Idolanya Para Remaja
Oleh: Neng Ranie SN
Sobat remaja, kalian pasti punya dong sosok idola? Kalo di list nih, idola para millennial enggak jauh dari kalangan artis, penyanyi, influencers, atau superhero, betul enggak?
Wujud mengekspresikan kalo kita ngefans juga ternyata bermacam-macam, lho sob. Ada yang ngefans-nya “B” saja cuma sekedar kagum. Ada yang tergila-gila sampai tahu tanggal lahirnya, tahu kesukaannya, kebiasaannya, bahkan sampai cara ketawanya saja hafal. Atau ada juga yang sampai histeri, menangis sampai pingsan pas ketemu idolanya. Ckckck.
Kalo kita perhatikan, banyak penyebab mengapa kita ngefans terhadap seseorang. Bisa karena mereka punya wajah yang ganteng or cantik, punya talenta, gaya busana yang keren, hingga karya sang idola. Namun sayang seribu sayang, mereka terkadang tanpa mempertimbangkan nilai-nilai agama, meskipun itu semua bertentangan dengan syariah Islam. Astagfirullah.
Berarti kita enggak boleh ngefans sama seseorang dong? Eits, jangan langsung ngegas dulu, sob! Siapa bilang kita dilarang ngefans sama seseorang! Boleh kok, asal jangan lebay. Jangan sampai ke level pemujaan, terobsesi ingin memiliki, bahkan nge-halu ingin jadi istrinya.
Ada juga nih, penggemar yang perang di media sosial demi membenarkan apa yang dilakukan sang idola, meskipun salah tetap saja di bela mati-matian. Parahnya lagi nih, mereka sampai bertengkar dengan sesama saudara semuslim, bahkan saling menghujat sana-sini demi membela idola mereka masing-masing. Jangan diikuti yah, guys.
Inilah yang berbahaya. Mengapa? Karena ketika kita menyukai seseorang dengan otomatis kita akan menyukai segala sesuatu yang berbau sang idola. Kita akan cenderung meniru segala tingkah laku dan gaya hidup sang idola, tanpa mempertimbangkan apakah hal itu bertentangan dengan nilai-nilai agama atau enggak. Betul apa betul?
Sobat remaja, mempunyai idola tuh boleh-boleh saja, asal tidak berlebihan dan yang terpenting bisa memotivasi diri kita untuk semakin taat pada syariah. Mencari idola itu harus yakin, bahwa yang diidolakan akan membawa kita lebih dekat ke surga, bukan justru malah dekat ke neraka. Sebagaimana Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أَنْتَ مَعَ مَنْ أَحْبَبْتَ
“Engkau akan bersama dengan orang yang engkau cintai.” (HR. Bukhari)
Nah, dari hadis di atas bisa kita petik hikmahnya, bahwa kita akan bersama orang yang kita cintai. Kalo kita ngefans dengan idola yang suka berdakwah, seperti ustaz-ustaz, insya Allah kita termotivasi untuk berdakwah juga dan bisa berkumpul di surga-Nya. Cung siapa yang mau?
Begitu pun sebaliknya, kalo kita ngefans sama idola yang kelakuannya suka bermaksiat, terus kita ikuti, alhasil neraka telah menanti. Naudzubillah.
Sosok idola bisa dibilang sebagai panutan, makanya pilihlah idola yang banyak ilmunya terutama ilmu untuk bekal di akhirat. Juga memilih idola yang sudah dijamin masuk surga, seperti sosok Rasulullah saw., para sahabat dan para pejuang Islam seperti Muhammad Al-Fatih, atau ulama-ulama yang getol berdakwah. Sebagaimana firman Alllah Swt.,
لَّقَدْ كَانَ لَكُمْ فِى رَسُولِ ٱللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُوا۟ ٱللَّهَ وَٱلْيَوْمَ ٱلْءَاخِرَ وَذَكَرَ ٱللَّهَ كَثِيرًا
“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (Qs. Al Ahzab 21)
Kalo kita mengidolakan Rasulullah saw. dan para sahabat pastinya kita akan termotivasi untuk ber-Islam secara totalitas, yakni menaati Allah Swt. dengan sempurna, karena kehidupan Rasulullah saw. dipenuhi dengan semangat keimanan, perjuangan, dan dakwah menyampaikan Islam. Maka, bijaklah dalam memilih idola. Bijak dalam memilih idola sangat penting. Jangan sampai gara-gara salah memilih idola, kita termasuk golongan orang yang merugi. Ogahlah!
Supaya enggak salah pilih idola, yuk kepoin apa saja yang mesti kita lakukan. Pertama, jadikan Islam sebagai standar hidup, tersebab Islam telah berjanji barang siapa yang berpegang teguh pada Al-Qur'an dan sunah akan selamat. Kedua, bentengi diri dengan ilmu Islam, karena sebagai seorang Muslim kita wajib tholabul ilmi. Ketiga, jangan mudah mengikuti tren, kita harus menunjukkan identitas sebagai seorang Muslim dan menyampaikan kepada teman yang lain, bahwa sosok yang tepat dijadikan idola hanyalah Rasulullah saw. dan para suri tauladan lainnya.
Sip, kita semakin tahu dan paham, bagaimana kriteria memilih sosok idola. So, boleh-boleh saja ngefans sama seseorang, asal idola itu dapat menghantarkan kita ke dalam surganya Allah Swt. Wallahu a’lam bish shawaab. (reper/ar)
Sobat remaja, kalian pasti punya dong sosok idola? Kalo di list nih, idola para millennial enggak jauh dari kalangan artis, penyanyi, influencers, atau superhero, betul enggak?
