Hijrah dan Ilmu
Oleh: Kunjung Sasono (Komunitas Garis Bawah)
Jangan memandang orang dari bentuk fisiknya. Mungkin banyak tato yang menempel di badanya. Mungkin banyak bekas tindik lobang di telinga atau hidungnya. Atau rambut gondrong acak-acakan.
Tapi siapa yang mengira kata hijrah telah terucap dari bibir dan hatinya. Proses berubah dari hal buruk menuju hal kebaikan mungkin sedang diraihnya. Itu yang saya jumpai bersama sahabat hijrah Om Anto "Tembul" yang tinggal di kota Dawet Ayu Banjarnegara beberapa waktu lalu.
Dunia lembah hitam perlahan ditinggalkan. Semua kenikmatan dunia hitam yang melenakan dibuang jauh-jauh. Pelan berproses ingin melupakan masa lalu dan melangkah kedepan yang lebih baik. Mulai bersentuhan dengan kajian-kajian yang mencerahkan. Bertemu dengan tokoh-tokoh ustadz yang bisa mengantarkan kepada cahaya Islam.
Sekarang aktif juga di komunitas "Kita Peduli Banjarnegara". Yang kegiatanya positif seperti bedah rumah, penyedia kursi roda, bagi sembako, wakaf Al-Qur'an, pendampingan pasien kurang mampu dan masih banyak lagi. Serta mempunyai visi dan misi ingin menyatukan puluhan komunitas yang ada di Banjarnegara agar satu wadah koordinasi.
Prinsip dari Om Anto "Tembul" sederhana melaksanakan apa yang dia dapat dari kajian, sesuai Sabda Rasulullah Saw "Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia” (HR. Ahmad, ath-Thabrani, ad-Daruqutni)
Hijrah adalah sebuah pilihan yang tepat tapi juga berat. Terkadang dimana berat meninggalkan kebiasaan lama dan komunitas teman-teman lama dalam kubang kejahiliyahan. Pasti akan dijauhi dan dikucilkan dari teman lamanya. Butuh rasa keistiqomahan yang tinggi untuk sabar.
Tantangan setelah hijrah adalah masuk bengkel untuk memperbaiki segala onderdil body dan pemikiran yang rusak diganti dengan yang islami. Salah satunya adalah dengan menuntut ilmu. Seorang muslim tidak hanya cukup menyatakan keislamannya tanpa berusaha memahami Islam dan mengamalkannya. Disertai mempelajari ilmu Islam.
Ilmu akhirat adalah ilmu agama, sedangkan ilmu dunia adalah ilmu yang berkaitan dengan kedunian. Keduanya sama pentingnya, ilmu akhirat (agama) sebagai bekal kita keakhirat dan ilmu dunia sebagai penunjang untuk melaksanakan ilmu akhirat.
Ilmu adalah kunci segala kebaikan dan merupakan sarana untuk menunaikan apa yang Allah SWT perintahkan pada kita. Tak sempurna keimanan dan tak sempurna pula amal kecuali dengan ilmu. Dengan ilmu Allah disembah, dengannya hak Allah ditunaikan dan dengan ilmu pula agama-Nya disebarkan.
Seruan mencari majelis ilmu Rasul SAW bersabda "Apabila kalian melewati taman-taman surga, maka beristirahatlah kalian (di sana).Mereka bertanya, “Wahai Rasulullah apakah yang dimaksud dengan taman-taman surga itu?” Beliau menjawab, “halqah-halqah (majelis-majelis) zikir, karena sesungguhnya Allah Swt mempunyai iringan para malaikat yang ditugaskan mencari halqah-halqah zikir. Apabila mereka mendaangi suatu halqah zikir, maka mereka mengerumuninya (bergabung dengan mereka).” (HR. Tirmidzi & Baihaqi)
Kemanfaatan ilmu yang diperoleh yaitu bagaimana ilmu itu mampu merubah akhlak kita yang buruk menjadi lebih baik. Lalu mengamalkan ilmu yang kita miliki akan mendatangkan manfaat yang luar biasa bagi diri kita maupun orang lain. Dimana proses transformasi ilmu berlangsung.
Maka dengan hijrah diiringi menuntut ilmu akan menjadikan orang tersebut diangkat derajatnya. Akan semakin merasa takut kepada Allah SWT. Orang berilmu akan dimudahkan jalan ke surga dan mendapatkan pahala yang banyak.
Saya berdoa kepada siapa saja, yang mempunyai keinginan kuat berubah dari keburukan menuju cahaya hidayah. Termasuk Om Anto "Tembul" dan kawan-kawan. Semoga dipermudah langkahnya dan Istiqomah serta sabar dalam menghadapi berbagai hambatan dan rintangan. Pasti kelak akan menemukan kenikmatan iman dan surga adalah balasan bagi para pencari kebenaran. Aamiin. (reper/az)


Posting Komentar untuk "Hijrah dan Ilmu"