Indahnya Hijrah
Oleh: Hafidzoh (Santri Ma'had Darul Bayan Sumedang)
Secara khusus, hijrah diartikan sebagai peristiwa pindahnya Rasul dan para sahabat dari Mekkah ke Madinah demi menjaga iman dan islam serta menyebarkan Islam ke seluruh alam. Namun secara umum, hijrah juga diartikan sebagai upaya meninggalkan segala macam bentuk kemaksiatan dan kemungkaran baik dalam perasaan (hati), perkataan dan perbuatan.
Proses hijrah itu gak bakalan semulus jalan tol. Pastinya bakalan ada yang bikin perjalanan tobat kita gak nyaman. Apalagi kalau orang-orang udah kenal dengan keburukan kita. Pastinya susah buat ngebersihin nama baik. Ada aja orang yang meragukan keikhlasan taubat kita. Tapi gak usah bete, jalan aja terus, kita harus siap menerima respon dari lingkungan sekitar.
Yup bertaubat bukan urusan sendiri dengan Allah tapi juga teman-teman seperjalanan pas masa jahiliyan dulu. Emang sih mereka pada ngerasain apaan sih so alim banget padahak dulu juga aktivis maksiat.
Sejatinya gak boleh ada yang menghalangi kita untuk berhijrah. Seburuk apapun reaksi dari lingkungan kita, bukan alasan buat mundur terus jatuh dalam lumpur kemaksiatan. Yang penting kita yakin kalo Allah SWT tetap menerima taubat kita. Dan selalu membuka jalan untuk menjadi lebih taat padaNya.
Bagi hamba yang mau hijrah kepada jalan Allah dia akan mendapatkan barokah di antaranya :
1. Dosanya diampuni
2. Keburukannya diganti dengan kebaikan
3. Mendapatkan cinta Allah
4. Diberikan keluasan rizqi
5. Mendapatkan keberuntungan
6. Dimasukan ke dalam syurga
Nah, agar kita bisa meraih barakah seperti yang di atas. Maka hijrah kita harus full, mesti taubat nasuha. Menurut Abbas Al-kalbi, taubat nasuha adalah menyesal dengan hati, istighfar dengan lisan, menanggalkan (kemaksiatan) dengan badan dan berketetapan hatu untuk tidak akan mengulangi. Kaki disa atau kesalahan yang kita perbuat berhubungan dengan orang lain kita mesti minta maaf kepadanya dan mengembalikan haknya yang udah kita langgar.
Ada beberapa ciri yang taubatnya diterima menurut imam al Ghazali. Nah ciri-ciri ini penting kita pahami, agar hijrah kita tetap istiqomah, di antaranya :
1. Orang tersebut terlihat lebih bersih dan terjaga dari perbuatan maksiat.
2. Dia selaku bergaul dengan orang-orang shalih
3. Kualitas amalnya semakin meningkat.
4. Dia senantiasa menjaga lidahnya dia punya kualitas pengendalian lisan dan pikiran yang baik. Lisannya selalu dibasahi dengan ayat-ayat suci dan amar ma'ruf nahyi munkar, ingatannya selalu kembali kepada Allah.
Kita mestinya ingat kalau Allah SWT ngebuka pintu taubat bagi hambaNya. Nggak ada ceruta kalau Allah gak nerima taubat hambaNya. Coba kita pikirkan kurang apalagi Allah sama kita. Padahal kita udah ngelakuin banyak kesalahan tapi masih aja Allah maafin.
Ayo sama-sama kita hijrah. Kita ganti semuanya dengan islam, kita benahi diri kita untuk menjadi lebih baik, saling mengajak kepada kebaikan dan mencegah dari kemunkaran. Hanya Islamlah yang membuat hati nyaman dan kehidupan tentram karena Islam adalah rahmatan lil'alamin. Rahmat bagi seluruh alam. Bukan kita aja yang ngerasainnya bahkan hewan pun akan merasakan kerahmatan Islam ini makannya umat manusia sekarang membutuhkan Khilafah karena hanya dengan kekhilafahan Islam bisa ditegakkan. (reper/az)


Posting Komentar untuk "Indahnya Hijrah"