Wujud mengekspresikan kalo kita ngefans juga ternyata bermacam-macam, lho sob. Ada yang ngefans-nya “B” saja cuma sekedar kagum. Ada yang tergila-gila sampai tahu tanggal lahirnya, tahu kesukaannya, kebiasaannya, bahkan sampai cara ketawanya saja hafal. Atau ada juga yang sampai histeri, menangis sampai pingsan pas ketemu idolanya. Ckckck.
Kalo kita perhatikan, banyak penyebab mengapa kita ngefans terhadap seseorang. Bisa karena mereka punya wajah yang ganteng or cantik, punya talenta, gaya busana yang keren, hingga karya sang idola. Namun sayang seribu sayang, mereka terkadang tanpa mempertimbangkan nilai-nilai agama, meskipun itu semua bertentangan dengan syariah Islam. Astagfirullah.
Berarti kita enggak boleh ngefans sama seseorang dong? Eits, jangan langsung ngegas dulu, sob! Siapa bilang kita dilarang ngefans sama seseorang! Boleh kok, asal jangan lebay. Jangan sampai ke level pemujaan, terobsesi ingin memiliki, bahkan nge-halu ingin jadi istrinya.
Ada juga nih, penggemar yang perang di media sosial demi membenarkan apa yang dilakukan sang idola, meskipun salah tetap saja di bela mati-matian. Parahnya lagi nih, mereka sampai bertengkar dengan sesama saudara semuslim, bahkan saling menghujat sana-sini demi membela idola mereka masing-masing. Jangan diikuti yah, guys.
Inilah yang berbahaya. Mengapa? Karena ketika kita menyukai seseorang dengan otomatis kita akan menyukai segala sesuatu yang berbau sang idola. Kita akan cenderung meniru segala tingkah laku dan gaya hidup sang idola, tanpa mempertimbangkan apakah hal itu bertentangan dengan nilai-nilai agama atau enggak. Betul apa betul?
Sobat remaja, mempunyai idola tuh boleh-boleh saja, asal tidak berlebihan dan yang terpenting bisa memotivasi diri kita untuk semakin taat pada syariah. Mencari idola itu harus yakin, bahwa yang diidolakan akan membawa kita lebih dekat ke surga, bukan justru malah dekat ke neraka. Sebagaimana Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أَنْتَ مَعَ مَنْ أَحْبَبْتَ
“Engkau akan bersama dengan orang yang engkau cintai.” (HR. Bukhari)
Nah, dari hadis di atas bisa kita petik hikmahnya, bahwa kita akan bersama orang yang kita cintai. Kalo kita ngefans dengan idola yang suka berdakwah, seperti ustaz-ustaz, insya Allah kita termotivasi untuk berdakwah juga dan bisa berkumpul di surga-Nya. Cung siapa yang mau?
Begitu pun sebaliknya, kalo kita ngefans sama idola yang kelakuannya suka bermaksiat, terus kita ikuti, alhasil neraka telah menanti. Naudzubillah.
Sosok idola bisa dibilang sebagai panutan, makanya pilihlah idola yang banyak ilmunya terutama ilmu untuk bekal di akhirat. Juga memilih idola yang sudah dijamin masuk surga, seperti sosok Rasulullah saw., para sahabat dan para pejuang Islam seperti Muhammad Al-Fatih, atau ulama-ulama yang getol berdakwah. Sebagaimana firman Alllah Swt.,
لَّقَدْ كَانَ لَكُمْ فِى رَسُولِ ٱللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُوا۟ ٱللَّهَ وَٱلْيَوْمَ ٱلْءَاخِرَ وَذَكَرَ ٱللَّهَ كَثِيرًا
“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (Qs. Al Ahzab 21)
Kalo kita mengidolakan Rasulullah saw. dan para sahabat pastinya kita akan termotivasi untuk ber-Islam secara totalitas, yakni menaati Allah Swt. dengan sempurna, karena kehidupan Rasulullah saw. dipenuhi dengan semangat keimanan, perjuangan, dan dakwah menyampaikan Islam. Maka, bijaklah dalam memilih idola. Bijak dalam memilih idola sangat penting. Jangan sampai gara-gara salah memilih idola, kita termasuk golongan orang yang merugi. Ogahlah!
Supaya enggak salah pilih idola, yuk kepoin apa saja yang mesti kita lakukan. Pertama, jadikan Islam sebagai standar hidup, tersebab Islam telah berjanji barang siapa yang berpegang teguh pada Al-Qur'an dan sunah akan selamat. Kedua, bentengi diri dengan ilmu Islam, karena sebagai seorang Muslim kita wajib tholabul ilmi. Ketiga, jangan mudah mengikuti tren, kita harus menunjukkan identitas sebagai seorang Muslim dan menyampaikan kepada teman yang lain, bahwa sosok yang tepat dijadikan idola hanyalah Rasulullah saw. dan para suri tauladan lainnya.
Sip, kita semakin tahu dan paham, bagaimana kriteria memilih sosok idola. So, boleh-boleh saja ngefans sama seseorang, asal idola itu dapat menghantarkan kita ke dalam surganya Allah Swt. Wallahu a’lam bish shawaab. (reper/ar)


Posting Komentar untuk "Idolanya Para Remaja"