul karena kepawaiannya dalam berkomunikasi, berwawasan luas, dan pendirian teguh. Ia tak akan tergoda dengan iming-iming duniawi yang sebelumnya sudah pernah ia rasakan.
Mush'ab yang berkepribadian tenang juga menjadi alasan Madinah bisa diislamkan dalam waktu singkat. Ia menemui tiap kepala suku walaupun beberapa menentang, namun dengan tenang, mush'ab mampu mendudukkan mereka dan mengajak diskusi hingga islam dapat diterima tanpa ada paksaan.
Gencarnya ia dalam mendakwahkan Islam, membuat tahun berganti menjadi kota Madinah yang siap menyambut Rosul untuk menegakkan aturan Islam dalam bentuk Daulah.
Pencapaian yang luar biasa memang tak bisa dengan perngorbanan seadanya sob. Sosok Mush'ab yang sebelumnya bergelimang harta kemudian harus mengikhlaskan semuanya demi dakwah islam. Bahkan, ia dikurung oleh ibundanya sendiri.
Begitulah seharusnya kita sebagai muslim dalam mendakwahkan Islam, totalitas dalam berkorban, tak peduli beberapa banyak rintangan jadikan sebagai tantangan. Dan tetap sebarkan meski banyak yang menentang. Ingat ya sob, jangan pernah berhenti dalam dakwah sampai surga berada di depan mata. (reper/az)


Posting Komentar untuk "Belajar Dari Duta Pertama Islam : Mushab Bin Umair"