Ihhh, Uwu Banget!
Oleh: Saqirazazzdch
Akhir-akhir ini 'uwu' menjadi' kata yang viral dan menjadi bahan pembahasan para netizen dan netizah pada sosial media. Tidak jarang kita mendapati postingan dari orang-orang yang tidak jomblo lagi. Lalu, pada kolom komentarnya pasti akan ada yang menyematkan kata 'uwu'.
Hummm, uwu sebenarnya apa sih? Mungkin bermacam-macam ya persepsi uwu di kepala masing-masing dari kita. Pasangan halal posting dengan gaya biasa saja bahkan bisa dikatakan 'uwu'. Sebagian ada juga yang bersepsi bahwa uwu adalah keromantisan yang berlebihan.
Tetapi, dari hasil pengamatanku tentang uwu. Intinya perilaku yang dianggap manis-manis seperti gula bisa dikatakan 'uwu'. Bahkan, aku sendiri saat menonton film Umar ibn Khattab pada scene salah satu sahabat berhasil menumpas seorang kaum Quraisy. Kemudian beliau menggemakkan kalimat 'ahaddun ahad'. Aku seringkali mengucapkan kata 'uwu' loh.
Tergantung persepsi masing-masing orang sih sebenarnya. Namun, ya seringnya uwu ini dikaitkan dengan aktifitas pasangan. Apapun. Dari hanya sekedar pegangan tangan atau keromantisan lain. Jadi, uwu yang ditulis di sini lebih disorot pada uwu persepsi orang-orang tentang aktifitas pasangan.
Tenggelam dalam keuwuan yang dimaksud itu boleh tidak sih? Yaaa, gini, gengs. Kalau kita mengamati kata uwu itu saat dikeluarkan dari ucapan atau ketikkan seseorang. Itu adalah hasil pemikirannya. Dimana, pemikirannya ini berupa ekspetasi tentang hal-hal yang manis dari sebuah hubungan. Khususnya hubungan halal.
Padahal, hubungan halal scene atau bagian kehidupannya tidak hanya tentang yang manis-manis saja. Tetapi, memang yang diposting pada beranda sosial media hanya scene yang menurut netizen 'uwu' saja. Yang diposting paling pada momen 1 jamnya. Siapa yang tahu momen 23 jam sisanya bagaimana?
Karena dalam sebuah hubungan halal itu tidak hanya perihal yang uwunya saja. Tetapi, ada masa dimana mereka harus struggle karena sebuah ujian. Karena rumah tangga tidak sesimple itu, mblo.
"Loh, emang yang nulis ga jomblo?"
Aku memang jomblo. Masih remaja malah.
" Tetapi, sudah berani bahas rumah tangga?"
Karena ilmu tidak terletak pada usia kan? Ilmuku memang minim terlebih pada ranah-ranah hubungan halal. Tetapi, remaja muslim sudah seharusnya tidak buta terhadap pengaturan agamanya sendiri kan? Sekalipun belum berpengalaman.
"Terus berekspetasi misal tentang kriteria pasangan boleh ga sih?"
Boleh-boleh saja. Malah, kita harus banget berekspetasi tinggi. Buat apa? Bukan hanya untuk meningkatkan kadar ekspetasi kita saja. Tetapi, supaya saat kita berekspetasi tersebut. Tergerak pula untuk melakukan sebuah ikhtiar atau usaha agar ekspetasi itu menjadi nyata.
Masih ingat surah Ar-rad ayat 21 kan? Suatu kaum tidak akan berubah. Kecuali dia sendiri yang mengubahnya. Ekspetasi ke-uwuan itu tidak berubah berbalik terjadi pada kamu. Kecuali kamu sendiri yang berusaha memantaskannya. (reper/baim)


Posting Komentar untuk "Ihhh, Uwu Banget!"