Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Jangan Egois!


Oleh: Hilyaa Adn

Eh gaes, kalau tiba-tiba ada yang bilang kamu tuh egois, gimana perasaan kamu?
Aduh pastinya kesel dan kepikiran yaa.
"Engga sih kak, aku sih biasa aja dan gak suka kepikiran sama ucapan orang orang" yakin? Klasik deh. Terkadang karna gamau dibilang baperan akhirnya berdalih demikian. Padahal fitrah nya manusia memang sangat sensitif dengan penilaian orang lain terhadap dirinya, apalagi kalau penilaian nya buruk, aduh makin-makin deh ga tenang hati nya.

Sebenernya, egois itu apa sih?

Egoisme artinya sikap seseorang yang mementingkan dirinya sendiri dan mengabaikan kepentingan orang lain. Egoisme berasal dari kata ego, yang artinya persepsi individu tentang dirinya sendiri yang berpengaruh pada tindakannya. Jadi, kalau seseorang selalu mengutamakan kepentingan dirinya sendiri disebut orang egois.

Nah itu menurut KBBI gaes. Dari pelafalan nya saja kata 'Egois' terksesan sarkas banget dan menusuk banget ya. Dan ternyata menelisik penjelasannya pun ternyata sikap egois memang bukan sikap yang terpuji, bener ga nih?

Dalam kehidupan normal manusia, tentu kita akan mendapati banyak orang yang memiliki sifat egois ini, atau diri kita sendiri pun ternyata memupuk besar rasa ini didalam hati? Naudzubillahi min dzaalik. Lalu bagaimana islam mengajarkan kita untuk berinteraksi dengan sesama manusia? Adakah sikap egois ini bisa membawa keuntungan berbuah pahala? Atau sama sekali hanya membawa kemudhorotan bagi sesama?

Dan ternyata setelah ditelusuri lebih dalam dengan menelaah hadist serta ayat ayat alquran, Agama Islam adalah agama kolektif yang mewajibkan setiap umatnya untu‎k selalu berbuat kebaikan dan mencegah kemungkaran sebagai bagian dari ibadah dalam kehidupan sehari-hari dengan amar makruf nahi munkar yang dilakukan secara berjamaah. Karena manusia sebagai makhluk sosial, tidak bisa hidup sendiri tanpa tolong menolong antar sesama, terlebih dalam kebaikan dan takwa.

Allah tidak membenarkan hambanya bersikap egois dengan mementingkan diri sendiri yang berbuat amal saleh dan kebaikan hanya cukup untuk dirinya sendiri, lalu bersikap cuek dan mengabaikan sesama muslim yang masih bermaksiat dan berbuat kemungkaran di sekitarnya.

Sebagaimana Dalil dari Al Quran

"Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri." - TQS. Lukman ayat 3

Juga Dalil yang bisa kita ambil dari Hadist Nabi SAW.

“Sesungguhnya akan terjadi sesudahku sifat mementingkan diri sendiri (menyampingkan orang lain) dan berbagai perkalian yang kalian mengingkarinya”. Mereka (para sahabat) berkata”. Wahai Rasulullah SAW, lantas apa yang Engkau perintahkan pada kami?” Beliau bersabda: “Kalian tunaikan hak yang wajib atas kalian dan kalian minta kepada Allah apa yang menjadi hak kalian”. (HR. Bukhari dan Muslim)

Dan ternyata, sifat egois justru tidak membuahkan pahala sama sekali. Karna dalam berbuat kebaikan pun tidak boleh ada rasa "ingin masuk syurga sendiri".
Justru dengan kita mengajak orang lain berbuat kebaikan, pahala kita pun akan terus bertambah bahkan bisa menjadi pahala jariyah bagi kita jika ajakan tersebut dilakukan terus menerus oleh saudara kita.

Bisa dilihat?

Betapa islam mengajarkan kita untuk selalu mementingkan perkara orang lain dalam kebaikan, dan tidak ada rasa egois pada sesama.

Apalagi dalam bermasyarakat, sikap egois benar benar harus dihindari, karna persepsi setiap orang pasti berbeda-beda. Dan mendengarkan serta menyetujui pendapat orang lain tidak ada salah nya selama pendapat itu tidak keluar dari koridor hukum Syara'.
Justru jika kita ingin di dengarkan, kita pun harus bisa mendengarkan. Jika kita ingin disetujui, kita pun harus bisa menyetujui dan yang lebih penting nya adalah menumbuhkan rasa lapang dada yakni ikhlas dan tidak memendam dendam.

Karena orang yang pendendam, mudah tersinggung, sakit hati, dan mudah benci adalah orang yang tidak akan tenang sepanjang hidup nya sampai ia berubah, karna hatinya amat bergantung pada sikap orang lain, bukan keridhoan Allah. Wallahu'alam bis showab. (reper/az)

Posting Komentar untuk "Jangan Egois!"