Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cry? Why Not?


Oleh: Hasna Dieni Rozanah (Santri Ma'had Darul Bayan Sumedang)

Pernah gak sih kalian ngeliat orang nangis histeris gara-gara merasa bahagia bisa ngeliat atau bahkan ketemu langsung sama idolanya. Atau mungkin juga ada yang nangisnya itu, cuma gegara gak kedapetan ngeliat mobil milik idolannya lewat di depan mata.. haduh.. haduuh.. udah aneh-aneh aja zaman sekarang. Ngabisin air matanya untuk hal-hal yang udah susah aja dicerna sama otak. Gak kepeikiran aja gitu, bisa-bisannya nangisin idola yang kehidupannya jauh dari ajaran-ajaran Islam, yang tentu jauh juga dari Allah. Bisa jadi juga yang mereka idolakan adalah orang-orang yang ingkar terhadap Allah, alias kafir. Ehm.. udah kelewatan banget, ya gak sih?

Atau nih ya, kalian pernah liat gak orang yang nangis gara-gara diputusin pacarnya, gara-gara nonton drama korea, gak bisa ikut konser boy/girl band kesukaanya, mungkin juga nangis gara-gara gak bisa beli kuota hehe.. ataupun nangis gara-gara hal-hak yang lainnya deh. Yang terkadang pula ketika ada orang ketauan nangis bisa aja tuh dicap baperan, cengeng atau lemah.

Sampai-sampai bagi laki-laki nangis itu adalah hal yang paling gak boleh terjadi. Karena kalau laki-laki nangis itu terkesan menunjukan kelemahan dan ketidak maskulinan ataupun ketidak perkasaannya.
Padahal nangis itu udah fitrahnya manusia. Jadi wajar-wajar aja jika ada orang yang menangis, baik itu perempuan ataupun laki-laki. So, nevermind. Itu bukan aib. Malahan kalau kita perhatiin tuh, bahwa manusia itu dari lahirnya aja udah nangis.

Gak normal plus serem aja kali ya, kalau ada bayi baru dilahirin, bukannya nangis tapi ini malah ketawa. Auto kabur tuh orangtua sekakigus dokter-dokternya.. hehe.. jangan kan ketawa, bayi yang gak nangis dan gak berauara sama sekali pjn akhirnya ditakuti juga, karena.. ya jelas gak normal lah.. ya kali bayi bisa jaim apa, gak mau nangis pas lahir karen takut dicap cengeng.. hehe gak ya sob.

Jadi, orang yang nagis itu gak selamanya lemah deh sob atau nanhgs itu dianggap suatu hal yang jelek. Karena menurut studi yang dilakukan University of Douth Florida pun mengungkapkan bahea menangis bisa meningkatkan mood dengan sangat efektif, bahkan melebihi efek antidepresan.

Belum kagi menurut psikoterapis, menangis itu baik untuk kesehatan. Air mata yang keluar saat menangis bisa mengeluarkan hormon toksin dan endorfin bernama enkephalin yang bisa mengurangi rasa sakit.

The last, dalam kacamata islam pun, menangis bukankah hal yang salah, bukan juga maksiat atau termasuk perbuatan buruk jika dilakukan. But, this is about "apa yang kita tangisi?"  dan "kenapa kita menangisinya?"

Jika kita melihat orang-orang terdahulu, bagaimana mereka menangis. Maka kita akan menemukan bahwa mereka tak menangisi hal-hal yang biasa orang-orang zaman sekarang tangisi. Takkan ada di antara mereka yang menangis hanya gara-gara kehabisan tiket konser atau hal-hal receh lainnya.

Bahkan Ibnu Qudamah, ulama besar, menulis kitab yang mengisahkan tentang air mata orang-orang sholih sejak zaman nabi Adam a.s semua kisahnya itu bertutur tentang bagaimana orang-orang shalih itu mengucurkan air mata. Khalifah Umar bin Abdul Aziz contohnya pernah menangis tersedu-sedu ketika memdengar ada orang yang membacakan ayat alquran yang mengisahkan tentang neraka, dan gambaran neraka itu membuat air mata beliau tumpah ruah.

So, sudah saatnya kita meningkatkan level kita dalam beramal termasuk ketika menangis pun harus sesuai dengan status kita sebagai muslim. Menangislah yang berkualitas . Yang bisa meningkatkan kesadaran kita akan hubungannya dengan Allah, yang bisa meningkatkan keimanan kita pula. Sudah saatnya kita menangis karena takut kepada Allah, takut pada adzabNya dan takut atas segala lalai dan dosa yang telah diperbuat selama ini.
Termasuk menangislah karena takut belum melaksanakan perintah-Nya secara menyeluruh.

Rasulullah bersabda " Tidak akan masuk neraka seseorang yang menangis karena merasa takut kelada Allah sampai susu (yang telah diperah ) bisa masuk kembali ke tempat keluarnya " [HR. Attirmidzi no 1633]

Jangan lagi deh nangis gak jelas apalagi menangisi hal-hal yang retjehan.. karena langkah kehidupan kita sekecil apapun itu, pasti akan dipertanggung jawabkan. And, air mata muslim itu berharga dan sudah seharusnya berkualitas. Let's be better guys..^_^ (reper/yuni)

Posting Komentar untuk "Cry? Why Not?"