Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Buat Apa


Oleh: Sahilatul Hidayah

"Ada tiga perkara, siapa saja yang memilikinya ia telah menemukan manisnya iman. Yaitu orang yang mencintai Allah dan Rasul-Nya lebih dari yang lainnya; orang yang mencintai seseorang karena Allah, dan orang yang tidak suka kembali kepada kekufuran sebagaimana ia tidak suka dilemparkan ke Neraka." (HR. Anas)

Berawal dari konten di IG aku yang bersliweran, bukan di beranda sih tapi di itu lho apa sih namanya itu pas klo kita mau nyari akun Ig yang lain itu kan ada yak aneka konten di situ. Nah..mata aku tiba-tiba tertuju pada satu konten yang sangat menarik karena sudah begitu tertarik dengan judul kontennya. Kalian tau judulnya apa? Judulnya buat apa. Dan mashaaAllah tuh konten singkat makjleb beut, aku ceritain secara singkat aja yak isinya apaan

Jadi tuh ceritanya ada seorang cewek yang lagi kek disidang gitu sama ortunya. Gegara dia memutuskan untuk mengenakan kerudung. Ada kalimat yang mashaaAllah langsung menghujam gitu, kira-kiranya bunyinya begini.  Iya Mami, Nisa tau mengenakan hijab memanggul konsekuensi yang besar. Mungkin kalau Nisa gak berhijab job Nisa akan lebih lebih banyak, tapi buat apa kalau itu hanya bikin Allah marah. Beuh..pas langsung ngedenger kalimat terakhir itu rasanya maknyess gitu adeeem beut ngedengernya.

Menutup aurat bagi seorang muslimah yang sudah baligh adalah sebuah kewajiban bukan pilihan apalagi entaran. Kalau itu adalah sebuah kewajiban berarti kudu bin wajib dilaksanakan apapun konsekuensi yang bakalan diterima, dan Nisa tau betul itu. Doi sebagai artis (dikonten itu ceritaya si Nisa itu seorang artis ya gess) ketika memutuskan mengenakan kerudung kemungkinan besar akan ngalamin kehilangan banyak job, tapi itu gak ngebuat sedikitpun dirinya mundur dari keputusannya bahkan dengan mantabnya dia mengatakan buat apa semua kekayaan dan ketenaran yang didapat kalau akan bikin Allah marah.

Dan sungguh itu bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan. Beeraaat beut karena kita hidup di dalam sistem kapitalis dimana semuanya itu haruslah bisa diukur dengan kekayaan dan ketenaran. Seseorang tidak akan dihargai dan dihormati ketika dia tidak memiliki keduanya. Aku pernah juga sih ada diposisi kek Nisa gitu, tapi bukan artis ya, waktu itu pas ngelamar kerjaan jadi guru bahasa inggris di sebuah sekolah internasional.

Seneng beut pas kepala sekolahnya bilang kalau aku diterima mashaaAllah secara gitu ya ngajar bahasa inggris di sekolah internasional. Eeeiittss...tunggu dulu ternyata ada syarat dan ketentuan berlaku yang menyertainya. Apa itu? aku kudu melepas kerudung selama mengajar.Pas datang dan pulang boleh pke tapi pas ngajar kudu lepas.

Whaaaatt...langsung ilfil berat aku jadinya. Ketika beliau menyampaikan alasannya begini mbak bla..bla..blaa..udah deh itu kek masuk kuping kiri keluar kuping kanan. Setelah tersampaikan alasannya kenapa langsung aja aku bilang maaf saya gak bisa karena mengenakan kerudung (waktu itu aku juga udah berjilbab) adalah konsekuensi dari keimanan saya kepada Allah, yaitu ketundukan untuk berusaha melaksanakan semua perintahNya dan menjahui smua laranganNya termasuk perintah menutup aurat dengan sempurna bagi seorang muslimah.

Apa konsekuensi yang aku dapat waktu itu?ya tentu saja karena aku menolak untuk melepas kerudung akhirnya lepas juga pekerjaan guru bahasa inggris di sekolah internasional. Sedih bin kecewa iya sempet juga karena wajar lha ya yang namanya manusia jugak akunya. Tapi itu gak berlangsung lama bentaran beut bahkan langsung berganti dengan kelegaan dengan menghadirkan lagi hubungan kita dengan Allah bahasa kerennya idrak silatibillah. Berusaha menghadirkan lagi tujuan terhakiki dari ngejalanin hidup adalah keridhaan ilahi bukan hanya sekedar kekayaan berupa materi. Kalau ngedapetin kekayaan dan ketenaran tapi bikin Allah marah, buat apa?? (reper/az)

Posting Komentar untuk "Buat Apa"