Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Jebakan Inspirasi


Oleh: Kunjung S. (Komunitas Garis Bawah)

Dipanggil penulis atau apa aja bukan masalah buat saya. Karena saya menanggapinya dengan biasa, saya ini penulis rasa kacang goreng dengan tema-tema ringan. Dan menjadi PR dari Cik-Gu kepada saya untuk terus upgride diri.

Awal tergabung di dunia penulis adalah dijebak. Ya seperti "Jebakan Batman". Saat itu saya giat di Komunitas Gowes Dakwah dan Catur Comunity. Singkat cerita dua komunitas ini mengadakan kegiatan dan saya disuruh mereportase.

Dari hasil tulisan kegiatan komunitas yang saya reportase, ternyata menjadi pasword masuk Komunitas Penulis Garis Bawah. Wuiks bener-bener terjebak yang positif. Dari situ mulailah awal cerita dibina dalam membuat sebuah tulisan-tulisan.

Mulai dari hal sepele cara menempatkan huruf besar, merangkai kata sambung dan kata benda. Pokoknya mulai sekali dari dasar-dasar menulis. Hingga sampai pada arah, type, tujuan dari sebuah penulisan. Disitu dibimbing dengan mentor-mentor yang sabar.

Sebagai penulis pemula kita membutuhkan membaca dan harus banyak refrensi. Karena aktifitas pertama yang kita lakukan harus baca, baca dan baca. Membaca bisa apa saja koran, buku, komik, tulisan di medsos dan lain-lainya.

Dalam menulis, saya dulu saat pemula seringkali terbelenggu dengan perasaan malu jika tulisan kita dibaca oleh orang lain atau pemikiran bahwa tulisan kita tidak menarik untuk dibaca. Selain itu tidak adanya ide juga acapkali dijadikan alasan untuk tidak menulis.

Pesan dari Cik-Gu yang menjebak saya "otak perlu dilatih dalam menulis karena seperti layaknya otot, semakin sering dilatih maka akan menjadi kuat. Juga harus diisi nutrisi-nutrisi agar bisa mencerap hal-hal yang menginspirasi."

Disadari atau tidak melalui tulisan, kita dapat menyampaikan informasi gagasan penting kepada khalayak umum. Lalu bisa membentuk opini publik dengan tertara. Dan yang terpenting bisa menginspirasi orang lain melalui tulisan kita. Serta menyampaikan hal-hal yang tidak bisa disampaikan secara lisan. Bahkan menyampaikan protes pada penguasaan bisa melalui tulisan.

Ketika kita sudah menemukan formula yang tepat untuk menulis, langkah selanjutnya adalah Istiqomah atau konsisten dan konsekuen dengan tekad diri di dunia penulisan. Ini kelihatan sepele tapi akan sulit jika kita tidak bersungguh-sungguh.

Melalui Jebakan Batman Inspirasi saya berterima kasih, yang akhirnya membuat saya dulu pada awal-awal belajar dan terus belajar menulis. Dan tentunya bisa bergabung dalam komunitas dan berkumpul dengan orang-orang sholeh dan ikhlas.

Saya sendiri yakin teman-teman diluar sana banyak yang lebih berpotensi. Tinggal niat dan kesempatan saja yang dibutuhkan. Atau menunggu dijebak seperti saya?

Sebagai penutup dan untuk menginspirasi saya mengutip perkataan tokoh Pramoedya Anantha, Novelis Indonesia, “Orang pandai setinggi langit, tapi selama  ia tidak menulis, ia akan hilang dalam masyarakat dan sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian“.
Salam Literasi...!!! (reper/yuni)

Posting Komentar untuk "Jebakan Inspirasi"