Ibrah Nabi Ayub As dan Pandemi Covid-19
Oleh: Kunjung S. (Komunitas Garis Bawah)
Pandemi Covid-19 menjadi ujian tersendiri bagi masyarakat sedunia. Padahal belum genab satu tahun berjalan. Kesulitan-kesulitan mulai bermunculan. Mulai dari kehilangan nyawa, PHK, lapangan pekerjaan sulit, kelaparan, ekonomi lesu dan sampai terinfeksi virus covid-19 lalu dikucilkan.
Sampai kadang orang sakit dan takut, lalu menunda berobat ke faskes kesehatan karena takut dihubungkan dengan covid-19. Bahkan di berita-berita media terjadi pengambilan jenazah paksa karena keluarga tidak terima dengan vonis pemakaman protokol covid-19.
Kita dimasa pandemi ini yang baru hampir setahun harus belajar dari ibrah kisah Nabi Ayyub As yang diberi cobaan sakit selama 18 tahun. Nabi Ayyub As diutus oleh Allah SWT di daerah Hauran, Yordania-Syria (1420-1540 SM). Cobaan sakitnya adalah tiada suatu pori-pori kulitnya tersisa dari tubuhnya tak terhantam penyakit kecuali kalbunya.
Cobaan bertambah ketika seluruh anaknya meninggal dunia dan kekayaan yang melimpah hilang tiada tersisa. Tanah yang luas hilang. Semua hewan ternaknya yang banyakpun sirna. Semua orang yang tadinya dekat menjauh tak mau mendekat karena jijik, terkecuali dua orang sahabatnya dan istrinya. Dan Nabi Ayyub diasingkan tinggal dipinggiran kota dekat pembuangan sampah.
Untuk mengobati dan mencukupi kebutuhan sehari-hari istri Nabi Ayyub As bekerja kepada orang lain. Awal pertama orang tidak tau, tapi setelah mengetahui kalau dia istri Nabi Ayyub As maka tak ada yang mau mempekerjakanya. Hingga sampai suatu keterpaksaan istri Nabi Ayyub As memotong kepang rambutnya dan menjualnya untuk makan.
Ditengah cobaan yang berkepanjangan Nabi Ayyub As menghadap Tuhan-nya dengan keyakinan dan permohonan doa, akhirnya datanglah pengabulan dan rahmat Allah Swt turun dan ujian pun berakhir. Dikembalikan lagi bentuk fisik semula tanpa sakit, kekayaan harta dan hewan ternak juga kembali. Dan Allah SWT memberikan anak-anak kepada Nabi Ayyub As yang banyak lagi.
Sungguh besar cobaan yang diterima Nabi Ayyub As. Diberi sakit yang berkepanjangan, hidup dikucilkan, mencari kebutuhan sehari-hari dipersulit dan dijauhi manusia. Hampir mirip kepada orang yang dicap terinveksi virus covid-19 saat ini. Tapi cobaan Nabi Ayyub As memang belum sebanding dengan umat manusia.
Ibrah dari peristiwa ini memang derajat kita sebagai manusia biasa masih kalah jauh dibanding beliau sebagai seorang Nabi. Tapi paling tidak kita diajarkan untuk mengambil apa yang dicontohkan. Karena keberadaan Nabi Ayyub As tentunya dimaksudkan untuk memberikan keteladanan bagi umat manusia.
Berikutnya Nabi Ayub As adalah ibrah hamba yang sabar dan tidak merasa marah karena menerima ujian dan cobaan dari penyakit yang menimpanya. Bahkan dia merasa seperti malu-malu untuk memohon kepada Tuhan-nya agar dikeluarkan dari ujian itu. Dia menyerahkan urusan itu sepenuhnya kepada Allah SWT di detik-detik kepasrahannya.
Istri Nabi Ayyub As juga menjadi contoh tauladan istri yang Sholehah. Berbakti dalam keadaan susah sekalipun dimana semua orang meninggalkan suaminya, karena jijik penyakitnya dan habis harta kekayaanya. Tetapi beliau tetap setia menemani suaminya dalam kondisi sakit yang dalam jangka lama.
Ibrah yang juga bisa kita tarik dengan masa pandemi Covid-19, bahwa Nabi Ayyub mengajarkan apa itu isolasi mandiri, pembatasan sosial (social distancing), juga pembatasan fisik (physical distancing) seperti diterapkan saat ini. Ketika Nabi Ayyub merasa sakit parah dia mengasingkan diri dipinggiran kota.
Seperti kita ketahui Al-Quran lebih dari 14 abad yang lalu telah turun dan memberikan gambaran tentang penyakit yang menggeroti tubuh Nabi Ayub As untuk dijadikan ibrah, pelajaran umat sesudahnya dalam menghadapi wabah penyakit. Termasuk saat pandemi Covid-19 saat ini kita bisa mengambil pelajaran darinya.
Allah SWT berfirman "Dan semua kisah dari rasul-rasul Kami ceritakan kepadamu, ialah kisah-kisah yang dengannya Kami teguhkan hatimu dan dalam surat ini telah datang kepadamu kebenaran serta pengajaran dan peringatan bagi orang-orang yang beriman." (QS. Hud: 120). (reper/az)


Posting Komentar untuk "Ibrah Nabi Ayub As dan Pandemi Covid-19"