Bersabar dalam Hijrah
Oleh: Meita Ciptawati (Pemerhati Remaja)
Hijrah menjadi trend pada saat ini. Mulai dari orang biasa sampai artis luar biasa. Apalagi dengan adanya film Jejak Khilafah Di Nusantara (JKDN), banyak kalangan masyarakat melihat fakta sejarah sesungguhnya. Tentang hubungan Indonesia dengan kekhilafahan. Apalagi banyak dari teman-teman dapat tugas dari gurunya untuk negerangkum film JKDN. Jadinya semakin banyak yang pengen kenal islam. Tak sedikit dari mereka berniat untuk berhijrah.
Dalam proses menapaki jalan hijrah tak sedikit rintangan menghalang. Apalagi kalau kita sudah paham islam dan ingin medakwahin islam ke teman-teman kita. Niatnya baik ingin nyebarin islam baik lewat lisan, tulisan ataupun media sosial dengan buat konten-konten dakwah menarik. Tapi berjalannya waktu banyak yang nyiyir dengan kita. Mereka malah menyerang dengan kata-kata yang menydutkan kita.
Diantaranya kalimat "Belum jadi ulama aja sok-sok'an bilangin kita, siapa loh?", atau kalimat-kalimat lain yang intinya menohok pada hijrah kita yang masih seumur jagung sudah berani dakwahin ke orang lain.
Di media sosial itu lebih sadis pembullyan terhadap penyampai kebenaran. Karena tidak bertemu secara langsung. Patut kita garis bawahi siapapun yang menyampaikan kebenaran. Dari golongan manapun, selama dia benar, maka harusnya kita ambil. Mau itu dari anak kecil sekalipun.
Hai sobat??? Jikalau seluruh manusia yang ada dimuka bumi ini mencemooh apa yang kita lakukan, tetapi Allah meridhoinya janganlah bersedih dan mundur kebelakang. Buat yang ingin memulai hijrah, selalu ada saja hambatan dalam perjalanan mempertahankan jalan keistiqomahan, teruslah bersabar dan tak patah semangat hanya gara-gara kata-kata manusia, yang tak pernah hentinya menghujat kita.
Apapun yang kita lakukan selalu ada saja yang suka ataupun tidak suka. Maka standar kita berbuat adalah standar Allah, bukan standar manusia. Walaupun mereka pada ga suka dengan dakwah yang kita sampaikan, tapi Allah nyuruh, maka jalan terus. Karena buat apa memikirkan pendapat orang lain yang ga suka sama dakwah islam, buang-buang energikan.
Kalau kita mengikuti kata-kata mereka, tidak akan ada habisnya. Ada saja yang mendukung dan ada juga yang mencela. Mendingan kita maksimalkan dakwah, baik itu di dunia nyata dan dunia maya. Fokuslah ngolah konten-konten islami. Supaya banyak orang yang tercerahkan dengan dakwah ini.
Tanamkan dalam dada bahwa apa yang kita lakukan selama Allah ridhoi maka itu sudah cukup. Teruslah berjuang untuk yang sedang menjalani proses hijrahnya. Setiap manusia pasti diuji Allah dengan berbagai ujian untuk menaikan level kualitas dirinya.
So, jangan pernah lelah dalam berhijrah dan santuy aja jika menghadapi mereka yang tak pernah puas dengan apa yang kita lakukan. Selama kita berada di jalan Islam itu sudah cukup membahagiakan. (reper/az)


Posting Komentar untuk "Bersabar dalam Hijrah"